Hal Ini Perlu Anda Waspadai dalam Komunikasi Kerja

“Never complain, never explain.”

-Benjamin Disraeli

Kemarin, teman penulis bercerita bahwa dirinya baru dicurangi oleh rekan kerjanya. Ceritanya, dia dan rekan kerjanya hendak menghadiri meeting bersama direksi di temat mereka bekerja. Kebetulan, tempat meeting tersebut diadakan di luar kantor. Karena itu, keduanya harus pergi dengan kendaraan.

Singkat cerita, di perjalanan, keduanya menghabiskan waktu untuk mengobrol. Tema yang mereka obrolkan adalah materi yang hendak di-meeting-kan. Tanpa sadar, teman penulis itu menjelaskan panjang lebar idenya kepada rekan kerjanya. Dan tahukah Anda apa yang terjadi ketika meeting berlangsung?

Ide tersebut dicuri oleh sang rekan kerja. Di dahapan direksi, rekannya menyampaikan ide yang sebenarnya ide teman penulis dan mengakuinya sebagai idenya.

Kejadian itu membuat teman penulis menyesal telah menjelaskan ide tersebut kepada temannya.

Pernahkah Anda mendengar cerita serupa? Atau, jangan-jangan Anda pernah mengalami sendiri kejadian seperti yang dialami teman penulis itu?

Di dalam dunia bisnis dan karir, cerita di atas sangatlah lumrah. Kita sering menjumpainya. Kita sering mendengar desas-desus musisi ini mencuri karya musisi itu, perusahaan ini mencuri ide perusahaan itu, si ini mencuri ide si itu.

Dari kasus-kasus seperti itu, dapat kita simpulkan bahwa kita harus waspada dan berhati-hati dengan satu hal ini dalam dunia bisnis, karir, dan pekerjaan. Apa itu? PENJELASAN.

Sebenarnya, penjelasan merupakan hal yang penting dan perlu kita lakukan dalam komunikasi kerja. Tujuan penjelasan yaitu untuk menjadikan orang paham dan dapat menerima keputusan dan pilihan yang kita buat.

Anda perlu menjelaskan kepada rekan bisnis Anda mengenai mekanisme kerja sama yang ingin Anda jalin dengannya. Atau, Anda perlu mempresentasikan/menjelaskan kepada rekan bisnis mengapa perusahaannya harus memilih bekerja sama dengan perusahaan Anda. Apa keuntungannya.

Kepada atasan Anda, Anda juga perlu menjelaskan ide atau keputusan yang Anda buat. Kepada pelanggan, Anda perlu menjelaskan semua informasi yang perlu diketahui olehnya.

Intinya, kepada pihak-pihak yang berurusan dengan bisnis dan tugas Anda, Anda perlu menjelaskan apa yang memang perlu mereka ketahui. Atasan, rekan bisnis, dan pelanggan, kesemuanya memiliki urusan dengan apa yang Anda kerjakan. Anda bertanggung jawab kepada mereka. Pilihan dan keputusan yang Anda buat berhubungan dan bahkan memengaruhi keputusan dan pilihan mereka. Oleh karenanya, Anda perlu menjelaskan kepada mereka apa yang memang perlu mereka pahami agar mereka dapat menerima keputusan dan pilihan Anda.

Lalu, dalam komunikasi kerja, kepada siapa Anda perlu mewaspadai penjelasan Anda?

Kepada pihak-pihak yang tidak ada urusannya dengan bisnis dan tugas Anda. Contoh, rekan kerja yang pekerjaan Anda memang tidak berurusan dengannya atau jenis pekerjaan Anda tidak memerlukan kerja sama dengannya. Contoh lainnya yaitu teman Anda yang memang tidak ada hubungan bisnis ataupun hubungan kerja dengannya seperti tetangga dan teman-teman dalam pergaulan Anda.

komunikasi kerja

Selain bahaya pencurian ide, adakah alasan lain mengapa Anda perlu waspada dengan penjelasan Anda? Atau, lebih tepatnya, adakah alasan lain mengapa Anda tidak perlu memberikan penjelasan kepada orang-orang tentang keputusan dan pilihan yang Anda buat?

Jawabannya, tentu saja ada. Dan, berikut ini beberapa di antaranya.

Alasan Mengapa dalam Komunikasi Kerja Anda tidak Perlu Menjelaskan kepada Orang lain tentang Keputusan dan Pilihan Anda

Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menjelaskan keputusan dan pilihan Anda kepada pihak-pihak yang tidak berurusan dengan pekerjaan dan bisnis Anda.

1. Penjelasan memberikan mereka power untuk memanipulasi Anda

Memberikan penjelasan tentang keputusan Anda kepada pihak yang tidak memiliki urusan dengan bisnis dan pekerjaan Anda, kepada pihak yang tidak menjalin hubungan kerja sama dengan Anda dapat memberi mereka power untuk memanipulasi Anda.

Penjelasan Anda membuka kesempatan bagi mereka untuk memengaruhi keputusan yang Anda buat. Kritik, pertanyaan, dan saran yang mereka kemukakan dalam penjelasan Anda dapat membuat Anda membatalkan atau mengubah keputusan Anda sesuai dengan keinginan mereka.

Padahal, keputusan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka. Dan, tentunya Anda sudah berpikir panjang dan mempertimbangkannya dari berbagai sisi sehingga Anda yakin untuk mengambil keputusan itu.

2. Penjelasan mengindikasikan bahwa Anda tidak percaya diri dengan keputusan Anda

Memberikan penjelasan mengenai keputusan Anda kepada pihak-pihak yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dan pekerjaan Anda mengindikasikan Anda tidak percaya diri dengan keputusan yang Anda buat.

Penjelasan itu memberik kesan seolah Anda butuh pengakuanĀ dari mereka tentang keputusan tersebut. Seolah-olah, tanpa pengakuan dari mereka, keputusan yang Anda buat tidaklah sah. Padahal, mereka tidak berhak menilai keputusan Anda karena urusan Anda bukanlah urusan mereka. Mereka tidak berhak mencampuri urusan Anda.

3. Penjelasan dapat berubah menjadi pembenaran (excuse)

Terkadang, Anda juga tidak perlu terlalu detail ketika memberikan penjelasan kepada pelanggan, atasan, atau mitra bisnis Anda meskipun urusan mereka berhubungan dengan urusan Anda, terutama saat Anda melakukan kesalahan atau kelalaian.

Mengapa?

Penjelasan itu bisa berubah menjadi pembenaran (excuse). Selain hal itu akan dinilai buruk di mata atasan, rekan bisnis, dan pelanggan Anda, hal itu juga membuat Anda kurang kreatif. Anda terlalu berfokus pada hambatan sehingga lupa untuk menyelesaikan masalah Anda. Anda bukannya mencari solusi tetapi malah mengeluhkan hambatan-hambatan tersebut.

Jika sudah begitu, maka urusan Anda tidak kunjung terselesaikan. Akhirnya, pelanggan pergi, atasan tidak mempercayai Anda lagi, dan rekan bisnis mengurungkan niat untuk bekerja sama dengan Anda.

 

Nah, demikianlah beberapa alasan mengapa dalam komunikasi kerja Anda harus mewaspadai penjelasan Anda kepada orang lain.

Seperti yang kita tahu, penjelasan memang merupakan hal penting dalam komunikasi kerja. Ia memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berurusan dengan bisnis atau tugas Anda. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memberikan penjelasan. Anda harus tahu kepada siapa dan dalam situasi apa Anda perlu memberikan penjelasan dan kepada siapa dan dalam situasi apa sebaiknya Anda tidak menjelaskan keputusan dan pilihan Anda.

Sekarang, apakah artikel ini memberikan Anda manfaat? Jika ya, silakan membaginya kepada teman-teman Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Dan, jangan lupa berikan komentar šŸ˜€

Baca juga:

Ingin Menciptakan Komunikasi yang Efektif? Ini Dia Rahasianya!

4 Kebiasaan yang Menghancurkan Komunikasi Anda dengan Orang Lain

Pria Vs Wanita (Gaya Komunikasi)

Bagaimana Cara Menghilangkan Kecemasan Sosial?

4 Tips yang Akan Membantu Anda Bersepakat dengan Orang Lain

 

 

 

 

About the Author

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

Leave a Reply 0 comments

Leave a Reply: