Develop High Performance Team

Develop High Performance Team

Setiap bisnis dan organisasi menginginkan terbentuknya team yang high performance. Untuk menghasilkan dan mencapai setiap target yang ditetapkan dalam perencanaan strategis perusahaan. Berbagai cara perlu dilakukan untuk mengembangkan team menjadi high performance. Kesulitan utama dalam mengembangkan team berkinerja tinggi karena banyaknya faktor-faktor yang memengaruhi hal itu. Sehingga menimbulkan banyak hal yang harus dilakukan. Jika banyak hal harus dilakukan, maka bagaimana membuat prioritas yang tepat menjadi suatu keharusan.

Ketidaktepatan membuat prioritas apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan apa yang kemudian. Akan menjadikan team yang terbentuk tidak mampu high performance. Sehingga outcome yang dihasilkan tidak optimal. Team akan gagal mencapai hasil, tidak efektif. Serta tidak efisien dalam mengelola dan menggunakan sumber daya perusahaan. Akibatnya adalah kerugian disusul kebangkrutan serta tidak mampu mempertahankan existensinya. Perusahaan akan tumbang dan hilang, tinggal sejarah. Tidak sustain.

Bagaimana menghindari kegagalan di atas?

Untuk mengetahuinya, mari pelajari apa yang dimaksud dengan High Performance terlebih dahulu. Team yang high performance adalah team yang mampu menciptakan profit (profitability) dan mampu membuat berkesinambungan (sustainability). Banyak hal yang harus dilakukan untuk itu. Kategori besarnya adalah mendevelop Attitude, Skill dan Knowledge (ASK) setiap anggota team itu. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Skill yang harus dikuasai.

Tantangan yang muncul untuk meningkatkan Skill adalah mengetahui Skill apa saja yang harus didevelop lebih dulu. Karena banyak sekali jenis skill yang ada. Karena keterbatasan waktu dan juga biaya, maka perlu diketahui dengan benar dan membuat prioritasnya. Meminjam istilah Stephen Covey, apa saja Big Rocknya yang terlebih dahulu harus di prioritaskan, setelah itu baru kerikil sedang, kecil, pasir dan air setelahnya. Jika Anda belum pernah mengetahui ilustrasi Big Rock, silakan tonton video menarik berikut ini:

Nah, setelah Anda melihat video di atas. Apa saja BIG ROCK yang harus dilakukan untuk membuat High Performance Team? Yang bisa membuat team mampu memiliki profitability dan sustainability? .

Salah memasukan urutan BIG ROCK dengan kerikil, pasir dan air akan menjadikan kesalahan besar.Tidak efektiv dan efisien. Serta memengaruhi keberhasilan team bisa mencapai high performance.

Inilah 6 Skill yang merupakan BIG ROCK untuk membangun High Performance Team:

BIG ROCK #1. Skill How To Learn.

Skill ini adalah skill yang paling dasar, disebut mother of skill. Skill lainya akan lebih lebih mudah dikuasai jika Skill How To Learn ini terlebih dahulu dimiliki. Menurut pendapat John Naisbit, seorang futurist yang ramalanya banyak terjadi.Penulis Buku Best Seller Megatrend dan Megatrend 2000:

“Di dunia yang terus berubah, tidak ada satu subjek atau rangkaian mata pelajaran yang akan melayani Anda di masa yang akan datang, apalagi selama sisa hidup Anda. Keterampilan yang paling penting untuk didapat saat ini adalah Skill How To Learn”.

Hal ini di dukung oleh Bapak Management Modern, Peter Drucker. Beliae manyarankan “”Kita sekarang harus menerima fakta bahwa belajar adalah proses seumur hidup untuk terus bisa mengikuti perubahan jaman. Dan tugas yang paling mendesak adalah mengajar orang bagaimana memiliki Skill How To Learn. “.

Maka dari itu, Skill ini sangat sangat penting dikuasai sebagai Mother Of Skill. Terdiri dari 3 Skill, yaitu:

Pertama: Bacakilat 3.0, bagaimana menuntaskan buku 200-300 halaman dengan pemahaman tinggi, mencapai 100% tujuan membaca dalam kurang dari 2 jam. Kedua: Effective Writing Skill, semakin hari orang semakin harus banyak menulis, bagaimana berkomunikasi melalui tulisan. Memengaruhi banyak orang dengan efektif dan efisien. Kebutuhan menulis terus meningkat, yang dilakukan orang di sosial media, wa, blog, facebook, line apa?…menulis bukan?. Ketiga: Super Memory, adalah bagaimana Anda dapat ingat hal-hal yang perlu (dan harus) Anda komunikasikan dan jelaskan kepada orang lain. Kepada atasan, client, partner, rekan kantor dan relasi Anda.

BIG ROCK #.2. Effective Communication Skill.

Setiap orang hampir setiap saat melakukanya. Melamar pekerjaan memakai komunikasi. Interview pakai komunikasi. Membuat laporan adalah kemampuan berkomunikasi. Meeting, sales, marketing, negosiasi, management, leadership dan persuasi semua memerlukan skill komunikasi. Suksesnya menjalin hubungan dengan keluarga, teman, customer, partner berdasarkan skill ini. Banyak orang bisa berbicara namun tidak banyak orang yang bisa berkomunikasi secara efektif.

Skill ini terdiri dari 3, yaitu: Intrapersonal, Interpersonal dan Organizational Effective Communication Skill. Orang tidak akan berhasil berkomunikasi Interpersonal sebelum bisa mneguasai Intrapersonal. Demikan juga jika interpersonal communication nya belum bagus maka organizational communication juga akan gagal.

Brad Sugars, seorang Business Coach dan Multi Milyuner dunia mengemukakan “Komunikasi adalah bahan bakunya hubungan (relationship). Relationship adalah bahan dasarnya trust. Dan trust adalah syarat mutlak terjadinya bisnis dan employment.” Hal ini sesuai dengan pendapat Dale Carnegie, melalui The Cranegie Institute “ 85% of your financial success is due to your personality and ability to Communicate, negotiate and lead”.

BIG ROCK #.3. Finding The Right Man In The Right Place At The Right Time.

Jika tidak tepat atau kurang memilih anggota team maka yang terjadi adalah beban team akan bertambah berat. Bukan menjadi ringan. Perforamnce team akan menurun dan tidak bagus. Bahkan team yang tidak tepat bisa menjadi sumber kegagalan seluruh team. Dengan menyebarkan toxicnya ke anggota team lain yang bahkan sudah sangat solid.

Bagaimana agar mendapatkan anggota team yang tepat dan mengelolanya supaya mereka menjadi the right man in the right place at the right time?

Pertama yang harus dilakukan adalah menyusun Competence Management Framework (CMF). CMF akan meliputi Competence Development Analysis yang sesuai dengan strategic planning perusahaan baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Mengidentifikasi core competence dan supporting competence apa saja yang harus dimiliki dan dikelola. Berapa jumlahnya dan seberapa expert yang dierlukan untuk mencapai target-target strategic plan.. Menyopir mobil sedan, truck double engkel dan tronton memerlukan skill yang berbeda. Demikian halnya mengelola bisnis 10 Milyar dengan 100 Milyar apalagi yang 1 T adalah hal yang berbeda.

Apa jadinya jika karyawan Anda baru bisa menyetir mobil sedan kemudian Anda haruskan nyetir tuck trontonatau truck gandeng? Sangat berisiko bukan?

Competence development adalah bagian dari CMF, harus meliputi professional skill, business skill dan human skill.

Kedua, Onboarding sistem yang baik. Mendapatkan right people yang talented memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika memamui headhunter. Setelah mendapatkan mereka dengan susah payah, apa yang harus dilakukan perusahaan untuk memastikan mereka akan sukses dan memalui masa 12 bulan pertama di perusahaan yang merupakan critical phase untuk setiap orang yang baru onnobard? Untuk itu perlu memiliki Onboarding System yang baik.

Jika Anda sudah berhasil mendapatkan orang yang sangat talented, tetap tidak memiliki program untuk ensure mereka sukses pada masa 12 bulan pertama, apa yang akan terjadi? Mereka akan resign dan pindah, berapa biaya yang sudah Anda keluarkan ditambah biaya baru untuk merekrut another/other telented?

Ketiga, memutuhkan sistem recruitment yang effective dan efficient. Dimulai dengan mengetahui personality job description yang kita butuhkan. Kemudian saat membuat advertising adalah masa paling critical untuk system ini. Bagaimana bisa menarik talented dan qualified candidate yang berkualitas dengan sedikit mungkin pelamar dan paper work. Semakin banyak jumlah pelamar yang tidak qualified masuk ke inbox Anda, maka sudah dipastikan tidak akan efektif dan efisein.

Bandingkan, apa yang terjadi jika menerima 200 lamaran, setelah di seleksi hanya 5 oarang yang qualified? Berapa waktu yang dibutuhkan untuk itu? Dibanding dengan hanya 25 orang yang melamar tapi 18 yang qualified?

Bagaimana jika Anda memiliki sistem yang bisa langsung menyaring qualified kandidat sebelum Anda membaca surat lamaran yang pertama?

BIG ROCK # 4. Sales Dan Marketing.

Ini adalah soul of the businesss. Nyawanya bisnis, jika sales dan merketing tidak berhasil maka bisnis akan mati. Apa bedanya sales dan marketing. Ada beberapa pendapat tentang ini, marketing adalah perencanaan, sales adalah eksekusinya. Pendapat lain adalah marketing itu adalah proses yang harus menghasilakn tools dan equipment untuk sales. Sementara yang lain berpendapat, semua perencanaan dan strategi yang tidak dilakukan di depan calon customer disebut marketing dan semua activitas yang dilakukan di depan calon customer adalah sales.

Secara garis besar Marketing ada 5 langkah yaitu: 1. Mendapatkan calon pelanggan melalui Targeting, Segmenting dan Positioning (STP) ada 73 teknik. 2. Mengkonversi calon pelanggan menjadi pelanggan. Ada 83 teknik. 3. Menaikan jumlah transaksi. Ada 68 teknik. 4. Menaikan omset atau total belanja customer. Ada 53 teknik. 5. Menaikan profit margin. Ada 67 teknik. Total ada 344 teknik marketing yang bisa Anda pilih, terapkan, test dan ukur.

Sales. Adalah menawarkan dan close the deal. Ada 2 kategori besar dalam sales. Pertama adalah transactional sales, ini sangat cocok untuk low proce product atau services. Teknik ini banyak berhasil untuk menjual produk-produk dan servis yang harganya tidak besar. Teknik ini kurang cocok dan ampuh untuk menjual sistem dan servis yang harganya tinggi. Kedua adalah strategical sales. Ini cocok untuk menjual sistem dan servis yang berharga tinggi yang memerlukan staregi menjual yang tepat.

Apa yang terjadi jika tenaga sales dan marketing salah menggunakan teknik-teknik di atas? Bagaimana jika mereka knowledgable dan tahu kapan mereka menggunakan teknik yang mana? Berapa % peningkatan efisiensi dan efektifitas yang akan Anda alami?

Bagaiman jika kompetitor Anda sudah memahami dan melakukan teknik-teknik di atas?

BIG ROCK # 5. Financial Management.

Setelah berhasil menjual produk, sistem, dan service tentunya akan mendapatkan revenue dan profit. Sekarang sudah bisa create money. Pertanyaanya, so uangnya akan dipakai untuk apa? Mau dikelola seperti apa?

Seorang pakar keungan dalam bukunya menjelaskan, it is important how much do you get, and much more important how do you manage.

Sebagai sebuah perusahaan, bagian financial harus bisa mengeloa uang yang dihasilkan dengan segenal usaha dari seluruh team. Apa jadinya jika salah mengambil keputusan dalam keuangan? Yang banyak terjadi adalah, uang akan habis dalam waktu sangat singkat. Akibatnya perusahaan kesulitan liquiditas, selanjutnya dijual atau bangkrut.

Sebagai personal dan anggota dari setiap team, apa yang terjadi jika ada anggota team yang memiliki masalah dengan keuangan? Apa yang akan terjadi dengan team tersebut? Terganggukah performancenya? Pernahkan mendengar cerita atau bahkan mengalami sendiri para debt collector mendatangi kantor Anda menanyakan salah satu anggota team Anda yang sedang mereka cari? Bagaimana jika ini terjadi dengan perusahaan Anda?

Pentingnya mengelola keuangan baik secara perusahaan maupun setiap karyawan sangat penting. Karena satu-sama lain saling interdependent. Saling memengaruhi. Jika perusahaan mengalami masalah keuangan maka performance team akan terganggu. Demikian juga jika salah satu anggota team bermasalah keuaganya, maka perfrmance team juga akan terganggu.

Apa yang terjadi jika bisa mampu cepat menghasilkan uang, tapi tidakbisa mengelolanya dengan baik di level perusahaan dan karyawan?

Langkah 1 sampai 6 ini akan memastikan perusahaan bisa mendapatkan profit. Namun bagi sebuah perusahaan, apakah profit saja cukup? Hampir setiap pedagang di pasar dan di manapun bisa menghasilkan profit. Kemudian apa bedanya pedagang dengan perusahaan? Bedanya perusahaan harus memiliki sustainability. Yaitu kemampuan untuk terus exist dan berkesinambungan. Ini hanya bisa dicapai hanya melalui step yang ke 6 yaitu memiliki Leadership Yang Great.

BIG ROCK # 6. Great Leadership

Untuk membuat perusahaan memiliki kemampuan sustainability diperlukan adanya orang-orang yang memiliki skillsebagai Business Artist, orang yang visioner. Mampu melihat jauh kedepan, yang orang lain belum bisa melihatnya. Bagaimana memiliki orang yang memilki seperti ini? Apakah ini bisa dilatih? Ini bisa dilatih, karena ini adalah skill.Semua yang dinamakan skill bisa dilatih dan berhasil dikuasai dengan latihan-latihan yang memadai.

Leadership ada 5 level.

Level 1. Leading Self.

Dimulai dengan Knowing self. Ini yang paling fundamental. Sesorang tidak akan bisa leading self jika tidak knowing self. Memahami diri sendiri. Apakah seseorang itu sudah paham mengenai roda kehidupanya? Apakah orang itu paham mengenai personalitynya sendiri? Apakah seseorang itu paham modalitas yang dominan untuk menangkap sesuatu dari luar dirinya? Jika belum, maka ini harus dipahami seceatnya, bagaimana bisa memahami orang lain jika belum memahami dirinya sendiri?

Level 2. Leading Others.

Setelah bisa leading self maka siap untuk mulaileading others. Untuk bisa leading others perlu memahami others dalam hal bagaiana memotivasi, menginfluence, memahami personality dan modaitas orang-orang yang dipimpin nya. Memahami hukum-hukum leadership. Menurut John C. Maxwell ada 21 hukum-hukum leadership yang wajib dipahai oleh setiap leader level ini. Dua hal yang paling penting di level ini adalah menetapkan arah (kompas) untuk mencapai efektivitas dan memotivasi orang. Mengerti bagaimana menggunakan sumber daya seefisien mungkin.

Level 3. Leading Leaders.

Setelah bisa leading others maka bisa naik satu step untuk leading leaders. Menjadi pemimpinya para pemimpin. Untuk menjadi ini harus memiliki integritas yang kuat. Mampu menjadikan diri lead by example atau walk the talk. Selalu berpola pikir dan berusaha mencetak leader yang lebih baik dari dirinya. Lebih dalam memahami setiap sumber motivasi dara para pemimpin yang dipiminya. Berorientasi pada people.

Level 4. Situational Leadership.

Mampu memimpin dalam situasi apapun, baik situasi bisnis yang trend up maupun trend down. Baik lingkungan yang sederhana maupun komplek. Dalam diversity orang yang berbeda-beda sudut pandang, latar belakang, skill dan motivasi. Memahami barwa setiap orang memiliki situasi yang berbeda-beda dan bahkan berubah-ubah setiap saat. Serang senior yang skillful belum tentu selalu dalam kondisi motivasi tinggi pada saat diperlukan. Sebagai seorang pemimpin apa yang harus dilakukan?

Apa yang harus dilakukan jika menghadapi orang dengan 4 keadaan ini?

  1. Motivasi rendah dan skill rendah?
  2. Motivasi tinggi dan skill rendah?
  3. Motivasi rendah dan skill tinggi?
  4. Motivasi tinggi dan skill tinggi.

Itu semua memerlukan gaya leadership yang berbeda-beda, salah menerapkan gaya leadership pada salah satu situasi di atas hasilnya akan salah dan kritikal.

Apakah para leader di perusahaan Anda sudah memahami hal ini?

Level 5. Leading Change.

Menjadi pemimpin yang tidak hanya mengelola dan menghadapi perubahan namun bagaima menjadi creator perubahan. Bagaiman bisa menjadi creator new rule of the game. Sebagian orang bilang bagaimana menjadi innovatif dibanding dengan competitor dan industri business yang semakin merging tetapi terintegrasi ini. Apa yang dibutuhkan supaya innovatif? Apa yang diperlukan supaya kreatif? Apa yang dibutuhkan agar Leading Change?

Seseorang akan innovatif jika memiliki knowledge yang berbeda. Bahan baku innovasi adalah pengetahuan. Maka contious learning dan continous developing adalah kunci agar bisa leading change. Anthonny Robbin memberikan pendapat yang brilliant. Hanya ada 2 situasi dalam perusahaan, growing atau dying. If you are stop growing then you start dying. Apanya yangharus growing, ASK nya. Abilities, Skill Dan Knowlegde.

Apa yang akan terjadi jika karyawan dan perusahaan stop growing? Jangankan stop growing, apa yang terjadi jika kecepatan karyawan dan perusahaan dalam belajar dan menghadapi perubahan situasi kalah cepat dengan kompetitor? Dengan cepat akan tereliminasi.

Hal yang paling sulit untuk seorang pemimpin adalah, menemukan dan mendevop orang yang pada akhirnya bisa melebihi dirinya. Ini tantangan terbesar karena melibatkan ego diri. Harus bisa mengalahkan diri sendiri untuk bisa creating greater leader.

Apakah Anda merasa sudah memberikan 6 Big Rocks itu kepada team? Tapi hasilnya kok belum meuasakan?

Bagaimana dengan urutanya? Karena seperti ilustrasi Big Rock di atas?

Mendevelop skill semua anggota team memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apa yang akan terjadi jika urutan yang mereka harus dapatkan salah prioritasya?

Atau…Anda bahkan belum memberikan semua ke 6 Big Rocks di atas? Apa yang terjadi jika kompetitor Anda sudah?

Selamat belajar. Let learning continuously.

Semoga sukses dan berbahagia.

Salam,

Ery Prasetyawan

Ery Prasetyawan
 

>