Cara-Cara Mengatasi Stres Ini Harus Anda Hindari

Benner-1.png

 

Apa yang biasa Anda lakukan saat mengalami stres, entah itu karena pekerjaan di kantor atau pun karena masalah lainnya? Mengurung diri dan menghindar dari orang-orang? Merokok? Mengonsumsi minuman beralkohol? Atau, teriak-teriak di pinggir pantai?

Well, apa pun yang Anda lakukan, tidak ada salahnya untuk sesekali merenungkan kembali apakah tindakan yang Anda lakukan dalam menghadapi stres itu bermanfaat atau justru membuat stres Anda semakin menjadi-jadi.

Renungkanlah manakala Anda stres lantas mengurung diri di kamar dan menghindari orang-orang. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Menurut pengalaman banyak orang, mereka akan marah ketika pasangan menyapa dan bertanya kepada mereka mengenai masalah yang membuat mereka stres. Mereka akan merasa alergi ketika pasangan atau kerabat mencoba untuk peduli. Seperti di sinetron-sinteron, mereka pun akan berkata, “Biarkan aku sendiri!,” atau, “Aku butuh waktu untuk sendiri.”

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda melakukan hal serupa? Hayoooo, ngakuuuuu!

Kembali pada topik, jika direnungkan, apakah dengan sikap seperti di atas, stres Anda akan lenyap? Atau, Anda justru akan bertambah stres karena marah-marah?

Nah, pada artikel kali ini, penulis akan membahas beberapa cara mengatasi stres yang harus Anda hindari. Mengapa harus dihindari? Karena dengan cara-cara itu, stres tidak lenyap, tetapi justru bertambah semakin parah.

Untuk itu, simak terus artikel ini. Semoga artikel ini membantu Anda mengetahui cara-cara yang tidak tepat dalam mengatasi stres. Dengan demikian, Anda pun dapat menghindari melakukan cara-cara itu manakala Anda dilanda stres.

Sekarang, mari kita mulai dari cara pertama, yaitu menghindar dari orang-orang terdekat.

Menghindar dari orang terdekat

Seperti yang telah penulis gambarkan di atas, menghindar dari orang terdekat manakala Anda stres justru membuat stres Anda semakin parah.

Mengapa? Saat Anda menghindar dari orang-orang, artinya Anda tidak mau diganggu. Saat mereka berusaha peduli dengan Anda, Anda menganggap mereka hanya sebagai gangguan.

Hal ini tentu saja memicu konflik antara Anda dengan mereka. Mereka akan berpikir bahwa Anda orang yang sulit. Padahal, mereka berniat meringankan beban Anda.

Selain itu, saat Anda stres dan menghindar dari orang-orang terdekat Anda, sejatinya Anda telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan solusi dan nasihat berharga terkait dengan masalah yang sedang Anda hadapi yang membuat Anda stres.

Bisa jadi, orang-orang terdekat Anda hendak menawarkan solusi yang dapat Anda terpakan untuk mengatasi masalah yang membuat Anda stres. Atau, bisa jadi juga, mereka menawarkan pundak mereka sebagai sandaran bagi Anda, yang sedang dilanda stres.

Nah, manakala Anda menghindari mereka, itu artinya Anda telah membuang kesempatan untuk mendapatkan solusi, nasihat, dan penghiburan yang dapat meringankan stres Anda.

Merokok

Bagi sebagian orang, merokok dapat meringankan atau bahkan melenyapkan stres yang mereka derita. Apakah Anda setuju dengan mereka?

Memang, jika ditinjau dari segi medis, kandungan nikotin pada rokok dapat menimbulkan sensasi tenang dan nyaman bagi orang yang mengonsumsinya. Mengapa? karena, saat nikotin masuk ke dalam otak, ia akan melepaskan senyawa kimia yang disebut dopamin. Nah, senyawa inilah yang menimbulkan sensasi tenang dan nyaman.

Tetapi, sadarkah Anda bahwa merokok membawa banyak dampak negatif bagi kesehatan? Merokok dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari gangguan jantung hingga kanker.

Nah, saat Anda dilanda stres dan mengonsumsi rokok demi menenangkan diri Anda, secara tidak langsung Anda telah menyeret diri Anda sendiri pada masalah kesehatan, yang dampaknya jauh lebih besar dari masalah yang Anda hadapi sekarang. Dan, tentu saja, masalah itu (masalah kesehatan akibat rokok) akan membuat Anda lebih stres dibanding masalah yang sekarang Anda hadapi.

Konsumsi minuman beralkohol

Sebagaimana mengonsumsi rokok, mengonsumsi minuman beralkohol pun dapat mengurangi stres. Paling tidak, inilah yang dikatakan sementara orang.

Tetapi, sama seperti rokok, minuman beralkohol mengandung zat yang merusak organ tubuh, yang mengakibatkan masalah kesehatan yang serius.

Oleh karena itulah, mengonsumsi alkohol demi mengurangi stres merupakan cara yang tidak dibenarkan. Sekali pun stres berkurang, tetapi dampak alkohol bagi kesehatan justru akan membuat Anda semakin stres.

Menunda menyelesaikan masalah

Menghindar dari masalah yang membuat Anda stres terkadang tampak menguntungkan. Untuk sementara waktu, Anda dapat melupakan masalah itu dan membuat pikiran Anda tenang.

Akan tetapi, jika masalah tidak segera diselesaikan, maka akibatnya justru fatal. Masalah itu akan merembet ke masalah lainnya, dan Anda pun akan semakin kesulitan untuk mengatasinya. Nah, karena hal itu, Anda justru semakin stres.

Oleh karena itulah, hindari menunda-nunda menyelesaikan masalah yang membuat Anda stres. Ambil waktu untuk menenangkan diri dan pikiran. Dan, setelah pikiran tenang, segera selesaikan masalah itu.

Menghindari aktivitas yang menyenangkan

Seringkali, saat dilanda stres, kita menghindar dari aktivitas yang menyenangkan. Kita lebih memilih untuk mengurung diri di kamar, memikirkan masalah kita.

Padahal, jika direnungkan kembali, saat kita mengalami stres, kinerja otak kita melemah. Ini artinya, otak kesulitan untuk berpikir. Walhasil, memikirkan masalah saat kita sedang stres tidak akan banyak membantu.

Lantas, apa yang harus kita lakukan? Lebih baik kita gunakan waktu yang ada untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Aktivitas yang menyenangkan membuat mood kita membaik dan stres berkurang.

Melewatkan waktu luang

Di atas tadi, penulis menyarankan kepada Anda untuk segera menyelesaikan masalah yang membuat Anda stres.

Pertanyaannya, mengapa sekarang justru penulis menyarankan kepada Anda untuk meluangkan waktu dan berhenti memikirkan masalah Anda? Bukankah itu artinya penulis menyarankan Anda untuk menunda-nunda menyelesaikan masalah?

Well, maksud penulis dengan menunda-nunda menyelesaikan masalah adalah menghindari masalah dan enggan menyelesaikannya. Alih-alih, Anda justru larut dalam emosi (stres) dan mendramatisir masalah Anda.

Yup! Anda meluangkan waktu. Tetapi, waktu yang terluang itu tidak Anda gunakan untuk menenangkan diri dan membuat pikiran Anda rileks. Alih-alih, Anda menggunakan waktu luang itu untuk mendramatisir masalah dan stres Anda. Ini merupakan cara yang salah dalam mengatasi stres.

Yang seharusnya Anda lakukan adalah, meluangkan waktu untuk menenangkan diri dan membuat pikiran Anda rileks, bukan mendramatisir masalah.

Saat pikiran Anda rileks, maka otak Anda pun jernih. Dan, saat otak Anda jernih, ia siap untuk memikirkan kembali permasalahan yang sedang Anda hadapi.

Demikianlah kiranya beberapa cara yang salah dalam mengatasi stres, yang oleh karenanya harus Anda hindari.

Seringkali, secara tidak sadar, kita melakukan cara-cara di atas saat masalah melanda kita dan membuat kita stres. Dan, secara tidak sadar pula, kita mendapati diri kita semakin larut dalam stres akibat menerapkan cara-cara di atas.

Yup! kita tidak sadar. Yang kita tahu, tahu-tahu stres yang kita alami semakin parah saja. Dan, tidak jarang kita menyalahkan orang lain atas stres yang kita derita.

Nah, dengan mengetahui kesalahan kita, maka secara sadar, kita pun dapat menghindari kesalahan itu manakala kita dihadapkan pada masalah yang membuat kita stres.

Setuju, kan? Kami tunggu komentar Anda.

 Benner-1.png

 

Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

Leave a Reply

Close Menu