Benner-4.pnj

 

Produktivitas kerja selalu menjadi acuan seseorang layak untuk dipromosikan atau tidak. Produktivitas kerja memiliki peranan yang sangat penting. Meskipun masih banyak aspek lain yang menentukan kesuksesan karier seseorang.

Meskipun mengetahui produktivitas kerja itu penting tapi, masih banyak para pekerja atau karyawan tidak produktif secara maksimal. Berikut alasan mengapa seseorang tidak bisa produktif:

1. Gagal Membentuk Kebiasaan Produktif

Produktivitas kerja tidak ada hubunganya sama sekali dengan kepintaran, kecerdasan dan tinggi rendahnya IQ seseorang. Produktivitas adalah sebuah kebiasaan yang dibentuk. Dibutuhkan konsistensi dan disiplin diri yang tinggi. Anda hanya bisa produktif jika benar-benar menginginkanya dalam hidup.

Tanpa membentuk kebiasaan ini, Anda tidak akan bisa produktif. Cobalah memilih satu kebiasaan yang bisa membuat Anda lebih produktif. Paksa diri Anda untuk disiplin. Semakin Anda terbiasa, semakin Anda akan produktif.

2. Tidak Memiliki Rasa Urgensi

Jika Anda tidak memiliki rasa urgensi pada pekerjaan yang sedang dilakukan, Anda akan kehilangan nilai dari pekerjaan tersebut. Anda tidak termotivasi untuk menyelesaikannya. Anda tidak bisa menikmati tugas tersebut. Ini akan membuat Anda merasa bosan dan mudah terpancing untuk melakukan hal lain.

3. Terlalu Menikmati Penundaan

Ini banyak melanda para pekerja. Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang begitu mudah menunda pekerjaanya. Pertama, pekerjaan tersebut “sulit” bagi mereka. Mereka mencoba mencari ide atau bertanya kepada rekan kerja lain. Saat mencari ide atau bertanya, ia terbawa oleh suasana, tempat, teman dan cerita yang bergulir.

Kedua, pekerjaan tersebut terlalu “mudah” bagi mereka. Ia merasa “Ini mah mudah, cuman bentar. Tar lagi juga udah siap koq”. Akhirnya membuat ia sombong diri dan sibuk mengerjakan hal lain yang tidak bermanfaat. Seperti mengecek fb atau twitter.

Ketiga, pekerjaan monoton yang tidak cocok baginya. Bayangkan jika Anda memiliki kadar kepribadian sanguin yang sangat tinggi. Karakter ini akan membawa Anda menjadi pribadi yang suka bersosialisasi. Anda tidak bisa bertahan melakukan pekerjaan yang menuntut konsetrasi dalam waktu lama. Energi Anda akan terbagi untuk mencari orang yang bisa diajak bicara. Tentunya hal-hal kecil ini bisa merenggut sebagian besar waktu Anda.

4. Sulit Menahan Godaan

Jika kantor Anda memiliki kualitas jaringan internet yang baik dan bisa dinikmati oleh karyawan, maka ini tentu sangat menguntungkan sekali. Anda bebas mengakses sosial media yang ada di komputer, leptop atau handphone cerdas Anda. Di mana semua media ini menawarkan kemudahan dan kesenangan sesaat.

Akan sulit sekali menahan diri untuk tidak melihat handphone Anda tiba-tiba bergetar atau berdering. Apalagi jika getaran atau suaranya bertahan dalam waktu lama. Tanpa sadar Anda mengalihakan perhatian dan melihat apa yang ada di sana. Hasilnya, waktu Anda terbuang dengan percuma.

Belum lagi godaan lain seperti teman kantor yang datang menghampiri dan mengajak Anda bercerita. Ini mamang terlihat begitu mudah. Bila waktu yang tidak produktif dijumlahkan, tentu akan memangkas banyak waktu Anda.no produkif

5. Alasan Kerja Lemah

Mengapa Anda harus bekerja di tempat yang sekarang? Apa yang Anda ingin capai di perusahaan ini? Apa target Anda 2-5 tahun kedepan di perusahaan ini? Apakah pekerjaan saat ini bisa membantu Anda mencapai tujuan besar Anda yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan? Jawaban dari pertanyaan ini menentukan motivasi dan keseriusan Anda dalam bekerja.

Jika jawabanya jelas dan bermakna, maka Anda memiliki motivasi yang tinggi. Anda merasa yang dilakukan saat ini penting. Untuk mencapai produktivitas tinggi tidak akan menjadi masalah berat untuk Anda. Anda hanya perlu sedikit memaksakan diri dalam mengatur diri dan membentuk kebiasaan produktif.

Jika jawabanya kurang jelas dan tidak bermakna, wajarlah jika produktivitas Anda tidak bisa maksimal. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari alasan dari pertanyaan ini. Perkuat alasan dengan melibatkan emosi Anda, letakkan orangtua, keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi di dalamnya.

Ini bertujuan agar motivasi Anda terjaga dengan baik. Dengan motivasi ini akan mempermudah Anda meningkatkan produktivitas kerja Anda.

6. Fokus Pada Masalah Bukan Solusi

Setiap orang tentu akan memiliki masalah di pekerjaannya. Bisa dengan rekan kerja, selisih paham mengenai pendapat yang membuat hubungan menjadi memanas, tugas yang telalu berat, jam kerja yang terbatas serta deadline dari atasan.

Banyak orang terlalu sibuk membicarakan masalah. Ia mencari pembenaran bahwa ia benar-benar disalahkan, dipojokkan, tidak diuntungkan oleh situasi dan kondisi yang ada. Keluhannya ditunjukkan dengan bercerita kepada rekan kerja lain tentang apa yang terjadi. Mereka sibuk dan fokus pada masalah yang ada.

Ini tentu satu tindakan yang kurang bijaksana. Pekerjaan tambahan yang ada tidak akan selesai jika hanya dibicarakan, dipermasalahkan dan dilihat saja tanpa melakukan satu tindakan nyatan untuk mengerjakannya. Fokuslah mencari solusi agar masalah tersebut bisa diatasi. Meminta bantuan atau arahan misalnya.

7. Di Kelilingi Oleh Orang-orang Yang Tidak Produktif

Produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka yang tidak produktif bisa menjadi produktif jika berada di lingkaran orang-orang yang produktif. Secara tidak langsung mereka terpicu menjadi lebih produktif seperti teman-teman yang ada di sekitarnya. Begitu juga sebaliknya.

Coba Anda perhatikan rekan kerja di sekeliling Anda. Apakah mereka memiliki produktivitas kerja yang membanggakan atau tidak. Jika tidak, mendekatlah pada rekan kerja yang memiliki produktivitas kerja dan kontribusi tinggi di kantror Anda.

Ingat juga berdiskusi tentang keberhasilan mereka. Apa saja yang mereka lakukan sehingga bisa mencapai posisi nyaman mereka saat ini. Ini akan membantu Anda menjadi orang lebih produktif.

8. Tidak Punya Peta Kerja Yang Jelas

Satu hal yang membuat Anda tidak bisa produktif adalah tidak adanya peta kerja yang jelas. Anda tidak mengetahui hal penting apa yang harus dikerjakan. Anda menganggap semua penting untuk dilakukan. Akhirnya, Anda hanya menyelesaikan pekerjaan yang diminta oleh atasan dan mengabaikan pekerjaan lain yang tidak kalah pentingnya. Di mana, dibutuhkan waktu dan perhatian yang lama untuk mengerjakannya.

Tidak memiliki peta kerja, sama artinya tidak memiliki prioritas yang jelas. Mana hal yang penting dan mendesak yang harus dikerjakan. Jika Anda tidak memiliki peta kerja, cobalah untuk menyusun jadwal kerja Anda mulai dari pagi sampai sore hari. Kalau bisa, susunlah seminggu sampai sebulan ke depan yang disesuaikan dengan deadline. Ini justru akan membantu Anda memberikan perhatian dan energi yang jelas pada pekerjaan Anda.

9. Asupan Makan Yang Kurang Tepat

Memperhatikan apa yang Anda makan sangatlah penting untuk menjaga kondisi fisik Anda tetap prima saat bekerja. Jika Anda terlalu banyak makan makanan berlemak dan tidak mengimbangi dengan makan sayur dan buah, akan sangat mudah sekali bagi Anda untuk merasa lelah dan mengantuk.

Ini justru akan mengganggu fokus Anda dalam mengerjakan tugas yang Anda. Apalagi menuntut pemilkiran yang harus fokus. Aturlah pola makan Anda agar tubuh dan pikiran Anda bisa bekerja dengan maksimal. Banyaklah makan buah dan sayur karena mengandung banyak serat, vitamin dan mineral. Selain itu, harus ditambahkan juga dengan minum air putih yang cukup. Minimal 3 liter perhari (sesuaikan dengan aktivitas Anda).

Inilah alasan yang membuat seseorang tidak bisa produktif di pekerjaanya. Pembaca, hal apa saja yang membuat Anda tidak produktif di pekerjaan Anda. Tuliskan kometar Anda di bawah ini.

 

Benner-4.pnj

Ronald Sembiring
 

>