Berhenti Merokok? Ini Dia Kunci Suksesnya

“Bagaimana cara mudah dan cepat berhenti merokok?”

Walah,  mana saya tahu? Lhawong saya juga perokok berat. Lhawong saya juga lagi nyari tau gimana cara berhenti merokok,” mungkin demikian jawab Anda ketika membaca pertanyaan di atas.

Ya! Anda adalah perokok berat yang sudah puluhan tahun menjadi perokok aktif.

Anda tahu dan sadar bahwa rokok membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda. Anda juga tahu bahwa rokok membawa dampak buruk bagi keluarga Anda. Rokok bisa memengaruhi kesehatan istri dan anak-anak Anda yang tercinta. Dan, karena itulah, Anda ingin berhenti.

Namun demikian, yang menjadi kendala yaitu sekalipun Anda sadar bahwa rokok membawa dampak buruk bagi diri dan keluarga Anda, seolah ada kekuatan jahat yang mengendalikan diri Anda, membuat diri Anda terus terjerumus dalam kebiasaan buruk itu.

Nah, sebenarnya, benarkah ada kekuatan jahat yang mengendalikan Anda sedemikian sehingga Anda terus terjerumus dalam kebiasaan merokok?

“Ya, tentu ada. Rokok itu kan mengandung zat adiktif yang bikin orang kecanduan,” jawab Anda mantab! Dengan jawaban itu, Anda bermaksud mengatakan bahwa kekuatan jahat yang mendorong Anda untuk terus merokok adalah zat adiktif dalam kandungannya. Zat adiktif itulah yang membuat Anda kecanduan rokok, menjadikan hidup Anda seolah kacau tanpa rokok.

Selain efek adiktifnya, Anda sulit berhenti merokok karena merokok dapat membuat Anda rileks; Rokok merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup Anda; Rokok enak dinikmati saat begadang dan berkumpul dengan teman; Rokok merupakan bukti Anda pria sejati.

Kesemua itu merupakan kekuatan yang mendorong Anda untuk terus merokok.

Jadi, sebenarnya, Anda berkemauan untuk berhenti merokok. Tetapi, kemauan itu kalah dengan kekuatan-kekuatan di atas. Demikian menurut Anda. Yup! Menurut Anda!

cara mudah dan cepat berhenti merokok

Tetapi, apakah demikian juga menurut para pakar?

Menurut para pakar psikologi, masalah merokok bukanlah masalah candu. Seseorang tidak berdaya di hadapan rokok bukan lantaran rokok membuatnya kecanduan, bukan pula lantaran rokok membuatnya rileks. Menurut mereka, masalah merokok lebih pada mindset, sistem kepercayaan yang Anda percayai.

Dan, karena menurut para pakar penyebab seseorang tidak bisa berhenti merokok adalah mindset-nya, maka cara untuk mengatasi kebiasaan merokok adalah dengan merubah mindset tersebut.

Hah? Mindset membuat orang tidak berdaya di hadapan rokok? Maksudnya?” tanya Anda.

Well, untuk memahaminya. Mari kita simak penjelasan berikut.

Mindset dan Kebiasaan Merokok

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Anda sadar bahwa merokok membawa banyak dampak buruk bagi Anda dan keluarga. Beberapa di antaranya yaitu, kesehatan Anda dan keluarga Anda terganggu, gigi rusak, napas tidak sedap, dijauhi teman non-perokok, dan merugikan secara finansial.

Namun demikian, dampak-dampak buruk di atas tidak mempan membuat Anda berhenti. Mengapa? Karena, mindset atau sistem kepercayaan yang Anda yakini mengatakan yang sebaliknya. Mindset yang Anda yakini yakni bahwa merokok merupakan aktivitas pria sejati, merokok tidak membuat orang sakit, bahwa informasi tentang bahaya rokok hanyalah mitos, rokok merupakan aktivitas berkelas, dan bahwa perokok adalah identitas Anda.

Mindset adalah kepercayaan yang melekat di dalam pikiran bawah sadar (subconscious mind). Dan, karena kepercayaan itu melekat di dalam pikiran bawah sadar, maka sangat sulit untuk melawannya.

Sebaliknya, kepercayaan Anda terhadap klaim medis bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan hanya melekat di dalam pikiran sadar (conscious mind). Dan, karena ia hanya melekat di pikiran sadar, maka kepercayaan itu sangat mudah dilawan/dikalahkan oleh mindset.

bagaimana cara mudah dan cepat berhenti merokok

Hal ini persis seperti saat kita percaya klaim ilmiah bahwa hantu itu tidak ada. Sekali pun kita percaya klaim itu, tetapi saat melihat gelas melayang-layang sendiri di udara, bulu kuduk kita langsung berdiri karena mengira itu ulah hantu.

Mengapa bulu kuduk berdiri? Bukankah kita tidak percaya hantu?

Karena, kepercayaan kita terhadap klaim ilmiah bahwa hantu itu tidak ada hanya melekat di pikiran sadar. Sementara itu, dalam pikiran bawah sadar kita, melekat kuat kepercayaan bahwa hantu itu ada.

Kepercayaan akan adanya hantu ini melekat di dalam pikiran bawah sadar kita lantaran lingkungan terus-menerus menjejalkan kepercayaan itu pada kita. Lewat film horor, cerita orang tentang hantu yang sejak kecil kita dengar, serta orangtua yang sering menakut-nakuti kita dengan cerita hantu, kesemua itu membuat pikiran bawah sadar kita percaya bahwa hantu memang ada.

Sampai di sini, bagaimana menurut Anda? Setujukah Anda pada pendapat para pakar bahwa penyebab seseorang sulit berhenti merokok adalah mindset-nya?

Sekarang, mari kita lanjut ke bagaimana cara mudah dan cepat berhenti merokok.

Bagaimana Cara Mudah dan Cepat Berhenti Merokok?

Karena penyebab Anda sukar berhenti merokok adalah mindset yang Anda yakini, maka untuk menghentikan kebiasaan merokok dapat dilakukan dengan cara merubah mindset Anda.

Membongkar mindset Anda

Untuk melakukannya, Anda perlu terlebih dulu membongkar mindset Anda tentang merokok. Mindset apa saja itu?

1. Rokok membuat Anda kecanduan

Anda percaya bahwa merokok membuat Anda kecanduan. Dalam pikiran bawah sadar Anda, Anda yakin bahwa rokok telah membuat Anda tergantung. Dan, Anda percaya (pikiran bawah sadar Anda percaya) bahwa sekarang sudah terlambat untuk berhenti.

Tetapi, apakah kepercayaan bawah sadar Anda itu benar? Benarkah rokok sudah membuat Anda kecanduan dan sekarang sudah terlambat untuk berhenti?

Jawabannya tidak!

Para pakar menjelaskan bahwa efek kecanduan rokok dapat melenyap hanya dalam waktu dua minggu. Ini artinya, tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk berhenti merokok secara total.

Selain itu, efek adiktif dalam rokok tidak seperti efek adiktif pada obat-obatan terlarang. Jika tidak percaya, coba ingat kembali saat Anda menjalani puasa Ramadhan. Apakah puasa membuat Anda sakau karena tidak merokok? Tidak, bukan?

Saat Anda berpuasa di bulan Ramadhan, Anda bahkan mampu menghindari rokok selama satu bulan penuh. Hanya pada malam hari Anda merokok. Ini artinya, tubuh Anda mampu melawan ketergantungan rokok.

Nah, dari situ, dapat kita simpulkan bahwa efek adiktif pada rokok tidaklah sekuat efek adiktif pada obat terlarang. Dan, karena efek adiktifnya lemah, maka cukup mudah untuk melawannya.

Jadi, bahwa rokok membuat orang kecanduan hingga sulit berhenti, itu HANYA MITOS. Buktinya, Anda, seorang perokok berat, dapat dengan mudah melawan rokok pada saat berpuasa di bulan Ramadhan.

Selain di bulan Ramadhan, Anda juga dapat menelusuri seberapa tinggi kadar adiktifitas rokok dengan mengingat kembali saat Anda sedang bepergian dengan pesawat selama beberapa jam.

Di dalam pesawat, tentu Anda tidak merokok. Nah, apakah hal itu mengganggu Anda? Apakah Anda tidak tahan dan ingin segera sampai tujuan hanya supaya dapat merokok? Well, mungkin, pada awalnya hal itu mengganggu. Tetapi, setelah beberapa menit terlewati, niscaya keinginan untuk merokok lenyap.

Sama juga halnya saat Anda berada di dalam kereta. Selama berjam-jam, Anda bisa menahan diri untuk tidak merokok. Meskipun awalnya ada keinginan untuk merokok, tetapi setelah beberapa menit, keinginan itu melenyap.

Ini menunjukkan bahwa kadar adiktif rokok rendah dan dapat dengan mudah dilawan.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan setelah mengetahui bahwa efek adiktif pada rokok dapat dilawan dengan mudah? Yang perlu Anda lakukan hanyalah mempercayai hal itu. Yakinkan diri Anda bahwa efek adiktif rokok dapat dengan mudah Anda lawan.

Bandingkan dua hal berikut ini. Mana kira-kira yang membuat Anda tidak tahan untuk tidak merokok.

cara mudah dan cepat berhenti merokok

Anda sedang bepergian dengan pesawat ke luar negeri. Selama belasan jam, Anda berada di pesawat. Nah, di dalam pesawat, muncul keinginan untuk merokok. Dan, karena hal itu, Anda lantas menggerutu dalam hati, “Kacau! Sudah kecanduan rokok begini, nih. Ga merokok sebentar rasanya bener-bener kaya orang sakau.”

Atau

Anda sedang bepergian dengan pesawat ke luar negeri. Selama belasan jam, Anda berada di pesawat. Nah, di dalam pesawat, muncul keinginan untuk merokok. Tetapi, Anda menganggap hal itu biasa saja, sama seperti saat tiba-tiba terbersit di dalam hati Anda untuk menyantap makanan favorit.

Nah, dari dua ilustrasi di atas, kira-kira, mana yang membuat Anda tidak tahan untuk tidak merokok? Tentu ilustrasi yang pertama, bukan?

Jadi, tidak perlu berpikir katastropik ketika tiba-tiba muncul keinginan untuk merokok. Abaikan keinginan itu seperti saat Anda mengabaikan keinginan menyantap makanan khas Indonesia saat Anda berada di luar negeri, misalnya.

2. “Perokok berat” adalah identitas Anda

Anda adalah seorang perokok berat yang sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi perokok aktif. Ya! Itu benar! Memang demikian menurut Anda.

Namun demikian, apakah itu artinya merokok identik dengan Anda? Benarkah Anda tidak bisa lepas dari rokok? Benarkah rokok teman sejati Anda? Benarkah “perokok berat” merupakan salah satu identitas Anda?

Ada pelajaran menarik tentang apa itu identitas dari film yang pernah penulis tonton. Dalam film itu, diceritakan, seorang homoseksual berteman dengan seorang heteroseks.

Nah, saat keduanya berjumpa, mereka pun saling berbagi cerita. Sang homoseks menceritakan kisahnya, demikian juga sang heteroseks. Hingga pada titik tertentu, sang homoseks bertanya, “Memang benar, aku seorang homoseks. Tetapi, aku juga suka memasak. Aku juga suka bermain game. Aku suka bercocok tanam. Apakah kau kelak mengingatku hanya sebagai seorang homoseks? Atau, kau kelak mengingatku sebagai orang yang gemar memasak dan bercocok tanam?”

Pelajaran apa yang dapat ditarik dari film itu? Pelajaran bahwa identitas bukanlah sesuatu yang tunggal. Seorang homoseks tidak harus dipandang dari orientasi sekualnya belaka. Kita menilai perliaku orang bukan dari orientasi seksual semata. Kita memandang orang dari berbagai macam karakternya, kegemarannya, ketidaksukaannya, dan sebagainya. Dan, sewaktu-waktu, identitas-identitas itu bisa berubah. Mungkin sekarang si A suka memasak, tetapi beberapa tahun kemudian dia lebih gemar membaca buku.

Lantas bagaimana dengan identitas Anda? Sama halnya identitas orang lain, identitas Anda juga tidak tunggal dan tidak permanen. Anda adalah seorang wirausahawan. Selain itu, Anda seorang bapak dari anak-anak Anda. Anda juga suami bagi istri Anda. Anda seorang pecinta sepakbola. Anda seorang perokok berat.

Nah, identitas mana yang harus diingat orang lain ketika mengingat Anda? Mana yang lebih Anda pilih, diingat sebagai pengusaha atau sebagai perokok berat?

cara mudah dan cepat berhenti merokok

Tentu Anda tidak ingin, kan, orang lain mengenal Anda hanya sebagai perokok berat?

Untuk itu, tidak ada salahnya berhenti mengidentifikasikan diri Anda sebagai perokok berat. Bangun image diri Anda bahwa Anda adalah seorang pengusaha sukses, seorang bapak dan suami yang teladan.

Bahwa Anda seorang perokok berat bukan berarti Anda harus memfokuskan diri pada identitas itu. Ya, sekarang, Anda adalah seorang perokok berat. Tetapi, identitas itu bisa berubah kapan saja. Identitas itu tidak permanen.

Nah, dengan meyakini bahwa identitas “perokok berat” yang Anda sandang dapat berubah sewaktu-waktu, maka pikiran bawah sadar Anda pun akan berhenti untuk mempertahankan identitas itu.

Kita membela identitas kita manakala kita mencintai identitas itu dan meyakini bahwa identitas itu tidak dapat dirubah. Sebagai contoh, si A membela identitas agamanya lantaran ia mencintai dan meyakini bahwa identitas itu tidak dapat dirubahnya.

Dulu, penulis adalah seorang perokok. Tetapi, penulis tidak pernah mengidentifikasikan diri sebagai perokok. Penulis tidak pernah ambil pusing apakah orang mengenal penulis sebagai seorang perokok atau tidak.

Nah, saat penulis memutuskan untuk berhenti merokok, keputusan itu pun mudah dijalani. Sampai sekarang, penulis sudah berhenti merokok.

Saat kita mendefinisikan diri sebagai A, maka kita merasa perlu untuk mempertahankan A agar tetap melekat di diri kita, menjadi jati diri kita.

Itulah sebabnya, saat kita mendefinisikan diri sebagai A, maka kita sulit berubah menjadi B.

Demikian halnya dengan identitas Anda sebagai perokok berat. Apabila Anda mengidentifikasikan diri Anda sebagai perokok berat, maka Anda merasa perlu mempertahanan identitas itu agar tetap melekat di diri Anda. Apabila Anda tidak mencintai identitas itu dan apabila Anda yakin identitas itu dapat dirubah, maka Anda niscaya merasa Anda tidak perlu membela identitas itu mati-matian.

3. Rokok merupakan bukti Anda pria sejati

Rokok merupakan bukti pria sejati. Ya, benar, menurut Anda.

Tetapi, jika dipikir secara logis, apa hubungan antara rokok dengan pria sejati?

Tidak ada, bukan?

Nah, bagaimana rokok menjadi simbol pria sejati?

Semua bermula dari iklan. Konsumen terbesar rokok adalah kaum pria. Nah, dengan kenyataan itu, iklan pun membuat image bahwa pria sejati adalah seorang perokok.

Dengan image itu, sang produsen rokok berharap kaum pria tertarik membeli produknya.

Sebenarnya, “pria sejati” hanyalah mitos, sama seperti mitos tetang “perempuan yang cantik” atau pun “wanita yang ideal”.

Tiap orang mendefinisikan wanita ideal adalah yang begini begini, bukan yang begitu. Tiap orang mendefinisikan wanita cantik adalah wanita yang begini, bukan yang begitu.

Ya! Tiap orang memiliki definisi masing-masing tentang wanita ideal dan wanita cantik. Tetapi, kira-kira, apa tujuannya mendefinisikan “wanita yang cantik” dan “wanita yang ideal”? Tujuannya semata-mata untuk menundukkan wanita.

Wanita yang ideal adalah wanita yang bisa memasak,” demikian kata orang. Nah, dengan pernyataan itu, orang tersebut bertujuan agar istrinya bersedia belajar memasak, misalnya.

Lantas, bagaimana dengan definisi “pria sejati”? Sama. Setiap orang mendefinisikan pria sejati adalah bla bla bla. Tetapi, apa tujuan mereka mendefiniskan “pria sejati”? Tujuannya untuk menundukkan kaum pria.

Iklan rokok mendefinisikan “pria sejati” sebagai pria yang gemar merokok. Nah, dengan definisi itu, iklan bisa mengontrol kaum pria untuk bersedia membeli produk rokok.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, bagaimana pendapat Anda? Masihkah Anda percaya bahwa rokok adalah simbol pria sejati?

Bahwa rokok adalah simbol pria sejati, itu hanyalah mitos. Saat ini, pikiran bawah sadar Anda mempercayai mitos itu. Mitos itu bahkan menjadi mindset hidup Anda. dan, karena mitos itulah, Anda merasa tak berdaya di hadapan rokok. Tetapi, setelah mengetahui bahwa itu hanya mitos, maka pikiran bawah sadar Anda pun niscaya berhenti mempercayainya. Ia akan berhenti mempercayai bahwa rokok adalah simbol pria sejati. dan, saat pikiran bawah sadar Anda berhenti mempercayai hal itu, maka ia pun akan berhenti untuk mementingkan rokok.

Merubah mindset Anda

Setelah membongkar mindset-mindset yang membuat Anda sulit berhenti merokok, sekarang saatnya untuk merubah mindset itu menjadi mindset positif, yang mendorong Anda untuk berhenti merokok.

Rubahlah mindset Anda dengan meyakini bahwa rokok tidak membuat Anda kecanduan, Anda bukanlah seorang perokok berat, melainkan pengusaha yang sukses, rokok bukanlah simbol pria sejati, Anda tetap menjadi pria sejati walau pun tanpa rokok.

Tanamkan keyakinan-keyakinan di atas dalam pikiran bawah sadar Anda.

Tetapi, bagaimana cara menanamkan keyakinan di atas ke dalam pikiran bawah sadar?

Untuk mengetahui caranya, Anda dapat melakukan visualisasi dan afirmasi sebagaimana yang penulis jelaskan pada artikel yang berjudul3 Cara Dahsyat Merubah Mindset Negatif Menjadi Mindset Sukses”.

Akhir kata, selamat mencoba 😀

Rina Ulwia
 

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

>