MEMPREDIKSI KRISIS SELANJUTNYA

Liputan oleh: Nur Azlin Abdul Karim| Diterbitkan: Surat kabar “Edge” Malaysia|

Narasumber: Derick Tan

Terdapat spekulasi yang telah tersebar luas yang mengatakan bahwa krisis finansial sudah menanti di depan mata. Ini karena kebijakan moneter yang tidak berkelanjutan, yang terus diadopsi oleh banyak bank sentral untuk mengikis dampak anjloknya pasar.

Walaupun alat pengukur seperti Quantitative Easing (QE) telah membantu menstimulasi perekonomian AS (Amerika Serikat), namun para pengamat industri mencatat bahwa alat ini tidak bisa bertahan dalam periode jangka panjang karena pemulihan global masih rendah sedangkan jenjang kesejahteraan makin melebar.

Derick Tan, seorang praktisi dari analisa siklus (cycle analysis), mengatakan efektivitas alat-alat pengukur ini akan terhenti di masa depan yang tidak akan lama lagi kita alami. “Mantan ketua reserse Federal Ben Bernanke menemukan bahwa akar masalah dari era The Great Depression adalah deflasi. Jadi, beliau memperkenalkan dan mengaplikasikan QE pada tahun 2008 untuk menstimulasi perekonomian AS. Ini berfungsi dengan baik di masa itu. Tetapi, jika Anda mengamati secara global, metode ini tidak akan bertahan dalam periode jangka panjang.

“Bank of Japan (BoJ) yang terbebani tingkat bunga yang negatif, kini mencetak banyak uang yang dialirkan ke Nikkei, agar stock market tidak bangkrut. Federasi juga tampak kebingungan. Jika bunganya ditingkatkan terlalu banyak dan terlalu cepat, maka akan bisa merusak pasar. Jika tidak, kita akan menyaksikan anjloknya dana pensiun secara global.”

Menurut Tan, pada akhirnya, ini akan mengarahkan dunia kepada krisis hutang global atau Sovereign Debt Crisis (SDC), yang mana diperkirakannya akan muncul di tahun depan. Ia bisa memprediksikan ini berdasarkan pada “perputaran krisis hutang dunia dalam 86 tahun”-nya Martin Armstorng.

“Delapan puluh enam tahun yang lalu, tepatnya pada 1931, era the Great Depression diawali dengan kegagalan obligasi pemerintah yang dimulai dari Austria dan Yunani, kemudian ke Inggris Raya, Eropa dan akhirnya ke AS.

“Pada 1845, yaitu 86 tahun sebelum 1931, obligasi yang diterbitkan Yunani untuk pemerintahan Prancis, Rusia dan Inggris pun juga gagal. Sebagai akibatnya, akses Yunani dalam pasar internasional ditolak selama berpuluh-puluh tahun.

“Selama masa peralihan pemerintahan ini, pemerintah Yunani terus meminjam sejumlah besar dana pada National Bank of Greece dan menjadi sangat ketergantungan. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, peminjamannya menjadi semakin meningkat dan begitu juga dengan tingkat bunganya – dua kali lipat dari rata-rata peminjaman Internasional.

“Dengan peristiwa yang kini sedang terjadi di Eropa, seperti kebangkrutan Yunani, Brexit dan QE oleh bank-bank sentral, maka kita sebenarnya sudah bisa merasakan kedatangan krisis hutang global, yang kemungkinan besar akan terjadi di tahun depan, yang mana merupakan 86 tahun dari tahun  1931.”

 

ANALISIS SIKLUS (CYCLE ANALYSIS)

Tan telah mempelajari dan melakukan analisis siklus  (cycle analysis) pada pasar dan tren finansial selama beberapa tahun. Dia menjelaskan bahwa, tidak seperti analisis fundamental dan finansial, analisis siklus ini lebih berfokus pada tren finansial dan ekonomi berdasarkan pada peristiwa sejarah. Menurutnya, hal ini membuatnya bisa memprediksi dengan akurat anjloknya harga minyak tahun lalu dan juga meningkatnya harga emas.

Tan menemukan cycle analysis ini saat dia masih bekerja sebagai seorang teknisi. “Secara umum, para teknisi di Singapur tidak memperoleh pendapatan yang cukup banyak. Karena itu, banyak dari mereka yang beralih sebagai agen properti dan asuransi. Saya lebih memilih untuk investasi pada saham karena ini tidak memerlukan saya untuk meyakinkan atau memperoleh penolakan dari orang lain. Saya merasakan kesuksesan dari sana dan saya telah melakukan trading dan berinvestasi sepenuh waktu selama 17 tahun hingga sekarang.

“Ketika saya mencari tahu bagaimana saya bisa meningkatkan kekayaan saya, saya menemukan bahwa sebagian besar dari orang-orang terkaya di dunia merupakan pemeluk keyakinan Yahudi. Kemudian saya mengkaji Taurat, Kitab Suci pemeluk Yahudi, dan terhenti pada siklus sabatic tujuh tahun. Ini adalah sebuah firman untuk kaum Yahudi yang mana menyatakan bekerja keras selama enam tahun dan memanen hasilnya pada tahun ketujuh, dan begitu seterusnya.”

Jadi, beliau memutuskan untuk membandingkan perputaran siklus tersebut dengan kejadian socio-politik dan ekonomi, dan menemukan bahwa ada peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhi ekonomi global pada tiap tujuh tahun. “Pada 2008, terjadi krisis subprime mortgage AS. Dan pada 2001, terjadi serangan teroris 11 September pada World Trade Center yang membuat pasar saham berantakan.m pada 1994, terjadi krisis obligasi, dan di 1987, terjadi anjloknya pasar saham secara besar-besaran yang disebut dengan Black Monday. Saya mulai melihat sebuah pola dan mulai meneliti lebih jauh.

“Bahkan saya sampai pergi ke US untuk bertemu dengan Martin Arthur Armstrong, seorang mantan direktur dari Princeston Economics International Ltd.  Beliau dikenal dari prediksi ekonomiknya yang berdasarkan pada Economic Confidence Model. Saya juga memengembangkan ilmu analisis siklus (cycle analysis) melalui mekanisme dari the Foundation for the Study of Cycles, yang ditemukan oleh bapak analisis siklus (cycle analysis), Edward R. Dewey.”

Merasa yakin bahwa sistem analisis siklus (cycle analysis) ini merupakan konsep yang bisa benar-benar diandalkan, Tan akhirnya memutuskan untuk mengajarkan ilmu ini pada khalayak. “Saya menyadari bahwa, semakin jauh kita menguak masa lalu, maka akan semakin jauh kita bisa memetakan masa depan. Sejarah selalu berulang, terutama dalam pada pasar finansial. Karena, reaksi tiap manusia terhadap situasi pasar, seperti keserakahan dan ketakutan, secara universal semua sama. Ini akan mengakibatkan pola yang sama dan terus berulang secara periodik, yang mana bisa digunakan untuk memprediksi timing dan turning point dari berbagai kelas aset berbeda,” katanya.

 

MEMBONGKAR SIKLUSNYA

Tan telah menggabungkan beberapa jenis siklus, yaitu siklus-siklus yang ditemukan oleh para ahli statistik atau para ahli ekonomi, ke dalam analisis siklusnya (cycle analysis).

“Pertama, ada siklus 7 tahunan, yang juga dikenal sebagai siklus sabbatic. Ini memprediksi peristiwa-peristiwa besar yang bisa mempengaruhi pergerakan ekonomi,” ujarnya.

“kedua, dalam Sabbatical cycle (Siklus Sabbatic) ini terdapat 3,5 tahun Kitchin Cycle. Ini ditemukan oleh seorang peebisnis dan ahli statistik Joseph Kitchin pada 1923. Ini memprediksi peristiwa sekunder yang bisa berdampak pada ekonomi.

“Ketiga, terdapat Jubilee Cycle per 50 tahun, yang juga dikenal dengan silklus ketujuh dari Sabbatical Cycle. Ini memprediksi anjloknya pasar secara besar-besaran.

“Siklus lainnya yang masuk ke dalam analisis siklus (cycle analysis) saya adalah Sovereign Default Cycle yang terjadi 86 tahun sekali dan Schumpeterian Cycle of Innovation, yang mana mengukur laju kecepatan inovasi melawan waktu. Siklus ini ditemukan oleh Joseph Schumpeter pada 1927.”

Tan mengatakan, dengan memahami perekonomian, mengenai bagaimana faktor-faktor seperti tingkat pengangguran dan tingkat inflasi bisa mempengaruhi tingkat imigrasi dan kebijakan bank sentral, maka para investor bisa membuat keputusan investasi yang jauh lebih baik. “Dengan mengombinasikan analisis siklus (cycle analysis) dengan analisis teknis (technical analysis) dan analisis fundamental (fundamental analysis), maka ini bisa memberikan gambaran tiga dimensi mengenai ke mana pasar akan mengarah. Dengan demikian, Anda akan semakin yakin dalam melakukan trading dan Anda pun bisa memaksimalkan profit Anda.”

Seluruh siklus menunjukkan penurunan yang signifikan (deep recession) antara tahun 2017-2022, ujarnya. Dan jika sejarah benar-benar akan terulang, ini akan terjadi dalam tiga fase.

“Fase pertama, saya memperkirakan Eropa akan mengalami sebuah krisis hutang negara (SDC). Yunani pada dasarnya sudah bankrut karena ketidakmampuannya untuk melunasi hutang-hutangnya. Portugal sedang mengalami krisis perbankan. Spanyol mengalami tingkat pengangguran tinggi dan krisis hutang. Italia memiliki pinjaman tanpa performa sebesar €360 milyar dan tingkat hutangnya sebesar 133% dari gross domestic product (GDP) nasionalnya. Masalah sosio-politik Perancis dan Jerman, seperti imigrasi pengungsi, bisa menyebabkan ketidakstabilan ekonomi,” ujar Tan.

“Di fase kedua, Jepang akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh krisis hutang global juga.  Ini terjadi sebagai akibat dari penurunan yang terjadi di Eropa, di mana Eropa merupakan rekan trading terbesar kedua bagi Jepang, dan juuga karena Jepang memiliki hutang tertinggi pada GDP sebesar US$9 triliun. Ini menyebabkan uang akan mengalir ke AS karena pasar melihatnya sebagai tempat yang aman dalam waktu-waktu krisis.

“Fase ketiga, AS sendiri diprediksi akan mengalami krisis hutang negara (SDC). Setelah diakumulasikan, kurang lebih sekitar US$19 triliun hutang AS dan diperkirakan program sekuriti sosial dan perawatan medis akan menjadi defisit di tahun depan. Ini bisa mengarah pada keruntuhan pemerintahan AS dan krisis Hutang Global (SDC).”

 

MEMPEROLEH UNTUNG DARI KRISIS
Krisis ini bisa menjadi hal yang positif bagi China dan Asean, jarena keetika AS mengalami krisis hutang (SDC), maka banyak investor yang akan mengalihkan uang mereka ke bagian negara-negara ini. “Ketika AS kehilangan pertahanan ekonominya, China – yang memiliki perekonomian terbesar kedua di dunia dan merupakan pemegang utama dari perbendaharaan US – akan menjadi pemimpin pasar dunia. Kekuatan ekonominya akan menjadi lebih kuat ketika Jalur Sutra yang baru (the New Silk Road) – atau proyek One Belt, One Road – sudah menjadi kenyataan.

“Karena Asean terletak secara strategis dalam Jalur Sutera yang baru, maka perekonomian mereka akan lebih mudah mengalir ke China, apalagi, negara-negara tersebut kaya akan komoditas. Dengan begitu, diperkirakan harga komoditas akan meningkat di masa depan.”

“(Saya memprediksi) dalam fase pertama dan kedua krisis hutang global (SDC), US Dollar akan menguat karena pemasukan modal dari Eropa dan Jepang. Karena aliran modal ini mencari keamanan sekaligus profit, maka saya yakini, Dow Jones Industrial Average akan naik hingga 30.000 poin (di masa yang akan datang).”

Tan menyarankan untuk membeli komoditas seperti emas dan perak dan juga berinvestasi pada exchange-traded funds, supaya bisa terbebas dari penurunan ekonomi. “Saran saya adalah, jangan berinvestasi pada obligasi pemerintahan yang diterbitkan Eropa, Jepang, atau AS. Saya yakin saham komoditas merupakan pembelian yang bagus, karena harganya akan naik di masa depan. Selain itu, sembari menunggu harga komoditas meningkat, seperti emas, yang mana menjadi sebuah perlindungan terhadap anjloknya keyakinan pada pemerintahan, kita bisa melacak harganya melalui ETF, seperti SPDR Gold Shares.”

Beliau juga memprediksi, ketika AS kehilangan dominansi ekonomiknya, sebuah mata uang cadangan (reserve currency) akan muncul. “Saya memperkirakan, ini tidak hanya satu mata uang tunggal saja, melainkan sejumlah mata uang yang mungkin di antaranya adalah US dollar, renminbi, yen, dan pounsterling, dan kemungkinan emas,” ujarnya.

 

 

Merasa Sulit Membangun Minat Baca? Temukan Solusinya dalam Artikel Ini!

Tidak setiap orang suka membaca. Ini wajar. Sama seperti minat pada kegiatan lainnya, minat baca tergantung pada masing-masing orang.

Mungkin, ada orang yang gemar menggambar, tapi tidak suka membaca. Di tempat lain, ada yang gemar membaca tapi tidak suka menggambar.

Tapi, bagi orang yang sudah tahu membaca itu penting, maka mau tak mau ia perlu menumbuhkan minat baca dalam dirinya.

Masalahnya, menumbuhkan kecintaan terhadap buku, terhadap kegiatan membaca tidaklah semudah membalik telapak tangan. Seringnya, begitu mau mulai membaca, ada saja hal yang menghalangi kita menyelesaikan buku. Baru buka halaman pertama, rasanya sudah mengantuk. Atau, di tengah halaman, ada kalimat yang sulit dipahami. Belum lagi rasa malas, bosan, dan susah konsentrasi.

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan minat baca jika kenyataannya seperti itu?

Tak perlu khawatir. Anda masih bisa mengatasinya. Kuncinya, pertama ketahui dulu apa penyebab minat baca sulit ditumbuhkan. Dari situ, Anda akan tahu bagaimana solusi membangun minat baca dalam diri Anda.

Jika begitu, apa penyebab minat baca sulit ditumbuhkan? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan berikut ini.

Mengapa Membangun Minat Baca Itu Sulit?

minat baca

Membaca merupakan aktivitas yang melibatkan 2 sisi: sisi pembaca dan sisi buku itu sendiri. Efektivitas membaca dipengaruhi 2 sisi tersebut. Artinya, Anda perlu mempertimbangkan aspek buku dan aspek diri Anda sendiri agar kegiatan membaca Anda maksimal.

Bagaimana aspek buku memengaruhi efektivitas membaca?

Aspek buku memengaruhi efektivitas melalui bentuk susunannya, layout, jenis tulisan/font, ketebalan buku, gaya bahasa yang digunakan si penulis dan semua hal dari buku yang memengaruhi kenyamanan kita dalam membaca.

Ada buku yang susunannya memudahkan kita untuk membacanya. Ada juga buku yang susunannya justru membuat kita bingung. Ada buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Ada juga buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang berat sehingga sulit dipahami.

Meskipun memengaruhi efektivitas kita dalam membaca, kita tidak bisa mengubah aspek ini untuk meningkatkan efektivitas membaca kita. Kita tidak bisa mengubah gaya bahasanya, bentuk susunannya, jenis font-nya untuk mempernyaman kita dalam membaca.

Tapi, tidak perlu khawatir, kita masih bisa meningkatkan efektivitas membaca dengan mengubah aspek yang kedua, yakni aspek pembaca alias diri kita sendiri.

Apa yang dimaksud dengan aspek pembaca?

Karena kita membaca dengan memberdayakan pikiran/otak dan mata kita, maka aspek pembaca meliputi pikiran/otak dan mata. Dua hal itulah yang paling berpengaruh terhadap efektivitas membaca. Di samping itu, posisi tubuh juga memiliki pengaruh.

Nah, untuk meningkatkan efektivitas membaca, kita bisa memanfaatkan prinsip kerja otak/pikiran, mata, dan tubuh kita. Selain itu, sesuaikan juga prinsip kerja otak, mata, dan tubuh dengan aspek buku.

Jadi, di sini, karena aspek buku tidak bisa diubah, maka yang perlu kita ubah adalah aspek kitanya. Jika buku yang kita baca tebal, tentu kita tidak bisa mengubah ketebalan buku itu. Apa yang bisa kita lakukan adalah mengatur posisi badan kita sedemikian sehingga nyaman dalam membawa buku itu. Jika susunan buku yang kita baca menyulitkan kita memahami isinya, kita tidak bisa mengubah susunan itu, tapi kita bisa mengubah cara berpikir kita menyesuaikan bentuk susunan itu. Jika buku yang kita baca tulisannya kecil-kecil, kita tidak bisa mengubah ukuran tulisannya untuk memudahkan kita dalam membaca. Tapi, kita bisa menggunakan kaca pembesar/kacamata untuk membacanya.

Itulah gambaran besar bagaimana kita bisa membuat kegiatan membaca buku lebih efektif.

Tapi, mungkin Anda bertanya, “Apa hubungan efektivitas membaca dengan minat baca? Bukannya yang sedang dibahas itu minat baca? Kok malah bahas efektivitas membaca? Apa penyebab minat baca sulit dibangun?”

Tenang! Penulis akan jelaskan hubungan keduanya dan jelaskan penyebab minat baca sulit di bangun di sini. Hehe.

Hubungan Antara Efektivitas Membaca dan Minat Baca

minat baca

Efektivitas membaca berarti seberapa besar manfaat yang kita peroleh dari kegiatan membaca. Semakin tinggi efektivitasnya, maka semakin besar manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan membaca. Sebaliknya, semakin rendah efektivitasnya, maka semakin kecil juga manfaat yang akan kita dapatkan.

Semakin besar manfaat yang kita dapatkan, maka itu menandakan kita telah membaca buku dengan efektif. Sebaliknya, semakin kecil manfaat yang kita dapatkan, maka itu artinya kita tidak membacanya dengan efektif.

Salah satu sifat manusia yaitu melakukan sesuatu berdasarkan tujuan. Saat menyapu halaman, kita melakukannya bukan karena kegiatan menyapu itu sendiri, melainkan agar halaman tampak bersih. Ketika kita bekerja, kita melakukannya bukan untuk pekerjaan itu sendiri, melainkan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Membaca pun begitu, ketika kita membaca buku, kita melakukannya bukan untuk aktivitas membaca itu sendiri, melainkan untuk mendapatkan manfaat dari isi buku yang kita baca.

Bagaimana jika meskipun sudah membaca buku tapi kita tidak mendapatkan manfaat darinya? Maka, di waktu selanjutnya, kita pun jadi malas membaca. Sebaliknya, jika setelah membaca buku kita mendapat banyak manfaat dari buku yang kita baca, maka di waktu selanjutnya kita pun semakin termotivasi untuk membaca, minat untuk membaca menjadi lebih besar.

Jadi, efektivitas membaca berpengaruh pada besarnya manfaat yang diperoleh. Besarnya manfaat yang diperoleh berpengaruh pada minat baca. Semakin tinggi efektivitas membaca kita, semakin besar manfaat yang akan kita peroleh, maka semakin besar pula minat baca dalam diri kita. Begitu pun sebaliknya.

Dari kesimpulan itu, Anda paham, bukan, untuk menumbuhkan/meningkatkan minat baca, Anda perlu meningkatkan efektivitas membaca Anda? Artinya, penyebab mengapa minat baca sulit dibangun yaitu karena setiap kali membaca buku Anda merasa Anda tidak mendapatkan manfaat darinya. Atau, hanya sedikit sekali manfaat yang Anda peroleh, dan prosesnya sangat sulit.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan efektivitas membaca?

Mari kita telusuri jawabannya.

Bagaimana jika Anda bisa Membangun Minat Baca dalam Diri Anda?

minat baca

Bagaimana cara meningkatkan efektivitas membaca?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, efektivitas membaca bergantung pada 2 aspek, aspek buku dan aspek pembaca/kita. Aspek buku tidak bisa diubah; Apa yang bisa diubah adalah aspek pembaca.

Jadi, untuk meningkatkan efektivitas membaca, Anda bisa melakukannya dengan mengubah aspek pembaca, yang tak lain diri Anda sendiri.

Tapi, maksud mengubah aspek pembaca itu bagaimana?

Mengubah aspek pembaca berarti mengubah cara berpikir, cara membaca buku, dan mengubah posisi badan disesuaikan dengan buku yang dibaca.

Contoh, seperti yang sudah penulis sebutkan di awal, jika susunan bukunya membuat Anda bingung, Anda bisa mengubah cara Anda membaca buku itu sedemikian rupa sehingga Anda tidak bingung. Jika tulisannya terlalu kecil, Anda dapat membacanya dengan kaca pembesar. Agar mudah diingat poin-poin pentingnya, Anda dapat menandainya. Saat membaca buku tebal yang membuat Anda terintimidasi, Anda dapat mengubah cara pandang Anda terhadap buku itu sehingga perasaan terintimidasi hilang.

Intinya, Anda dapat mengkondisikan pikiran/otak, mata, dan tubuh Anda sedemikian sehingga efektif dalam menyerap isi buku yang Anda baca.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengkondisikan pikiran, mata, dan tubuh untuk bisa menyerap isi buku dengan efektif?

Anda dapat menggunakan metode atau strategi membaca yang tersedia. Dalam dunia pembelajaran, ada banyak sekali metode, strategi, atau teknik membaca yang disesuaikan dengan kerja pikiran dan karakter buku. Anda dapat memilih yang paling efektif di antara metode-metode itu.

Nah, setelah menyimak panjang lebar penjelasan di atas, kesimpulan apa yang dapat Anda Tarik?

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Minat baca sulit dibangun karena dari aktivitas membaca yang kita lakukan, kita tidak memperoleh manfaat. Dan, karena merasa tidak ada manfaatnya, kita merasa membaca buku itu percuma.
  1. Seandainya dari membaca kita bisa memperoleh manfaat, maka niscaya timbul minat dalam diri kita untuk membaca.
  1. Jadi, minat baca bisa tumbuh jika kita bisa membuat aktivitas membaca itu bermanfaat.
  1. Agar dapat memperoleh manfaat dari membaca, kita perlu meningkatkan efektivitas membaca.
  1. Dan, untuk meningkatkan efektivitas membaca, kita perlu menggunakan metode/teknik membaca yang efektif.
  1. Jadi, bisa disimpulkan untuk menumbuhkan/meningkatkan minat baca, gunakan metode membaca yang efektif.

Sekarang, tugas Anda adalah mencari metode/teknik membaca yang efektif, yang bisa membantu Anda memperoleh banyak manfaat dari buku-buku yang Anda baca.

Inilah Rahasia Sukses Semua Manusia Unggul

Seberapa sering Anda terkagum-kagum melihat kemampuan Cristiano Ronaldo dan Messi saat menggiring bola dan kepiawaian mereka meloloskan diri dari pertahanan lawan dan mentek gol yang indah.

Hal yang sama juga terjadi saat kita melihat bagaimana almarhum Steve Job membawa Apple Inc. menjadi perusahaan yang sangat dihargai dan dicintai banyak orang di hampir seluruh dunia.

Kekaguman kita tidak berhenti di sana saat mereka memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya bahkan dunia. Tapi mereka menjadi inspirasi banyak orang yang secara tidak langsung memotivasi penggemarnya menjadi lebih baik melampai pencapian yang mereka telah capai saat ini.

Pernahkan Anda terpikir atau bertanya-tanya mengapa mereka bisa begitu unggul di bidang yang mereka geluti? Mengapa sangat sulit menemukan pengganti mereka atau paling tidak menyamai kompetisi mereka?

Jika kita bertanya kepada banyak orang, secara umum kita akan mendapat jawaban kalau mereka mengeksplore bakat alami atau melakukan passion mereka.

Secara singkat inilah jawabannya. Tapi apakah cukup sampai di situ saja? Apakah kita harus tergantung pada passion agar bisa menjadi manusia unggul?

Jika Anda ingin menjadi manusia unggul dengan melakukan yang terbaik di bidang pekerjaan Anda, artikel ini akan memberikan pencerahan bagaimana Anda mengeksplore potensi dan bagaimana Anda bisa menjadi manusia unggul.

Move now

Masih Pentingkah Bakat Alami?

Kita sering menganggap bahwa bakat alami menjadi penentu kita akan menjalani passion. Nyatanya seberapa banyak dari kita yang mengenali bakat alami kita? Apakah bakat itu bisa menghasilkan karya atau secara tidak langsung menghasilkan rupiah untuk melanjutkan hari-hari kita?

Nyatanya hanya sedikit orang yang bisa mengenali bakat alaminya dan mampu mengembangkannya. Dan jika mereka beruntung, menghantarkannya pada kesuksesan.

Pertanyaannya apakah kita harus menemukan bakat alami terlebih dulu untuk sukses di masa depan?

Jika ia, maka kita akan menghabiskan banyak waktu. Apalagi jika kita belum mengenalinya secara detail.

Tahukah Anda bahwa bakat alami tidak ada hubungannya dengan kesuksesan seseorang. Sebuah penelitian pada musisi sukses menunjukkan bahwa rahasia kesuksesan para musisi ini berasal dari jumlah waktu yang mereka habiskan untuk melatih diri. Artinya apa, bahwa bakat alami bukan penentu kita menjadi manusia unggul.

“Jadi apa yang harus saya lakukan untuk menjadi manusia unggul?”

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan; pertama, temukan kegiatan yang Anda suka lakukan. Artinya, Anda mau melakukan kegiatan tersebut meskipun tidak dibayar. Seperti hobi dan orang-orang yang menggelutinya biasa menyebutnya sebagai passion.

Saat melakukan kegiatan ini, pastikan ia bisa menghasilakan rupian jika Anda akan menghabiskan seluruh sisa waktu Anda di situ.

Kedua, tentukan satu kegiatan yang benar-benar Anda ingin lakukan dan kuasai. Tidak masalah meskipun Anda belum unggul di bidang tersebut. Anda bisa belajar dan melatih diri untuk menguasai keterampilan ini.

Setelah Anda mengetahui apa yang Anda sukai atau satu kegiatan yang ingin dikuasai, saatnya untuk melatih diri. Ya, latihanlah yang dilakukan secara sengaja.

Latihan yang disengaja adalah latihan yang diataur secara spesifik untuk meningkatkan kinerja. Contohnya posisi tepat saat memukul bola golf saat latihan.

Latihan ini menuntut seseorang untuk secara tajam mendefinisikan elemen kerja yang harus ditingkatkan. Kebanyakan orang bisa melakukannya melalui bimbingan para pelatih atau guru.

Latihan ini dilakukan pada zona pembelajaran atau berada pada kondisi yang belum mampu dicapai dengan kamampuan saat ini bukan melakukan sesuatu yang sudah diketahui (zona nyaman) atau yang terlalu sulit yang bisa dilakukan pada zona panik.

Latihan yang disengaja inilah yang menjadi rahasia kesuksesan dari semua orang-orang unggul di bidangnya. Latihan ini harus dilakukan secara konsisten dan secara perlahan meningkatkan kecepatan dan kinerjanya. Semakin Anda mahir, semakin Anda bisa berinovasi menghasilkan karya yang lebih baik.

Di satu titik tubuh akan merasa alami akan satu mekanisme perilaku tertentu. Di titik ini Anda bisa mengarahkan fokus energi Anda pada gambaran besar kegiatan yang ingin dikuasai.

Jika telah berlatih dengan jam terbang yang tinggi, Anda tidak perlu khawatir apakah Anda telah melakukan latihan yang benar atau tidak. Tubuh bisa melakukannya secara otomatis.

Selain itu bangun pengetahuan dengan terus belajar. Kemampuan Anda akan terus meningkat dengan menerapkan dan mengkreasikan apa yang Anda pelajari.

Semakin Anda mahir dan menguasai satu kegiatan ini, maka saat itu Anda bisa menyebutnya sebagai passion. Inilah mengapa passion itu dibentuk, lebih tepatnya bisa diciptakan.

Kita semua memiliki kesempatan untuk menjadi manusia unggul. Jika Anda merasa tidak berbakat atau belum mengetahui di mana bakat atau passion Anda, inilah cara secara teoritis untuk menguasai atau membentuk passion dalam diri Anda.

Jadi apa lagi yang Anda tunggu? Apakah Anda siap mempertajam passion Anda atau sedang ingin menguasai satu passion baru yang akan menghantarkan Anda menjadi manusia unggul.

Tuliskan pemikiran Anda akan tulisan ini di kolom komentar. Saya pasti akan membalas semua pemikiran Anda.

 

 

Inspirasi ini berasal dari buku Talent Is Overrated; What Really Separates World-Class Performers From Everybody Else oleh Geoff Colvin. Dapatkan ringkasan bukunya di sini

 

PERMISI, Hidup Anda Sedang Menunggu Anda… Inilah Yang Perlu Anda Ketahui Dan Lakukan Untuk Memiliki Kehidupan Seperti Yang Anda Inginkan

Apakah Anda merasa kehidupan tidak adil terhadap Anda? Sudah melakukan segala cara dengan sepenuh hati dan seperti biasanya, pencapaian Anda biasa-biasa saja. Yang membuat Anda iri dan kesal,  tetangga sebelah hanya melakukan sedikit tapi bisa mendapatkan lebih banyak dari Anda. Mungkin Anda berpikir, “Apakah ini sudah menjadi takdir saya?”

Inilah hidup, kita tidak bisa pastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Kita sering salah memprediksi masa depan. Bahkan dengan keyakinan yang begitu mantap akan mendapatkan proyek misalnya, bisa gagal di detik-detik terakhir pengumuman siapa yang mendapatkan proyek tersebut.

“Apakah hidup begitu sulit sehingga kita tidak bisa mencapai impian kita?”

Jika kita telaah lebih dalam, ada beberapa penyebab mengapa kita begitu sulit mendapatkan impian kita. Pertama masalah yang berkaitan dengan manusia itu sendiri seperti; tidak memiliki impian, tidak menjalani passion, fokus pada hal yang salah, tidak tahu cara mencapai impian, tidak siap melakukan proses sampai tidak mau belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Kedua, kita tidak mengetahui bagaimana hukum alam bekerja. Masalah yang kita hadapi dalam kehidupan nyata seringkali terjadi akibat kita melanggar aturan yang tak kasat mata ini.

Mengetahui cara kerja hukum alam tentu akan membantu kita menjalani kehidupan yang lebih baik dan pastinya akan membantu kita mempermudah menjalani proses pencapaian impian.

Ada banyak hukum alam, dan di artikel ini kita akan membahas satu hukum alam yang menjadi populer di awal abad 21. Selain itu kita tidak akan membahas aspek manusia yang kita di atas. Saya akan membahasnya di artikel yang berbeda.

wooi

The Law of Attraction

The Law of Attraction atau hukum tarik menarik menyatakan kesamaan menarik kesamaan. Kekuatan menarik tidak bersifat fisik melainkan bersifat energi. Hukum ini menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah energi. Anda, saya, kursi, meja, mobil, rumah, pantai yang Anda pandangin adalah wujud dari energi.

Menurut hukum The Law of Attraction, kunci penting dari kehidupan kita diciptakan melalui perasaan bukan pikiran. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita diciptakan melalui perasaan kita. Inilah yang menjelaskan mengapa saat seseorang berada pada perasaan yang buruk terus mendapatkan sesuatu yang buruk dan begitu juga dengan orang yang bahagia mendapatkan lebih banyak kebahagiaan.

Hal menarik dari The Law of Attraction adalah hukum ini tidak ada kaitannya dengan kepribadian seseorang dan hukum ini memiliki pengaruh besar akan kesuksesan dan kegagalan seseorang.

Ok, sekarang Anda telah mengetahui apa itu The Law of Attraction, apa yang menggerakkannya dan sekarang, bagaimana cara menggunakannya untuk menarik apapun yang kita inginkan?

Hal utama yang harus dilakukan adalah menentukan fokus yang benar pada hal yang kita inginkan. Banyak orang salah menetapkan fokus yang salah. Tanpa meraka sadari, mereka justru fokus kepada hal yang tidak meraka inginkan.

Misalnya, “tidak ingin miskin dan hidup susuh.” Di sini mereka memfokuskan perhatian mereka pada kemiskinan dan kesusahan. Dalam realitanya, mereka justru menjalani kehidupan yang miskin dan susah. Fokus yang benar adalah “ingin hidup kaya dan berkecukupan.”

Bagaimana cara menentukan fokus yang benar dan salah?

Cukup bayangkan apa yang Anda inginkan. Jika bayangan itu sesuatu yang tidak Anda inginkan, maka alihkan perhatian Anda pada hal yang Anda inginkan. Hal yang perlu diperhatikan di sini, setiap keinginan itu harus bisa dibayangkan.

Contohnya; saya ingin mendapat nilai baik. Nilai baik itu berapa? 7 lebih baik dari 5 atau 5 lebih baik dari 4. Intinya, keinginan itu harus bisa dibayangkan dengan jelas.

Ok, sekarang kita semua akan belajar cara menarik kehidupan yang kita inginkan. Berikut 4 langkah penciptaan yang disengaja. Siapkan kertas dan alat tulis Anda karena Anda perlu menuangkan isi pikiran Anda di atas kertas. Mari kita bahas satu per satu;

  1. Identifikasi apa yang tidak Anda inginkan

Sekarang tuliskan semua hal yang tidak Anda inginkan. Hal-hal yang tidak Anda sukai dan membuat Anda merasa tidak nyaman dengan diri Anda sendiri jika hal tersebut terjadi dalam hidup Anda.

  1. Dari daftar poin no 1, identifikasi apa yang BENAR-BENAR Anda inginkan

Anda telah mengetahui apa yang Anda tidak inginkan. Sekarang identifikasi apa yang Anda inginkan dari daftar Anda. Hal yang perlu Anda perhatikan dari poin ini adalah, apakah keinginan itu layak untuk diperjuangkan? Anda juga perlu memperhatikan kesenangan dan gairah dalam proses mencapai keinginan tersebut.

  1. Masuk ke tempat yang membuat Anda merasakan emosi dari apa yang Anda inginkan

Ketika Anda mengetahui apa yang Anda inginkan, pertahankan pikiran Anda pada keinginan itu sampai beberapa wujud perasaan muncul. Apapun wujudnya, baik atau buruk tidak masalah. Kemudian masuklah ke dalam perasaan itu.

Jika Anda merasa takut dan cemas, maka saat itu Anda sedang fokus pada tidak memiliki. Tapi jika Anda merasakan sedikit saja kesenangan, Anda berada pada jalur yang tepat.

Seluruh proses penciptaan adalah membuat pikiran OFF pada hal yang tidak diinginkan dan ON pada hal yang diinginkan.

Setelah mengetahui lokasi perasaan akan keinginan itu, sesering mungkinlah masuk kedalamnya. Yang perlu diperhatikan, Anda harus fokus kepada perasaan positif.

  1. Berharap, mendengar, dan membiarkannya terjadi.

Pernahkan Anda merasa perlu pergi ke satu tempat atau perlu melakukan satu hal tertentu, setelah Anda melakukan apa yang diminta perasaan Anda, tanpa Anda sadari Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan atau paling tidak mendekatkan Anda akan tujuan Anda.

Dengan mengikuti bimbingan dari diri Anda sendiri, saat itu Anda tidak perlu melakukan usaha keras. Tidak berarti Anda tidak melakukan tindakan nyata untuk mendekatkan impian Anda. Anda tetap harus bertindak. Yang perlu Anda lakukan di sini, bertindaklah sesuai inspirasi yang muncul.

Inilah yang perlu Anda lakukan untuk menarik kehidupan yang Anda inginkan. Siapkah Anda menarik kehidupan yang berlimpah dan bahagia?

Apalagi yang Anda tunggu, gunakan hukum ini untuk menarik kehidupan yang Anda inginkan.

Saya ingin sekali mengetahui pemikiran Anda akan tulisan ini. Silahkan tuliskan pemikiran Anda di kolom komentar. Saya pasti akan membalas semua komentar Anda hehehehe

 

Inspirasi ini berasal dari buku Excuse Me, Your Life Is Waiting: The Astonishing Power of Feelings oleh Lynn Grabhorn. Dapatkan ringkasan bukunya di sini

 

Kreativitas; Mitos, Fakta dan Cara Memproduksi Ide Kreatif

Apakah Anda merasa diri Anda kreatif? Mampu menghasilkan ide berharga untuk menyelesaikan permasalahan yang ada?

Saya yakin, semua dari kita pasti ingin kreatif karena di ujung sana akan ada kepuasan tersendiri bahkan penghargaan lingkungan dari ide yang kita sumbangkan.

Nyatanya, seberapa banyak orang yang merasa dirinya kreatif dan mampu memberikan ide krusial untuk mengatasi satu permasalahan?

Hanya sedikit. Ini terlihat dari sedikitnya orang yang mau mengutarakan ide mereka dan hanya beberpa ide yang benar-benar efektif. Selebihnya, kita merasa lebih nyaman untuk berada di belakang orang-orang kreatif ini karena takut ide kita dikritik apalagi sampai ditertawakan.

Di artikel ini kita akan membahas tentang mitos dan fakta dari kreativitas serta cara menghasilakan ide kreatif untuk mengatasi satu permasalahan khususnya di aspek pekerjaan. Tidak menutup kemungkinan latihan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum kita menjelajahi lebih dalam, mari kita lihat apa sih yang dimaksud dengan kreativitas?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. Sedangkan kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan.

Artinya kreativitas masih sebatas IDE. Ya, IDE yang belum diexplore.

Anda telah mengetahui tentang kreatif dan kreativitas, sekarang mari kita jelajahi lebih dalam tentang kreativitas.

 

Mitos-mitos Kreativitas

Berikut ada beberapa mitos tentang kreativitas;

  1. Kreatif hanya milik orang berbakat

Kreatif bukanlah milik orang berbakat. Tidak ada hubungan atara bakat dengan kreativitas.

Bahkan Geoff Colvin dalam bukunya Talent Is Overrated, What Really Separates World-Class Performers From Everybody Else meneliti bahwa banyak orang paling unggul dan kreatif di bidangnya bukan karena bakat almai yang mereka miliki. Melainkan karena latihan benar yang mereka lakukan secara sadar dan terus meningkatkan diri.

  1. Kreativitas adalah bawaan sejak lahir

Suka atau tidak, kita perlu akui bahwa semua anak terlahir dengan rasa penasaran tinggi, kita terlahir dengan sisi diri yang sangat kreatif

Disalahkan oleh lingkungan dan sekolah, dilarang melakukan ini dan itu dan ketakutan melakun kesalah menjadi penyebab penurunan kreativitas.

Artinya secara tidak langsung lingkunganlah yang memprogram kita menjadi tidak kreatif yang kita bawa sampai meranjak dewasa bahkan sampai akhir hayat kita. Jika kita tidak sadar akan hal ini, kita juga akan melakukan hal yang sama untuk anak-anak kita di masa depan.

  1. Kreativitas muncul saat berada diunder pressure

Memang ada benarnya kita bisa lebih kreatif saat berada di bawah tekanan asalkan kita benar-benar fokus pada solusi. Pertanyaannya, apakah ide kreatif yang dihasilkan bisa diterapkan secara keseluruhan dengan waktu yang begitu terbatas?

Untuk menghasilkan ide kreatif, dibutuhkan ketenangan untuk menganalisa setiap aspek permasalahan, dibutuhkan masa inkubasi untuk menelaah setiap persoalan dan membiarkan ide-ide kreatif muncul ke pikiran sadar.

Berharap bisa menjadi kreatif saat berada di bawah tekanan hanya akan sia-sia. Tekanan hanya menjadi satu masalah baru karena sisi kreatif kita tidak bisa bekerja efektif untuk menghasilkan ide-ide yang kita butuhkan.

  1. Kreatif itu sulit

Tidak ada yang sulit jika Anda mengetahui caranya. Begitu juga dengan kreativitas, jika Anda mengetahui cara untuk meningkatkan sisi kreativitas Anda, hal yang pasti Anda bisa menjadi lebih kreatif.

Dan sebentar lagi Anda akan mendapatkan cara untuk menjadi lebih kreatif, menghasilkan ide-ide berharga untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Apakah sulit?

Mari kita lihat…

ID:55469951

 

Fakta Krativitas

Berikut beberap fakta dari kreativitas;

  1. Kreativitas memiliki pola

Banyak para pakar di dunia kreativitas mencari tahu cara mudah dan efektif untuk menjadi lebih kreatif. Sebut saja beberapa teknik seperti  Creative Confidence-IDEO, Design For Six Sigma (DFSS), TRIZ dan ASIT mengungkapkan bahwa setiap orang bisa menjadi kreatif karena kreativitas iru sendiri memiliki pola.

Jadi yang perlu Anda lakukan sekarang adalah mencari tahu polanya dan menerapkannya. Seperti apa polanya?

Sebentar lagi Anda juga akan tahu, sabar ya hehehe

  1. Kreativitas bisa dipelajari

Fakta kedua dari kreativitas adalah, siapapun Anda, apapun latar belakang dan pendidikan Anda, seberapa yakin pun Anda kalau Anda tidak kreatif, sekarang Anda bisa menjadi lebih kreatif dengan mempelajari cara dan pola dari kreativitas.

Dengan melatih diri secara konsisten Anda akan menjadi lebih kreatif dan secara tidak langsung akan memberi pengaruh positif dalam setiap aspek kehidupan Anda.

Sudah siap untuk menjadi lebih kreatif? Sudah siap menghasilkan ide kreatif untuk mengatasi permasalah yang ada?

Mari kita lihat latihan apa saja yang akan Anda lakukan.

 

Memproduksi Ide Kreatif

Secara gambaran besar, dari semua latihan kreativitas, ditemukan 3 pola latihan untuk menghasilkan solusi dari semua permasalahan yang terjadi. Mari kita bahas satu per satu;

  1. Mendefenisikan masalah dan bagian-bagian masalah

Setiap solusi ada pada masalah itu sendiri. R. Rifki Rizal 

 

Ok kita mulai dari yang pertama. Untuk menghasilkan ide kreatif, maka kita perlu dengan sangat jelas mengetahui apa masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, kita juga perlu mengetahui bagaian-bagian yang terkait dengan masalah yang sedang terjadi.

Mengapa perlu mengetahui bagian-bagian dari masalah?

Karena bagian-bagian masalah inilah yang menjadi solusi dari masalah itu sendiri. Akankah bagian-bagian itu dikurangi, ditambah atau dipadukan dengan bagian-bagian lain dari masalah, semua tergantung situasi dan kondisinya.

Mari kita bahas satu contoh, “Misalnya Anda memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang di dekat sebuah tempat makan (food court) di satu mol di Jakarta. Situasinya Anda begitu lapar karena belum sempat makan siang dan sisa waktu Anda untuk bertemu tinggal 15 menit lagi. Dengan sisa waktu yang ada, Anda memutuskan untuk makan terlebihi dahulu baru setelah itu berjumpa dengan teman Anda.

Anda membeli makanan cepat saji untuk menghemat waktu Anda. Masalahnya tempat cuci tangan begitu jauh sehingga membutuhkan waktu sekitar 5 menit bola balik untuk bisa menikmati makanan yang sudah ada di depan Anda.”

Analisanya;

Masalah yang kasus di atas adalah; iingin cuci tangan tapi, tempat cuci tangan jauh.

Bagian-bagian dari masalah;

  1. makanan
  2. minuman
  3. saus
  4. piring
  1. Mencari solusi untuk mengatasi masalah

Untuk bisa menemukan solusi dengan tepat, maka kita perlu dengan jelas mengetahui apa yang ingin dicapai, diharapakan atau diingikan dari masalah dengan menggunakan bagian-bagian dari masalah itu sendiri.

Pada contoh kasus di atas yang diinginkan adalah bisa mencuci tangan dan dengan sesegera mungkin menghabiskan makanan yang sudah tersedia.

Apa saja yang bisa digunakan untuk mencuci tangan?

Ya, jawaban kita sama. Dengan minuman atau es dari minuman yang dibeli. Jadi Anda tidak perlu menyia-nyiakan 5 menit waktu Anda ke tempat cuci tangan.

  1. Mengimplementasi solusi

Terakhir, mengimplementasikan solusi yang ditemukan. Yang perlu dipertimbangkan, apakan ide yang dihasilkan bisa diterapkan atau tidak. Jika bisa dan memungkinkan, maka Anda perlu menerapkan ide tersebut. Jika tidak, Anda perlu mencari ide lain dengan cara yang sama seperti langkah pertama dan kedua.

Inilah 3 langkah sederhana yang sangat efektif untuk meningkatkan kreativitas Anda.

Tugas Anda adalah mencari masalah, mengetahui apa yang diinginkan, menemukan sebanyak mungkin bagian-bagian dari masalah, dan menemukan solusi dari bagian-bagian masalah itu sendiri.

Tidak perlu berpikir rumit dan keras akan masalah-masalah yang ada. Cukup memikirkan masalah sederhana seperti cara memproduktifkan pekerjaan Anda, menghemat waktu untuk membaca dan belajar, sampai menabung sebagaian dari penghasilan Anda.

Semakin banyak Anda latihan semakin mudah bagi Anda menghasilkan ide kreatif. Artinya, kreativitas Anda juga ikut berkembang.

Pertanyaan saya kepada Anda, apakah menjadi kreatif itu sulit?

Saya tunggu pemikiran Anda di kolom komentar. Semua komentar Anda pasti akan saya balas

Selamat berkreativitas

Maju atau Mundur?

Apakah Anda ingin sukses?

Tentu semua orang ingin sukses dan berharap mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup. Tapi seberapa banyak orang yang mau membayar harga dari kesuksesan itu sendiri?

Ini bukan masalah seberapa banyak yang akan Anda dapatkan dari kehidupan saat mencapai kesuksesan melainkan seberapa berharga impian yang Anda inginkan.

Memang sebagai manusia kita sangat mudah tergoda oleh kesenangan dan kenikmataan sesaat yang justru menarik kita ke jurang penderitaan.

Niat besar menjadi percuma dan sia-sia di kala kita melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Bukan hanya marah kepada diri sendiri, ini justru memadamkan api semangat dan memberikan keyakinan baru bahwa berubah itu sulit.

Memahami Proses Perubahan

Jujurlah kepada diri sendiri, seberapa banyak dari kita yang siap menerima proses perubahan yang tidak menyenangkan ini? Memilih berubah berarti kita siap untuk menanggung penderitaan baik secara fisik maupun mental.

Sayangnya tidak ada pilihan lain untuk menghindar atau menolak proses perubahan (penderitaan) tersebut kecuali jika kita memilih tetap berada pada pola lama.

Menerima proses perubahan bukanlah masalah yang berat. Kondisinya akan menjadi serius jika kita tetap berada pada zona nyaman yang tidak akan membawa kita ke mana-mana, dengan mudah kita bisa menebak kehidupan seperti apa yang akan kita jalani esok hari.

Kesiapan hati untuk menerima penderitaan adalah langkah awal untuk meringankan beban dari proses perubahan. Selain secara genetik kita memiliki kemampuan untuk selalu melihat sisi positif dari setiap masalah tentu akan lebih membantu kita menikmati proses perubahan yang menyakitkan dengan melihat manfaat yang bisa didapatkan di masa depan jika berhasil memiliki kebiasaan baru.

Coba ingat-ingat kembali, pernahkah Anda mengalami luka seperti tersayat pisau atau memar di bagian tubuh tertentu sampai membuat Anda merasa tidak nyaman akan tubuh Anda?

Saat pertama kali luka itu ada, Anda pasti tidak akan merasa sakit. Setelah 30-60 menit berlalu rasa sakitnya mulai terasa. Apalagi jika sempat melukai urat sarafnya, setiap denyutannya akan terasa sangat menyakitkan, bukan?

Kesakitan dan ketidaknyamanan secara perlahan akan meningkat, kualitas tidur dan selera makan yang menurun sampai temperamen yang mudah mendidih, katakanlah 5-10 hari ke depan. Setelah masa itu lewat, perlahan-lahan kualitas makan dan tidur mulai membaik dan tubuh terasa lebih segar sampai akhirnya rasa sakitnya itu benar-benar hilang dan kita bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Hal yang hampir sama juga terjadi saat kita ingin melakukan perubahan diri. Di awal kita akan merasa semangat, setelah beberapa hari kemudah kita mulai down, tubuh dan pikiran mulai berontak untuk kembali ke pola lama kebiasaan.

Setelah melewati masa-masa kritis tubuh mulai terbiasa akan kebiasaan baru ini dan dengan mudah kita mampu melawan ketidaknyamanan yang ada di tubuh dan pikiran.

Yang membuat kita mudah berhenti dan kembali ke pola lama dan ini yang sering terjadi adalah minimnya pengetahuan akan persiapan diri dalam menyusun rencana tindakan untuk mempercepat proses perubahan itu sendiri.

Misalnya Anda ingin membentuk kebiasaan membaca setiap hari, Anda telah memiliki buku untuk dibaca tetapi Anda tidak mengupgrade pengetahuan membaca Anda. Seperti cara membaca yang efektif, membuat membaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan, bagaimana pikiran bisa membantu tujuan Anda sampai cara memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pengetahuan seperti ini tentu sangat membantu sekali mempercepat proses perubahan itu sendiri. Dibutuhkan keberhasialan-keberhasilan kecil untuk meyakinkan diri bahwa kita bisa berubah menjadi lebih baik. Keberhasilan inilah yang akan terus menjaga api semangat untuk terus bertindak.

Tanah

Maju atau Mundur?

Ya, apa lagi yang Anda tunggu sekarang? Sukses atau gagal ada di tangan Anda. Anda memiliki potensi untuk memiliki semua hal yang Anda impikan. Semua tergantung dari cara Anda menyikapi kondisi dan impian Anda.

Anda perlu tahu bahwa sukses dan gagal selalu menghabiskan energi yang sama. Kalau begitu, mengapa tidak memberikan semua sumber daya Anda untuk meraih impian terbesar Anda?

Memang di awal akan terasa akan sangat berat, karena itulah proses yang harus dilalui. Harsat yang terus dijaga dengan sangat baik yang akan menentukan keberhasilan dari kebiasaan baru ini. Selain itu, sikap untuk terus meningkatkan diri juga menjadi penentu. Jadi teruslah membaca, terapkan semua informasi penting untuk mempermudah membangun kebiasaan baru Anda.

Tidak ada kata berhenti. Berhenti berarti mundur. Teruslah melangkah, kuatkan diri Anda untuk terus berada pada trek. Lebih baik Anda melangkah tertatih tatih daripada berhenti, cepat atau lambat Anda akan sampai ke tujuan Anda.

Bertindaklah sekarang. Tetapkan target yang ingin dicapai. Susun strategi dengan perencanaan yang matang dan teliti. Pecah tindakan nyata menjadi lebih kecil jika dibutuhkan. Kumpulkan sebanyak mungkin keberhasilan kecil yang Anda capai. Dan beri penghargaan tulus kepada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukannya dan bersiaplah menyambut kebiasaan baru, kebiasaan yang akan menghantarkan Anda pada kesuksesan yang Anda inginkan.

Mari bertindak sekarang juga. Impian Anda sedang menunggun Anda.

Apa Hal yang paling Penting dalam Hidup Anda?

Apa yang paling penting dalam hidup Anda? Apakah pekerjaan? Keluarga? Cinta/pasangan? Agama? Atau diri Anda sendiri?

Bagi banyak orang, agama, keluarga, dan cinta/pasangan merupakan hal yang paling penting.

Mementingkan dan memusatkan hidup pada tiga aspek tersebut memang tampak benar dan alamiah.

Tetapi, tahukah Anda, menurut Stephen R. Covey, penulis buku 7 Habits of Highly Effective People, memusatkan hidup pada salah satu dari 3 aspek itu cenderung tidak efektif.

Mengapa?

Dalam artikel ini, penulis akan menunjukkan kepada Anda apa alasannya. Di samping itu, penulis juga akan menunjukkan kepada Anda apa yang seharusnya menjadi pusat dalam kehidupan seseorang menurut Covey.

Untuk itu, simak terus artikel ini sampai selesai. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Mengapa Berpusat pada Keluarga, Cinta, atau Agama tidak Efektif?

Mengapa berpusat pada keluarga, cinta/pasangan, atau agama tidak efektif?

Berikut ini alasannya.

Keluarga

Memusatkan diri pada keluarga memang tampak benar dan alami. Tetapi, terkadang sikap ini justru menghancurkan.

Orang yang memusatkan hidupnya pada keluarga seringkali kecewa mendapati ikatan keluarganya tidak seindah yang ia harapkan. Seorang ayah atau ibu kelak akan ditinggalkan oleh anak-anaknya dan anak-anaknya akan lebih mengutamakan keluarga mereka sendiri. Demikian juga ikatan saudara. Seorang kakak atau adik kelak akan terpisah jauh dan semakin jauh.

Orangtua yang memusatkan hidup pada keluarga merasa berharga sebagai seorang pribadi ketika reputasi keluarganya baik. Oleh karenanya, apa yang penting baginya adalah menjaga agar reputasi keluarga tidak tercoreng.

Reputasi keluarga ini dapat dijaga dengan mempertahankan tradisi dan budaya keluarga yang sesuai dengan tradisi dan budaya lingkungan tempat keluarga itu hidup.

Masalahnya adalah ketika salah satu atau beberapa anggota keluarga meninggalkan tradisi dan budaya itu dan memilih jalan hidupnya sendiri. Bagi orangtua yang memusatkan hidup pada keluarga, hal ini tentu dianggap membuat reputasi keluarga tercoreng.

Akhirnya, bukan hanya orangtua yang terluka. Anak-anak juga terluka akibat dianggap sebagai pencoreng nama baik keluarga.

Sayang sekali, tidak sedikit anak yang merasa tidak nyaman dan tidak cocok dengan tradisi dan budaya keluarga dan lingkungannya.

Cinta/pasangan

Orang yang memusatkan hidupnya pada cinta/pasangan menjadi tergantung secara emosial terhadap cinta sang pasangan. Kebahagiaan dan kesedihannya tergantung pada sikap pasangannya. Apabila pasangannya baik kepadanya, maka ia bahagia. Tetapi, ketika pasangannya tidak sesuai yang ia harapkan, ia pun menjadi kecewa.

Agama

Hero-Image-LifeSciences-General

Orang yang memusatkan hidupnya pada agama seringkali mendapati dirinya justru kehilangan makna spiritualitas/keberagamaannya. Ia terlalu sibuk dengan ritual hingga melupakan hakikat. Karenanya, ia justru menjadi pribadi yang dogmatis yang menerima dan menjadikan setiap ajaran agama sebagai pedoman hidup tidak peduli apakah ajaran itu sesuai dengan konteks zamannya atau tidak.

Apa yang Idealnya menjadi Pusat dalam Kehidupan Seseorang?

Nah, dari penjelasan di atas, Anda paham, bukan, mengapa memusatkan hidup pada salah satu dari 3 aspek di atas tidak efektif? Oleh karena itulah, menurut Stephen Covey, kita perlu mengubah fokus hidup kita.

Covey menjelaskan bahwa idealnya kita memusatkan hidup pada prinsip (hukum alam/keilmiahan).

Tetapi, apa alasannya?

Prinsip adalah hukum yang mengatur alam semesta termasuk masyarakat dan individu. Mengambil keputusan yang sesuai dengan prinsip menyelamatkan seseorang dari ketersesatan.

Contoh, kita paham bahwa salah satu prinsip perkembangan dan pertumbuhan diri adalah bahwa proses perkembangan diri meliputi rasa sakit. Perkembangan diri senantiasa melewati tahap yang menyakitkan.

Nah, orang yang ingin dirinya berkembang tetapi tidak bersedia melewati proses yang menyakitkan maka bisa disimpulkan orang tersebut telah mengingkari prinsip perkembangan. Walhasil, karena mengingkari prinsip perkembangan, ia justru tidak kunjung berkembang.

Contoh lain, orang-orang jaman dulu mengira bahwa gerhana matahari terjadi karena matahari ditelan raksasa. Dan, orang yang sedang hamil diharuskan untuk bersembunyi di kolong tempat tidur.

Penjelasan tentang munculnya gerhana matahari yang seperti itu tidaklah sesuai dengan prinsip/keilmiahan. Dan, oleh karenanya, menghasilkan tindakan yang juga tidak ilmiah (orang hamil harus bersembunyi di kolong tempat tidur).

Akhirnya, tindakan yang tidak ilmiah/tidak sesuai dengan prinsip tersebut justru membuat sang ibu hamil terancam bahaya (misal, karena memaksakan diri sembunyi ke kolong tempat tidur, si ibu malah jatuh sakit).

Keuntungan Memusatkan Hidup pada Prinsip

Sebagaimana penulis jelaskan di atas, memusatkan hidup pada prinsip memberikan keuntungan bagi kita, yaitu kita terselamatkan dari sikap, tindakan, dan keputusan yang menyesatkan. Di samping keuntungan itu, ada keuntungan lain yang akan kita peroleh ketika kita memusatkan hidup kita pada prinsip.

Apa itu?

Dengan berpusat pada prinsip, kita dapat menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan kita. Ini karena, kita dapat memanfaatkan prinsip untuk mencapai tujuan.

Dalam hidup, kita memiliki tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan aspek kehidupan kita yang juga berbebda-beda.

Sebagai anggota keluarga, kita memiliki tujuan membahagiakan keluarga, menjadikan keluarga kita harmonis, berbagi cinta, kasih, dan perhatian. Sebagai seorang pasangan, kita bertujuan untuk bisa hidup harmonis dan bahagia bersama pasangan kita. Sebagai seorang pemeluk agama, kita bertujuan memperoleh pencerahan spiritual.

Terkadang, terjadi benturan antara satu aspek dengan aspek lainnya dan kita dihadapkan pada pilihan yang sulit: memilih satu aspek atau aspek lainnya; memilih keluarga atau pasangan, misalnya.

Nah, dengan memanfaatkan prinsip, kita bisa memilih keduanya; kita tidak harus memilih salah satu dan mengesampingkan yang lainnya.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui prinsip? Tidak setiap orang mengetahui prinsip-prinsip yang mengatur kehidupan.

Terus Belajar adalah Kuncinya

Jika idealnya kita memusatkan hidup kita pada prinsip, lalu bagaimana cara mengetahui prinsip-prinsip yang mengatur kehidupan?

Pengetahuan tentang prinsip diperoleh lewat proses belajar tanpa akhir. Lewat pembelajaran, setahap demi setahap manusia beranjak dari ketidaktahuan menuju masyarakat yang berilmu. Kehidupan manusia purba yang penuh dengan tahayul dan klenik lama kelamaan berubah. Generasi selanjutnya mulai mengenal pengetahuan yang berdasarkan rasionalitas. Pengetahuan yang lama diganti yang baru. Pengetahuan yang baru diganti dengan yang lebih baru. Begitu seterusnya, karena memang demikianlah cara manusia memperoleh pengetahuan tentang prinsip-prinsip yang mengatur kehidupan.

 

Nah, demikianlah penjelasan yang dapat penulis sampaikan. Akhir kata, semoga tulisan di atas bermanfaat bagi Anda.

 

jalan keluar dai masalah

Cara Berikut Ini Membantu Anda Menemukan Jalan Keluar dari Masalah

Apa yang biasa Anda lakukan ketika mencari ide untuk memecahkan masalah?

Banyak orang tanpa sadar memperhatikan benda-benda di sekitarnya ketika mencari ide untuk memecahkan masalah mereka, berharap dengan begitu mereka mendapatkan inspirasi untuk memecahkan masalah tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga sering melakukan hal yang sama? Coba ingat-ingat, apa yang Anda lakukan ketika mencari ide. Apakah Anda memperhatikan sekitar, berharap mendapatkan inspirasi dari benda-benda dan persitiwa yang ada di sekitar Anda?

Jika ya, maka tepat sekali apa yang Anda lakukan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menemukan ide, menemukan jalan keluar dari masalah yaitu memperhatikan apa yang ada di sekitar kita. Tetapi, caranya tidak sesederhana itu. Ada cara khusus dalam memperhatikan benda-benda sekitar untuk menghasilkan ide.

Penasaran?

Berikut ini penjelasannya.

Dua Jenis Penglihatan Mata Manusia

Penglihatan mata manusia terbagi menjadi dua, yaitu penglihatan periferal (peripheral vision) dan penglihatan sentral (central vision). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Peripheral vision berfungsi untuk melihat benda-benda yang di luar fokus/perhatian kita. Sebaliknya, central vision berfungsi untuk melihat benda-benda yang berada di dalam fokus/perhatian kita.

Agar lebih paham apa yang dimaksud dengan peripheral vision dan central vision, kiranya gambar berikut bisa menjelaskannya kepada Anda.

jalan keluar dari masalah

Bayangkan gambar itu sebagai kenyataan di depan Anda. Ketika Anda melihat bunga berwarna violet, ketika mata Anda berfokus pada bunga itu, ia masih dapat melihat benda-benda di sekitarnya, bukan? Nah, bagian mata yang melihat bunga itu adalah central vision. Sementara itu, peripheral vision adalah bagian mata yang melihat benda-benda di sekitar bunga tersebut.

Ketika Anda melihat bunga itu, Anda dengan sengaja memfokuskan mata Anda pada bunga tersebut. Dan, oleh karenanya, Anda dapat melihatnya dengan jelas. Anda mengetahui bahwa benda di depan Anda itu adalah sebuah bunga berwarna violet. Sebaliknya, benda-benda lain di sekitarnya hanya dapat Anda lihat secara samar. Anda tidak dapat mengetahui secara pasti benda apa saja itu.

Mengapa begitu? Karena, Anda tidak sengaja memperhatikan benda-benda tersebut. Hanya saja, benda-benda itu masih berada di dalam jangkauan penglihatan mata Anda.

Desain mata yang seperti itu memungkinkan manusia untuk menyortir benda/informasi yang sesuai dengan goal-nya dari informasi yang tidak sesuai dengan goal-nya sehingga ia dapat berfokus pada goal tersebut dan mengesampingkan hal lain. Benda/informasi yang sesuai dengan goal ditangkap oleh central vision untuk selanjutnya masuk ke dalam otak dan diproses oleh pikiran sadar. Sementara itu, benda/informasi yang tidak sesuai dengan goal ditangkap oleh peripheral vision untuk selanjutnya masuk ke dalam otak tanpa diproses oleh pikiran sadar.

Contoh, Anda sedang membaca buku. Nah, ketika Anda tiba pada kata yang Anda baca, central vision Anda berfokus pada kata itu dan mengesampingkan kata lainnya. Sebaliknya, peripheral vision menangkap kata-kata yang sedang tidak Anda baca.

Bayangkan desain mata kita tidak seperti itu, bayangkan mata kita tidak memiliki peripheral vision, bayangkan mata kita hanya memiliki central vision, maka kita tidak bisa menyaring informasi yang penting dari yang tidak penting. Semua informasi ditangkap dan diproses oleh pikiran sadar kita dalam waktu bersamaan. Tentu, hal itu membuat kita bingung.

Contoh, dalam waktu bersamaan, mata Anda (central vision Anda) menangkap semua tulisan di buku Anda. Mampukah Anda memahami maksud dari tulisan itu? Tidak, bukan?

Lalu, apa hubungan penjelasan di atas dengan menemukan ide, dengan mencari jalan keluar dari masalah?

Untuk mengetahui hubungannya, yuk, kita lanjut ke bab berikutnya.

Perhatikan Apa yang Disekitar Anda: Cara Menemukan Jalan Keluar dari Masalah

Sebagaimana dijelaskan di atas, penglihatan sentral (central vision) berperan untuk menyortir informasi yang sesuai dengan goal kita dari informasi yang tidak sesuai dengan goal tersebut. Dengan mekanisme seperti itulah kita dapat menyelesaikan masalah kita. Kita dapat menyelesaikan masalah kita dengan memperhatikan dan memanfaatkan informasi yang relevan/berhubungan dengan goal kita dan mengesampingkan informasi yang tidak relevan/tidak berhubungan dengan goal tersebut.

Tetapi, tahukah Anda, itu merupakan CARA KONVENSIONAL dalam menyelesaikan masalah. Yup, tentu saja masalah dapat terpecahkan dengan cara itu. Cara itu dapat membantu kita menemukan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Namun demikian, menurut para pakar, terkadang solusi justru muncul dari informasi-informasi yang tidak relevan dengan goal kita. Dari berbagai temuan, para pakar menyimpulkan bahwa kreativitas sering muncul justru ketika kita sedang melamun. Nah, dalam kondisi melamun, mata kita tidak berfokus pada satu hal. Artinya, central vision kita tidak sedang aktif bekerja; menyortir informasi yang penting dan mengesampingkan informasi yang tidak penting. Sebaliknya, peripheral vision kitalah yang teraktifkan, di mana dengan penglihatan itu, otak kita menyerap semua informasi, yup, semua informasi yang ada di hadapan kita sebagaimana ia adanya dan menyimpannya di pikiran bawah sadar.

Selanjutya, oleh pikiran bawah sadar, informasi-informasi itu diproses dengan mekanisme asosiasi di mana satu informasi dihubungkan dengan informasi lainnya sedemikian sehingga menghasilkan kepingan ide untuk memecahkan masalah kita.

Inilah mengapa, selain melamun, mencari ide dengan memperhatikan benda-benda di sekitar kita merupakan salah satu cara yang efektif. Dengan memperhatikan semua benda di sekitar, kita melihat/menangkap informasi yang menurut pikiran sadar kita tidak relevan dengan goal kita. Informasi-informasi itu dapat dijadikan sebagai bahan untuk menghasilkan ide yang cemerlang.

“Tapi kenapa saya jarang mendapatkan ide kreatif meskipun sudah menghabiskan waktu berjam-jam memperhatikan sekitar?” demikian Anda bertanya.

Yup, terkadang, ide kreatif tidak muncul meskipun Anda sudah bermenit-menit bahkan berjam-jam memperhatikan sekitar. Mengapa bisa begitu?

Mari beranjak pada bab berikutnya untuk mengetahui jawabannya.

Mengapa Ide tidak Muncul meskipun Anda sudah Memperhatikan Sekitar?

Mengapa Anda tidak kunjung mendapatkan ide meskipun sudah berjam-jam memperhatikan sekitar?

jalan keluar dai masalah

Ini disebabkan Anda masih menggunakan central vision Anda dalam memperhatikan benda-benda itu. Anda menyisir benda-benda di sekitar Anda satu-persatu. Dengan cara ini, Anda tetap berfokus pada satu benda dan mengesampingkan benda lainnya. Anda tetap menggunakan central vision Anda untuk memperhatikan benda yang sedang Anda fokuskan. Ketika mata Anda bergerak untuk menyisir benda lain, central vision Anda pun mengikuti gerakan tersebut, menggeser fokusnya ke benda itu. Begitu seterusnya.

Ketika Anda memperhatikan sebuah benda dengan central vision, benda/informasi itu ditangkap oleh pikiran sadar Anda dan diproses olehnya. Nah, di sinilah letak masalahnya. Pikiran sadar Anda memahami informasi itu bukan SEBAGAIMANA IA ADANYA, melainkan SEBAGAIMANA MENURUT PERSEPSI Anda.

Contoh, di sekitar Anda, ada beberapa benda antara lain pensil, botol, cangkir, gelas, tumpukan kertas, dan ponsel. Ketika Anda memandang pensil dengan central vision Anda, Anda memandangnya sebagai sebuah pensil yang memiliki fungsi untuk menulis atau menggambar di mana gambar/tulisan itu dapat dihapus dengan penghapus. Nah, konsep pensil yang seperti itu (alat untuk menulis dan menggambar di mana tulisan/gambar itu dapat dihapus dengan penghapus) merupakan konsep yang sesuai dengan persepsi konvensional Anda (persepsi yang populer di masyarakat).

Persepsi yang konvensional ini menghalangi Anda untuk memandang/memanfaatkan pensil itu dengan cara yang berbeda. Persepsi itu membuat Anda hanya mampu memanfaatkan benda tersebut dengan satu cara: menulis atau menggambar. Tidak kurang dan tidak lebih. Padahal, selain bisa digunakan untuk menulis dan menggambar, tentu saja pensil dapat digunakan untuk berbagai macam fungsi lainnya.

Nah, untuk membebaskan otak Anda dari persepsi konvensional di atas, Anda dapat melihat pensil tersebut dengan penglihatan periferal (peripheral vision).

Cara melihat benda dengan penglihatan periferal berbeda dari cara melihat benda dengan penglihatan sentral. Secara tanpa sadar, dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat benda dengan central vision. Dengan cara ini, benda-benda yang luput dari perhatian central vision tetap masuk ke dalam otak, dengan melalui peripheral vision kita.

Tetapi, dengan cara itu, benda/informasi yang masuk melalui peripheral vision terrepresi oleh apa yang masuk ke pikiran sadar melalui central vision. Dan, sebagaimana dijelaskan di bab sebelumnya, pikiran sadar ini memahami benda yang ditangkapnya sesuai dengan persepsi sadar kita. Pikiran sadar tidak memahami benda itu sebagaimana ia adanya.

Melihat dengan peripheral vision berbeda dari cara di atas. Saat Anda melihat benda dengan penglihatan periferal, central vision Anda ternon-aktifkan, demikian juga dengan pikiran sadar Anda. Anda memasuki pikiran bawah sadar. Benda-benda yang tertangkap peripheral vision dengan cara itu diproses oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar Anda mengasosiasikan benda-benda tersebut satu sama lain. Dengan asosiasi itu, ia mengkombinasikan benda-benda itu dengan berbagai formasi kombinasi. Dan, pada tahap inilah proses kreatif terjadi.

Akhirnya, dari sekian kombinasi yang dibentuknya, ada satu kombinasi yang paling cocok dengan masalah Anda. Oleh pikiran bawah sadar Anda, kombinasi itu dibawa ke permukaan, ke pikiran sadar Anda. Dan, pada momen itulah Anda mengalami apa yang biasa disebut “aha moment”: kepingan ide muncul di pikiran sadar Anda. Dengan kepingan ide tersebut, Anda dapat menjadikannya sebagai ide untuk memecahkan masalah Anda. Atau, jika ide tidak muncul juga meskipun kepingan itu sudah muncul di benak Anda, Anda dapat mengutak-atiknya, mengkombinasikannya dengan hal-hal lainnya.

Kesimpulan

Nah, demikianlah bagaimana memperhatikan benda-benda di sekitar Anda dapat membantu Anda menemukan jalan keluar dari masalah yang Anda hadapi.

Selama ini, meskipun Anda sering memperhatikan sekitar Anda ketika mencari ide, Anda belum juga menemukannya. Ini karena Anda menggunakan central vision Anda dalam memperhatikan benda-benda tersebut. Anda menggunakan pikiran sadar beserta persepsi-persepsi yang dibawanya dalam memahami benda-benda tersebut.

Untuk mendapatkan ide, Anda perlu melihat dengan peripheral vision. Dengan cara ini, Anda memasuki alam bawah sadar. Di sinilah proses kreatif berlangsung.

Pertanyaannya, bagaimana cara melihat dengan peripheral vision untuk mendapatkan banyak ide, untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah Anda?

Penulis akan menjelaskannya pada artikel selanjutnya.

Sekarang, apakah artikel ini bermanfaat? Jika ya, jangan ragu untuk membaginya kepada teman-teman Anda.

Baca juga:

Manajemen Fokus: Rahasia Memecahkan Masalah

Banyak Ide Kreatif seperti Thomas Alva Edison? Ini Dia Rahasianya!

Cara Mengubah Sudut Pandang untuk Mendapatkan Banyak Ide

6 Cara Mendapatkan Ide-Ide Segar yang Brilian

Dengan Tips Ini, Anda dapat Merumuskan Masalah dengan Efektif! Bersiaplah untuk Inovasi Brilian tanpa Batas!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

komunikasi kerja

Hal Ini Perlu Anda Waspadai dalam Komunikasi Kerja

“Never complain, never explain.”

-Benjamin Disraeli

Kemarin, teman penulis bercerita bahwa dirinya baru dicurangi oleh rekan kerjanya. Ceritanya, dia dan rekan kerjanya hendak menghadiri meeting bersama direksi di temat mereka bekerja. Kebetulan, tempat meeting tersebut diadakan di luar kantor. Karena itu, keduanya harus pergi dengan kendaraan.

Singkat cerita, di perjalanan, keduanya menghabiskan waktu untuk mengobrol. Tema yang mereka obrolkan adalah materi yang hendak di-meeting-kan. Tanpa sadar, teman penulis itu menjelaskan panjang lebar idenya kepada rekan kerjanya. Dan tahukah Anda apa yang terjadi ketika meeting berlangsung?

Ide tersebut dicuri oleh sang rekan kerja. Di dahapan direksi, rekannya menyampaikan ide yang sebenarnya ide teman penulis dan mengakuinya sebagai idenya.

Kejadian itu membuat teman penulis menyesal telah menjelaskan ide tersebut kepada temannya.

Pernahkah Anda mendengar cerita serupa? Atau, jangan-jangan Anda pernah mengalami sendiri kejadian seperti yang dialami teman penulis itu?

Di dalam dunia bisnis dan karir, cerita di atas sangatlah lumrah. Kita sering menjumpainya. Kita sering mendengar desas-desus musisi ini mencuri karya musisi itu, perusahaan ini mencuri ide perusahaan itu, si ini mencuri ide si itu.

Dari kasus-kasus seperti itu, dapat kita simpulkan bahwa kita harus waspada dan berhati-hati dengan satu hal ini dalam dunia bisnis, karir, dan pekerjaan. Apa itu? PENJELASAN.

Sebenarnya, penjelasan merupakan hal yang penting dan perlu kita lakukan dalam komunikasi kerja. Tujuan penjelasan yaitu untuk menjadikan orang paham dan dapat menerima keputusan dan pilihan yang kita buat.

Anda perlu menjelaskan kepada rekan bisnis Anda mengenai mekanisme kerja sama yang ingin Anda jalin dengannya. Atau, Anda perlu mempresentasikan/menjelaskan kepada rekan bisnis mengapa perusahaannya harus memilih bekerja sama dengan perusahaan Anda. Apa keuntungannya.

Kepada atasan Anda, Anda juga perlu menjelaskan ide atau keputusan yang Anda buat. Kepada pelanggan, Anda perlu menjelaskan semua informasi yang perlu diketahui olehnya.

Intinya, kepada pihak-pihak yang berurusan dengan bisnis dan tugas Anda, Anda perlu menjelaskan apa yang memang perlu mereka ketahui. Atasan, rekan bisnis, dan pelanggan, kesemuanya memiliki urusan dengan apa yang Anda kerjakan. Anda bertanggung jawab kepada mereka. Pilihan dan keputusan yang Anda buat berhubungan dan bahkan memengaruhi keputusan dan pilihan mereka. Oleh karenanya, Anda perlu menjelaskan kepada mereka apa yang memang perlu mereka pahami agar mereka dapat menerima keputusan dan pilihan Anda.

Lalu, dalam komunikasi kerja, kepada siapa Anda perlu mewaspadai penjelasan Anda?

Kepada pihak-pihak yang tidak ada urusannya dengan bisnis dan tugas Anda. Contoh, rekan kerja yang pekerjaan Anda memang tidak berurusan dengannya atau jenis pekerjaan Anda tidak memerlukan kerja sama dengannya. Contoh lainnya yaitu teman Anda yang memang tidak ada hubungan bisnis ataupun hubungan kerja dengannya seperti tetangga dan teman-teman dalam pergaulan Anda.

komunikasi kerja

Selain bahaya pencurian ide, adakah alasan lain mengapa Anda perlu waspada dengan penjelasan Anda? Atau, lebih tepatnya, adakah alasan lain mengapa Anda tidak perlu memberikan penjelasan kepada orang-orang tentang keputusan dan pilihan yang Anda buat?

Jawabannya, tentu saja ada. Dan, berikut ini beberapa di antaranya.

Alasan Mengapa dalam Komunikasi Kerja Anda tidak Perlu Menjelaskan kepada Orang lain tentang Keputusan dan Pilihan Anda

Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menjelaskan keputusan dan pilihan Anda kepada pihak-pihak yang tidak berurusan dengan pekerjaan dan bisnis Anda.

1. Penjelasan memberikan mereka power untuk memanipulasi Anda

Memberikan penjelasan tentang keputusan Anda kepada pihak yang tidak memiliki urusan dengan bisnis dan pekerjaan Anda, kepada pihak yang tidak menjalin hubungan kerja sama dengan Anda dapat memberi mereka power untuk memanipulasi Anda.

Penjelasan Anda membuka kesempatan bagi mereka untuk memengaruhi keputusan yang Anda buat. Kritik, pertanyaan, dan saran yang mereka kemukakan dalam penjelasan Anda dapat membuat Anda membatalkan atau mengubah keputusan Anda sesuai dengan keinginan mereka.

Padahal, keputusan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka. Dan, tentunya Anda sudah berpikir panjang dan mempertimbangkannya dari berbagai sisi sehingga Anda yakin untuk mengambil keputusan itu.

2. Penjelasan mengindikasikan bahwa Anda tidak percaya diri dengan keputusan Anda

Memberikan penjelasan mengenai keputusan Anda kepada pihak-pihak yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dan pekerjaan Anda mengindikasikan Anda tidak percaya diri dengan keputusan yang Anda buat.

Penjelasan itu memberik kesan seolah Anda butuh pengakuan dari mereka tentang keputusan tersebut. Seolah-olah, tanpa pengakuan dari mereka, keputusan yang Anda buat tidaklah sah. Padahal, mereka tidak berhak menilai keputusan Anda karena urusan Anda bukanlah urusan mereka. Mereka tidak berhak mencampuri urusan Anda.

3. Penjelasan dapat berubah menjadi pembenaran (excuse)

Terkadang, Anda juga tidak perlu terlalu detail ketika memberikan penjelasan kepada pelanggan, atasan, atau mitra bisnis Anda meskipun urusan mereka berhubungan dengan urusan Anda, terutama saat Anda melakukan kesalahan atau kelalaian.

Mengapa?

Penjelasan itu bisa berubah menjadi pembenaran (excuse). Selain hal itu akan dinilai buruk di mata atasan, rekan bisnis, dan pelanggan Anda, hal itu juga membuat Anda kurang kreatif. Anda terlalu berfokus pada hambatan sehingga lupa untuk menyelesaikan masalah Anda. Anda bukannya mencari solusi tetapi malah mengeluhkan hambatan-hambatan tersebut.

Jika sudah begitu, maka urusan Anda tidak kunjung terselesaikan. Akhirnya, pelanggan pergi, atasan tidak mempercayai Anda lagi, dan rekan bisnis mengurungkan niat untuk bekerja sama dengan Anda.

 

Nah, demikianlah beberapa alasan mengapa dalam komunikasi kerja Anda harus mewaspadai penjelasan Anda kepada orang lain.

Seperti yang kita tahu, penjelasan memang merupakan hal penting dalam komunikasi kerja. Ia memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berurusan dengan bisnis atau tugas Anda. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memberikan penjelasan. Anda harus tahu kepada siapa dan dalam situasi apa Anda perlu memberikan penjelasan dan kepada siapa dan dalam situasi apa sebaiknya Anda tidak menjelaskan keputusan dan pilihan Anda.

Sekarang, apakah artikel ini memberikan Anda manfaat? Jika ya, silakan membaginya kepada teman-teman Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Dan, jangan lupa berikan komentar 😀

Baca juga:

Ingin Menciptakan Komunikasi yang Efektif? Ini Dia Rahasianya!

4 Kebiasaan yang Menghancurkan Komunikasi Anda dengan Orang Lain

Pria Vs Wanita (Gaya Komunikasi)

Bagaimana Cara Menghilangkan Kecemasan Sosial?

4 Tips yang Akan Membantu Anda Bersepakat dengan Orang Lain

 

 

 

 

malas olahraga

Malas Olahraga? Ini Dia Cara Ampuh Membuat Olahraga Menjadi Ringan dan Menyenangkan!

Apakah Anda gemar berolahraga? Pastinya iya, dong, ya. Banyak manfaat yang Anda dapatkan dari berolahraga seperti tubuh menjadi sehat dan proporsional, kerja tambah produktif, dan terhindar dari stres.

Sayangnya, Anda mudah capai saat berolahraga. Hal itu membuat Anda malas. Akibatnya, tubuh Anda kurang fit dan kurang lincah, gampang terserang penyakit, susah berkonsentrasi, dan kurang produktif.

Dengan kondisi seperti itu, Anda ingin memulai untuk berolahraga, bukan, untuk membuat kondisi tubuh dan mental Anda menjadi sehat?

Tetapi, bagaimana caranya?

Apa yang Anda butuhkan yaitu membuat olahraga menjadi ringan dan menyenangkan. Dengan begitu, Anda menjadi lebih bersemangat untuk melakukannya.

Nah, dalam artikel ini, penulis akan mengajak Anda untuk mengungkap sebuah cara membuat aktivitas olahraga menjadi aktivitas yang ringan dan menyenangkan. Untuk itu, jangan kemana-mana, simak terus artikel ini hingga selesai. Semoga, artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Baiklah jika begitu, sekarang, yuk, langsung kita ungkap cara yang penulis maksud.

Setel Musik agar Anda tidak Malas Olahraga

Cara yang penulis maksud tidak lain yaitu MUSIK.

Yup! Sudah bukan rahasia lagi musik mampu mendorong semangat untuk melakukan latihan, berolahraga. Banyak sudah orang yang menerapkan cara ini dalam latihan mereka. Tetapi, bagi sebagian yang lain, cara ini sungguh tak terpikirkan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah menyetel musik untuk meningkatkan motivasi olahraga asing bagi Anda?

Jika ya, maka berikut ini penulis ungkapkan penjelasan ilmiah mengapa musik begitu ampuh dalam menyemangati Anda untuk melakukan latihan.

malas olahraga

Dalam sebuah eksperimen, Mattew Stock, seorang pakar olahraga meminta partisipan untuk melakukan 2 kali latihan. Dalam latihan itu, mereka diminta untuk mengayuh sepeda statis selama beberapa menit. Latihan pertama dibagi ke dalam empat sesi, di mana masing-masing sesi berdurasi 30 detik. Stock memberikan waktu istirahat selama 4 menit antar-sesi. Jadi, setelah 30 detik pertama, partisipan beristirahat selama 4 menit, kemudian melanjutkan sesi kedua; mengayuh sepeda selama 30 detik. Selanjutnya, mereka beristirahat lagi selama 4 menit dan lalu berlanjut mengayuh sepeda selama 30 detik.

Setelah latihan pertama berakhir, mereka diminta untuk memilih beberapa lagu yang nantinya akan diperdengarkan kepada mereka pada latihan berikutnya.

Nah, setelah jeda istiharat berakhir, mereka pun memasuki latihan kedua. Latihan kedua ini dibagi menjadi 2 sesi, yang pada sesi pertama, mereka mengayuh sepeda sembari mendengarkan musik yang tadi sudah mereka pilih. Sementara itu, pada sesi kedua, mereka mengayuh sepeda tanpa mendengarkan musik.

Begitu latihan selesai, mereka ditanya adakah perbedaan antara sesi pertama dengan sesi kedua, apakah sesi pertama lebih ringan dibanding sesi kedua.

Partisipan pun menjawab bahwa baik sesi pertama maupun sesi kedua sama-sama terasa sulit. Tetapi, setelah diukur, ternyata intensitas kayuhan pada sesi pertama (yang diiringi musik) jauh lebih tinggi dibanding intensitas kayuhan pada sesi kedua (yang berlangsung tanpa musik). Artinya, pada sesi pertama, jumlah kayuhan lebih banyak dibanding pada sesi kedua.

Dari hasil itu, Mattew Stock menyimpulkan bahwa MUSIK DAPAT MENDORONG SESEORANG UNTUK BERUSAHA LEBIH KERAS.

Dengan menyetel musik saat berolahraga, kita dapat meningkatkan daya juang kita sehingga kita tidak mudah lelah dan menyerah.

Disamping temuan di atas, pakar yang lain menyimpulkan bahwa musik dapat meningkatkan motivasi berolahraga karena musik dapat mengalihkan perhatian kita dari rasa capai dan sakit yang ditimbulkan dari gerak fisik yang berat. Di samping itu, irama musik juga mendorong kita untuk bergerak mengikuti irama tersebut.

Oleh karena itu, saat Anda malas olahraga, Anda dapat menyetel musik untuk menyemangati diri Anda. Dengan musik, selain lebih termotivasi untuk latihan, Anda juga dapat membakar kalori dalam waktu yang lebih cepat. Mengapa? Karena, musik meningkatkan tenaga Anda untuk berlatih semakin keras. Jika tanpa musik Anda dapat mengayuh pedal sampai 30 kali dalam 30 detik, misalnya, dengan musik Anda dapat mengayuh pedal sampai lebih dari 30 kali dalam waktu yang sama. Dengan begitu, kalori lebih cepat terbakar.

Bagaimana? Mudah, bukan, menerapkan cara di atas?

Akhir kata, selamat mencoba 😀

 

Baca juga:

Terungkap Sudah Penyebab Kegemukan yang Paling Utama!

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Tidur Siang

Pikiran, Si Penentu Bentuk Tubuh

Diet Gagal Terus? Jangan-Jangan Anda Mengidap Sindrom Yo-Yo

Kurang Motivasi Diet? Yuk, Coba Strategi Berikut Ini!

 

 

1 2 3 53