8 Mitos Tentang Produktivitas yang Sangat Populer

Produktivitas menjadi pusat perhatian bagi mereka yang bekerja. Semua hasil kerja diukur dari produktivitas, seberapa besar ia bisa memberikan kontribusi kepada perusahaan tempat ia bekerja.

Masih banyak orang yang bekerja menjadi korban dari mitos-mitos produktivitas karena informasi yang salah mengenai produktivitas itu sendiri.

Berikut ada 8 mitos tentang produktivitas yang banyak dipercayai oleh para pekerja, terutama pekerja kantoran :

1. 8 Jam Tidur Harus Menjadi Kewajiban

Banyak orang yang masih percaya bahwa tidur 8 jam adalah satu kebutuhan, terutama tubuh untuk mengembalikan keseimbangannya.

Akibatnya mitos ini menjadi alasan kunci bagi para pekerja yang merasa lelah, capek dan mengantuk. Apakah orang yang merasa lelah, capek sampai malas akibat dari tubuh yang kurang waktu untuk istirahat?

Kebenaranya, tubuh setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda untuk mengembalikan keseimbangnya.

Tidur 8 jam adalah mitos. Ada orang yang membutuhkan tidur lebih dari 8 jam, ada juga orang yang kurang dari 8 jam. Semua tergantung dari kebiasaan seseorang.

Bisa jadi seseorang yang merasa cepat lelah, mengantuk dan bosan karena tidak menyukai pekerjaanyanya. Apakah Anda mengalami hal yang serupa?

Multitasking

2. Multitasking Sangat Membantu Memudahkan Pekerjaan

Banyak orang percaya bahwa multitasking sangat efektif di sela kesibukan yang sangat padat. Seseorang bisa membalas pesan sambil bekerja di komputer, ada yang makan sambil mengecek status orang lain, ada lagi yang meeting sambil chat dengan teman di sosial media.

Saat ini setiap orang dituntut untuk bisa multitasking. Apakah multitasking benar-benar efektif? Apakah multitasking memberikan hasil yang sama jika seseorang fokus mengerjakan satu hal dalam satu waktu?

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Stanford University menunjukkan bahwa orang yang melakukan multitasking mengurangi kemampuan menyimpan informasi, masalah perhatian dan sulit untuk beralih dari satu tugas ke tugas lain dibandingkan orang yang fokus pada satu hal dalam satu waktu.

3. Produktif Hanya Bisa di Kantor

Budaya kerja profesional sekarang membuktikan bahwa untuk produktif tidak hanya bisa dilakukan di kantor. Banyak kasus membuktikan bahwa mereka yang bekerja di rumah atau di luar kantor juga bisa menghasilakan produktivitas yang sama bahkan lebih dengan mereka yang bekerja di kantor.

Saat sekarang ini banyak perusahaan yang bergerak dalam jasa pelayanan yang memberikan kemudahan bagi pelanggan mereka dengan menyediakan tenaga kerja lepas. Ini justru menguntungkan banyak pihak karena kemudahan yang mereka bisa dapatkan. Bahkan penghasilan pekerja lepas bisa lebih tinggi dari mereka yang kerja di kantor karena adanya target pencapaian yang harus bida mereka capai

Bahkan banyak pelancong dari luar negri adalah mereka yang bekerja paruh waktu. Mereka bisa berlibur sambil bekerja. Ini didukung oleh biaya hidup yang jauh lebih murah di Indonesia dibandingkan negara mereka.

Mereka juga memiliki kebebesan untuk berkreasi dan mengatur jam kerja sendiri. Jadi, apakah Anda tertarik menjadi pekerja lepas?

4. Membuat Tempat Kerja Rapi, Serapi Mungkin

Masih banyak orang yang percaya bahwa untuk meningkatkan produktivitas sangat dipengaruhi oleh kerapian tempat kerja. Tempat kerja yang rapi akan membantu meningkatkan mood seseorang untuk bekerja. Bahkan sangat mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan ide-ide segar untuk pekerjaannya.

Tidak semua orang bisa produktif meskipun tempat kerja ditata serapi mungkin. Semua tergantung dari kepribadian seseorang. Ada orang yang sangat membutuhkan kerapian, keteraturan sampai kebersaihan. Tempat yang tidak rapi bisa menjadi sumber stres bagi mereka.

Untuk kepribadian tertentu tidak terlalu membutuhkan kerapian untuk bekerja. Bahkan mereka bisa bekerja dengan santai dan tenang dengan penataan tempat kerja yang berantakan. Pernah bertemu dengan orang seperti ini? Saya salah satunya. hehehehe

5. Melamun Menurunkan Produktivitas

Masih sangat banyak orang yang menganggap melamun sebagai kegiatan yang sangat merugikan dan hanya membuang-buang waktu saja.

Apalagi jika melamun dilakukan di kantor. Pastinya rekan kerja akan menilai bahwa orang tersebut sedang memiliki masalah atau tidak memiliki kerjaan. Apakah benar demikian?

Menghayal memiliki manfaat besar yang tidak diketahui banyak orang. Banyak hasil karya besar yang ada saat ini berasal dari hayalan yang kelihatan tidak masuk akal.

Jika Anda merasa bosan, lebih baik Anda berhayal daripada melakukan kegitan lain yang tidak bermanfaat seperti surfing di internet.

6. Banyak Waktu = Banyak Pekerjaan yang Bisa Diselesaikan

Masih banyak yang beranggapan dengan memberikan waktu yang banyak akan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Apakah benar seperti itu?

Ini adalah mitos klasik yang masih banyak dipercaya orang banyak. Pada kenyataanya orang yang memberikan banyak waktu bekerja akan mengalami penurunan produktivitas dan meningkatkanya stres.

Satu isu produktivitas yang dipublikasikan oleh majalah The Economist tahun 2013 menjelaskan bahwa jam kerja yang lebih singkat memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada mereka yang memiliki jam kerja yang lebih tinggi. Data yang diteliti dan dikumpulkan dari tahun 1990 sampai 2012.

Santai Sejenak

7. Untuk Produktif, Jangan Istirahat di Jam Kerja

Masih banyak dari mereka yang bekerja merasa sungkan untuk meluangkan waktu istirahat di jam kerja. Ini disebabkan karena budaya kerja yang diturunkan pada zaman industri.

Saat seseorang istirahat, maka rekan kerja yang lain yang memandang sinis, apalagi jika dilihat oleh atasan. Pasti tatapan mata si atas atau bos sangat tajam dan menjatuhkan mental. Si pekerja akan cepat-cepat kembali kembali ke mejanya dan mulai bekerja, paling tidak berpura-pura untuk bekerja. Pernah mengalami hal seperti ini?

Melungkan waktu untuk istirahat sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Apalagi jika pekerjaan tersebut menuntut pemikiran dan analisa yang dalam. Jika tidak meluangkan waktu untuk istirahat, akan sulit mendapatkan ide-ide segar seperti yang diingkan.

Luangkan waktu minimal 10-15 menit untuk istirahat. Dengan catatan bekerja 1-2 jam. Saat istirahat, lakukan kegiatan yang tidak memporsir kerja otak. Seperti tidur sesaat, olehraga ringan, membuat teh atau kopi atau ngobrol ria dengan rekan kerja lainnya.

Jika Anda ngobrol, ingat waktu. Jangan sampai Anda kebablasan dan melupakan pekerjaan Anda. Ingatlah selalu bahwa pikiran yang tenang akan memunculkan banyak ide yang Anda butuhkan dalam pekerjaan Anda.

8. Semakin Lama Mengabdi pada Perusahaan, Jabatan Pasti Naik dengan Sendirinya

Masih percaya akan mitos ini?

Mitos ini hanya berlaku pada zaman industri bukan pada zaman informasi saat sekarang ini. Jika Anda masih percaya pada mitos ini, sadarilah bahwa karier Anda tidak akan naik seperti yang Anda inginkan. Karena banyak orang baru yang bisa merebut posisi yang Anda inginkan.

Tolak ukur yang digunakan untuk mempromosikan seseorang saat ini adalah produktivitas dan kontribusi yang ia berikan ke perusahaan. Bukan seberapa lama ia mengabdi pada perusahaan.

Selain itu kepemimpinan yang kuat serta kemampuan dalam mengatur pekerjaan dan bawahan juga sangat diprioritaskan untuk promosi satu jabatan.

Ini menunjukkan bahwa untuk sukses secara karier tidak diukur lagi dengan usia. Bahkan banyak yang menjabati posisi penting di satu perusahaan masih memiliki usia yang sangat muda. Kisaran 30-40 tahun. Ini sangat berbeda pada zaman industri tentunya.

Apa yang membuat seseorang bisa mencapai karier yang bagus di usia muda?

Mereka adalah orang mau belajar hal baru. Media termudah yang mereka bisa dapatkan adalah dengan membaca buku, mengikuti seminar dan menginvestasikan waktu dan uang untuk mengikuti pelatihan. Buku-buku yang sesuai dengan bidang pekerjaan mereka tentunya.

Ini juga menjelaskan mengapa orang sukses bisa mempertahakan kesuksesan mereka untuk waktu yang sangat lama. Bahkan mereka bisa menghadapi perubahan zaman dengan sangat percaya diri.

Mereka terus berlajar mengikuti perusahan zaman dan informasi. Mereka memiliki skill membaca yang mendukung mereka belajar lebih cepat dari orang biasa.

Anda juga bisa, jika Anda mau belajar untuk meningkatkan diri. Untuk menjadi pribadi yang lebih cepat belajar, Anda hanya perlu mengusai satu skill ini.

Pembaca, dari 8 mitos yang diungkapkan di atas, seberapa banyak mitos yang Anda percayai dan apa dampaknya pada produktivitas Anda? Saya tunggu cerita Anda.

Ronald Sembiring
 

>