Merasa Sulit Membangun Minat Baca? Temukan Solusinya dalam Artikel Ini!

Merasa Sulit Membangun Minat Baca? Temukan Solusinya dalam Artikel Ini!

Tidak setiap orang suka membaca. Ini wajar. Sama seperti minat pada kegiatan lainnya, minat baca tergantung pada masing-masing orang.

Mungkin, ada orang yang gemar menggambar, tapi tidak suka membaca. Di tempat lain, ada yang gemar membaca tapi tidak suka menggambar.

Tapi, bagi orang yang sudah tahu membaca itu penting, maka mau tak mau ia perlu menumbuhkan minat baca dalam dirinya.

Masalahnya, menumbuhkan kecintaan terhadap buku, terhadap kegiatan membaca tidaklah semudah membalik telapak tangan. Seringnya, begitu mau mulai membaca, ada saja hal yang menghalangi kita menyelesaikan buku. Baru buka halaman pertama, rasanya sudah mengantuk. Atau, di tengah halaman, ada kalimat yang sulit dipahami. Belum lagi rasa malas, bosan, dan susah konsentrasi.

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan minat baca jika kenyataannya seperti itu?

Tak perlu khawatir. Anda masih bisa mengatasinya. Kuncinya, pertama ketahui dulu apa penyebab minat baca sulit ditumbuhkan. Dari situ, Anda akan tahu bagaimana solusi membangun minat baca dalam diri Anda.

Jika begitu, apa penyebab minat baca sulit ditumbuhkan? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan berikut ini.

Mengapa Membangun Minat Baca Itu Sulit?

minat baca

Membaca merupakan aktivitas yang melibatkan 2 sisi: sisi pembaca dan sisi buku itu sendiri. Efektivitas membaca dipengaruhi 2 sisi tersebut. Artinya, Anda perlu mempertimbangkan aspek buku dan aspek diri Anda sendiri agar kegiatan membaca Anda maksimal.

Bagaimana aspek buku memengaruhi efektivitas membaca?

Aspek buku memengaruhi efektivitas melalui bentuk susunannya, layout, jenis tulisan/font, ketebalan buku, gaya bahasa yang digunakan si penulis dan semua hal dari buku yang memengaruhi kenyamanan kita dalam membaca.

Ada buku yang susunannya memudahkan kita untuk membacanya. Ada juga buku yang susunannya justru membuat kita bingung. Ada buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Ada juga buku yang ditulis dengan gaya bahasa yang berat sehingga sulit dipahami.

Meskipun memengaruhi efektivitas kita dalam membaca, kita tidak bisa mengubah aspek ini untuk meningkatkan efektivitas membaca kita. Kita tidak bisa mengubah gaya bahasanya, bentuk susunannya, jenis font-nya untuk mempernyaman kita dalam membaca.

Tapi, tidak perlu khawatir, kita masih bisa meningkatkan efektivitas membaca dengan mengubah aspek yang kedua, yakni aspek pembaca alias diri kita sendiri.

Apa yang dimaksud dengan aspek pembaca?

Karena kita membaca dengan memberdayakan pikiran/otak dan mata kita, maka aspek pembaca meliputi pikiran/otak dan mata. Dua hal itulah yang paling berpengaruh terhadap efektivitas membaca. Di samping itu, posisi tubuh juga memiliki pengaruh.

Nah, untuk meningkatkan efektivitas membaca, kita bisa memanfaatkan prinsip kerja otak/pikiran, mata, dan tubuh kita. Selain itu, sesuaikan juga prinsip kerja otak, mata, dan tubuh dengan aspek buku.

Jadi, di sini, karena aspek buku tidak bisa diubah, maka yang perlu kita ubah adalah aspek kitanya. Jika buku yang kita baca tebal, tentu kita tidak bisa mengubah ketebalan buku itu. Apa yang bisa kita lakukan adalah mengatur posisi badan kita sedemikian sehingga nyaman dalam membawa buku itu. Jika susunan buku yang kita baca menyulitkan kita memahami isinya, kita tidak bisa mengubah susunan itu, tapi kita bisa mengubah cara berpikir kita menyesuaikan bentuk susunan itu. Jika buku yang kita baca tulisannya kecil-kecil, kita tidak bisa mengubah ukuran tulisannya untuk memudahkan kita dalam membaca. Tapi, kita bisa menggunakan kaca pembesar/kacamata untuk membacanya.

Itulah gambaran besar bagaimana kita bisa membuat kegiatan membaca buku lebih efektif.

Tapi, mungkin Anda bertanya, “Apa hubungan efektivitas membaca dengan minat baca? Bukannya yang sedang dibahas itu minat baca? Kok malah bahas efektivitas membaca? Apa penyebab minat baca sulit dibangun?”

Tenang! Penulis akan jelaskan hubungan keduanya dan jelaskan penyebab minat baca sulit di bangun di sini. Hehe.

Hubungan Antara Efektivitas Membaca dan Minat Baca

minat baca

Efektivitas membaca berarti seberapa besar manfaat yang kita peroleh dari kegiatan membaca. Semakin tinggi efektivitasnya, maka semakin besar manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan membaca. Sebaliknya, semakin rendah efektivitasnya, maka semakin kecil juga manfaat yang akan kita dapatkan.

Semakin besar manfaat yang kita dapatkan, maka itu menandakan kita telah membaca buku dengan efektif. Sebaliknya, semakin kecil manfaat yang kita dapatkan, maka itu artinya kita tidak membacanya dengan efektif.

Salah satu sifat manusia yaitu melakukan sesuatu berdasarkan tujuan. Saat menyapu halaman, kita melakukannya bukan karena kegiatan menyapu itu sendiri, melainkan agar halaman tampak bersih. Ketika kita bekerja, kita melakukannya bukan untuk pekerjaan itu sendiri, melainkan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Membaca pun begitu, ketika kita membaca buku, kita melakukannya bukan untuk aktivitas membaca itu sendiri, melainkan untuk mendapatkan manfaat dari isi buku yang kita baca.

Bagaimana jika meskipun sudah membaca buku tapi kita tidak mendapatkan manfaat darinya? Maka, di waktu selanjutnya, kita pun jadi malas membaca. Sebaliknya, jika setelah membaca buku kita mendapat banyak manfaat dari buku yang kita baca, maka di waktu selanjutnya kita pun semakin termotivasi untuk membaca, minat untuk membaca menjadi lebih besar.

Jadi, efektivitas membaca berpengaruh pada besarnya manfaat yang diperoleh. Besarnya manfaat yang diperoleh berpengaruh pada minat baca. Semakin tinggi efektivitas membaca kita, semakin besar manfaat yang akan kita peroleh, maka semakin besar pula minat baca dalam diri kita. Begitu pun sebaliknya.

Dari kesimpulan itu, Anda paham, bukan, untuk menumbuhkan/meningkatkan minat baca, Anda perlu meningkatkan efektivitas membaca Anda? Artinya, penyebab mengapa minat baca sulit dibangun yaitu karena setiap kali membaca buku Anda merasa Anda tidak mendapatkan manfaat darinya. Atau, hanya sedikit sekali manfaat yang Anda peroleh, dan prosesnya sangat sulit.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara meningkatkan efektivitas membaca?

Mari kita telusuri jawabannya.

Bagaimana jika Anda bisa Membangun Minat Baca dalam Diri Anda?

minat baca

Bagaimana cara meningkatkan efektivitas membaca?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, efektivitas membaca bergantung pada 2 aspek, aspek buku dan aspek pembaca/kita. Aspek buku tidak bisa diubah; Apa yang bisa diubah adalah aspek pembaca.

Jadi, untuk meningkatkan efektivitas membaca, Anda bisa melakukannya dengan mengubah aspek pembaca, yang tak lain diri Anda sendiri.

Tapi, maksud mengubah aspek pembaca itu bagaimana?

Mengubah aspek pembaca berarti mengubah cara berpikir, cara membaca buku, dan mengubah posisi badan disesuaikan dengan buku yang dibaca.

Contoh, seperti yang sudah penulis sebutkan di awal, jika susunan bukunya membuat Anda bingung, Anda bisa mengubah cara Anda membaca buku itu sedemikian rupa sehingga Anda tidak bingung. Jika tulisannya terlalu kecil, Anda dapat membacanya dengan kaca pembesar. Agar mudah diingat poin-poin pentingnya, Anda dapat menandainya. Saat membaca buku tebal yang membuat Anda terintimidasi, Anda dapat mengubah cara pandang Anda terhadap buku itu sehingga perasaan terintimidasi hilang.

Intinya, Anda dapat mengkondisikan pikiran/otak, mata, dan tubuh Anda sedemikian sehingga efektif dalam menyerap isi buku yang Anda baca.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengkondisikan pikiran, mata, dan tubuh untuk bisa menyerap isi buku dengan efektif?

Anda dapat menggunakan metode atau strategi membaca yang tersedia. Dalam dunia pembelajaran, ada banyak sekali metode, strategi, atau teknik membaca yang disesuaikan dengan kerja pikiran dan karakter buku. Anda dapat memilih yang paling efektif di antara metode-metode itu.

Nah, setelah menyimak panjang lebar penjelasan di atas, kesimpulan apa yang dapat Anda Tarik?

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa:

  1. Minat baca sulit dibangun karena dari aktivitas membaca yang kita lakukan, kita tidak memperoleh manfaat. Dan, karena merasa tidak ada manfaatnya, kita merasa membaca buku itu percuma.
  1. Seandainya dari membaca kita bisa memperoleh manfaat, maka niscaya timbul minat dalam diri kita untuk membaca.
  1. Jadi, minat baca bisa tumbuh jika kita bisa membuat aktivitas membaca itu bermanfaat.
  1. Agar dapat memperoleh manfaat dari membaca, kita perlu meningkatkan efektivitas membaca.
  1. Dan, untuk meningkatkan efektivitas membaca, kita perlu menggunakan metode/teknik membaca yang efektif.
  1. Jadi, bisa disimpulkan untuk menumbuhkan/meningkatkan minat baca, gunakan metode membaca yang efektif.

Sekarang, tugas Anda adalah mencari metode/teknik membaca yang efektif, yang bisa membantu Anda memperoleh banyak manfaat dari buku-buku yang Anda baca.

Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

Leave a Reply

Close Menu