3 Cara Menyikapi Pikiran Negatif, Mana yang Paling Efektif?

Bagaimana cara menyikapi pikiran negatif?

Demikian tanya Anda kepada diri Anda sendiri. Kata orang, jawabannya sangat mudah! Ganti pikiran itu dengan pikiran yang positif!

Tetapi, kenyataannya, merubah pikiran tidak semudah membalik telapak tangan. Seringkali, semakin Anda memaksa diri untuk berpikir positif, semakin otak Anda menolaknya. Ini juga yang sering penulis alami. Ketika muncul pikiran negatif dalam diri penulis, penulis mencoba menggantinya dengan berpikir positif. Caranya dengan melihat dari perspektif lain.

Namun demikian, ada yang mengganjal dalam hati. Apa itu? Penulis merasa bahwa apa yang penulis lakukan (mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif) hanyalah usaha untuk menghibur diri sendiri.

Dan, karena perasaan itu, penulis pun kembali pada pikiran negatif penulis. Perasaan itu membuat penulis percaya pikiran negatif itu benar, sedangkan pikiran positif penulis salah dan hanya penghibur diri saja.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga mengalami apa yang penulis rasakan? Jika ya, lantas, bagaimana cara efektif menghilangkan pikiran negatif? Bisakah Anda menghilangkan pikiran negatif tanpa merasa bahwa Anda sedang menghibur diri sendiri? Atau, perlukah Anda menghilangkan pikiran negatif Anda?

Sebelum menjawabnya, mari kita bongkar fakta mengejutkan tentang pikiran negatif berikut ini.

Kita Perlu Berpikir Negatif

Anda tentu paham pikiran negatif membawa banyak dampak buruk bagi diri Anda. Pikiran negatif membuat Anda pesimis, tidak percaya diri, dan stres. Namun demikian, ternyata, pikiran negatif merupakan kecenderungan yang wajar dan alamiah.

Bahkah, menurut Dr. Russ Harris, pengarang buku The Happiness Trap, 80% otak kita diliputi oleh pikiran negatif.

Tradisi berpikir negatif merupakan warisan nenek moyang kita. Pikiran negatif sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka. Berpikir negatif membantu mereka mengetahui adanya predator.

Hingga sekarang, kecenderungan berpikir negatif itu diwariskan kepada kita. Maka, tak heran jika tanpa sadar, kita sering berpikir negatif.

Lantas, apakah pikiran negatif berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia modern?

Jawabannya, ya! Pikiran negatif masih penting bagi kita, manusia modern. Kita masih perlu berpikir negatif.

Mengapa?

Dengan berpikir negatif, kita tahu letak kekeliruan kita, kita tahu ada yang tidak beres dengan kita atau lingkungan kita. Dengan begitu, kita mampu mengatasi ketidakberesan itu.

Nah, penting sekali, bukan, peran pikiran negatif bagi perkembangan diri kita?

Namun demikian, banyak yang menyalahpahaminya. Dan, kesalahpahaman itu membuat pikiran negatif tampak saaaangat buruk di mata kita. Kesalahpahaman itu terjadi lantaran kekeliruan dalam menyikapi pikiran negatif.

Ada beberapa cara yang dapat kita tempuh dalam menyikapi pikiran negatif. Yang pertama yaitu mempercayainya tanpa bertindak. Kedua, menjadikannya sebagai sarana introspeksi. Ketiga, tidak mempercayainya.

Di antara tiga cara itu, manakah cara yang paling efektif dalam menyikapi pikiran negatif? Mana cara yang keliru yang membuat kita pesimis? Dan, mana yang membuat kita berpikir buruk tentang pikiran negatif? Untuk menjawabnya, mari kita urai satu-persatu.

1. Mempercayai Pikiran Negatif tanpa Bertindak

Sikap yang pertama, mempercayai pikiran negatif tanpa melakukan tindakan.

Apa pengaruh sikap ini pada diri Anda? Sikap ini membuat Anda terpuruk, pesimis, dan penuh curiga.

Bagaimana tidak? Anda percaya pikiran negatif Anda. Kepercayaan itu tentu membuat Anda cemas, bukan? Tetapi, Anda tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi kecemasan itu. Yang Anda lakukan hanyalah berfokus pada pikiran negatif Anda.

Sebagai contoh, Anda berpikir negatif tentang bisnis Anda. Anda berpikir bisnis Anda di ambang kehancuran. Tetapi, dengan mempercayai hal itu, Anda bukannya bangkit untuk  menyelamatkan bisnis Anda, melainkan hanya mencemaskannya.

Anda cemas bisnis Anda di ambang kehancuran. Tetapi, Anda tidak berusaha untuk mengatasi kehancuran itu. Alih-alih, Anda hanya berkutat pada kecemasan Anda.

Sikap di atas tidak konstruktif, bukan? Sikap itu membuat Anda terpuruk dan pesimis.

Nah, tahukah Anda mengapa selama ini pikiran negatif dicap buruk? Tahukah Anda mengapa orang bijak menyarankan  kita untuk menghilangkan pikiran negatif? Karena, dalam menyikapi pikiran negatif, kita cenderung mempercayainya tanpa melakukan tindakan. Alih-alih, kita justru berkutat pada pikiran itu saja.

2. Menyikapi Pikiran Negatif dengan Menganggapnya Sarana Introspeksi

Sikap yang kedua, menganggap pikiran negatif sebagai sarana introspeksi.

Apa pengaruh sikap ini pada diri Anda? Sikap ini merupakan sikap yang konstruktif. Dengan sikap ini, Anda memandang pikiran negatif bukan sebagai hal yang buruk, melainkan hal yang positif yang mendorong Anda untuk bertindak.

Contoh, Anda berpikir bisnis Anda di ambang kehancuran. Dengan pikiran negatif itu, Anda berusaha untuk menyelamatkan bisnis Anda.

menyikapi pikiran negatif

Nah, sikap di atas membawa dampak yang positif bagi Anda, bukan? Meskipun Anda mempercayai pikiran negatif itu, Anda tidak terjerumus dalam perasaan cemas. Ini karena Anda menganggap pikiran negatif itu bukan sebagai musuh, melainkan sebagai teman. Anda menganggap pikiran negatif itu sebagai pendorong kemajuan Anda.

3. Tidak Mempercayai Pikiran Negatif

Sikap ketiga, tidak mempercayai pikiran negatif Anda.

Sikap ini terkadang berdampak positif bagi Anda, tetapi tak jarang pula berdampak buruk.

Apa dampak positifnya? Dampak positifnya, Anda tidak perlu terbebani dengan pikiran itu.

Contoh, Anda berpikir bisnis Anda di ambang kehancuran. Tetapi, Anda menepis pikiran itu dan bersikap santai.

Dengan sikap itu, Anda terhindar dari kecemasan dan stres. Anda tidak mencemaskan bisnis Anda.

Masalahnya, bagaimana jika ternyata pikiran negatif itu sesuai kenyataan? Bagaimana jika bisnis Anda memang sedang berada di ambang kehancuran? Tepatkah sikap Anda yang mengacuhkan pikiran negatif Anda?

Tentu tidak tepat, bukan?

Anda perlu mempercayai pikiran negatif itu. Dengan mempercayai pikiran negatif itu, Anda tergerak untuk bertindak, Anda tergerak untuk menyelamatkan bisnis Anda.

Yang terpenting, selain mempercayai pikiran negatif, Anda perlu menjadikannya sebagai sarana introspeksi atau sebagai informasi penting yang memberitahu Anda adanya masalah yang harus segera Anda atasi.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, Anda tahu, bukan, mana cara yang paling efektif dalam menyikapi pikiran negatif? Cara yang paaaaling efektif dalam menyikapi pikiran negatif adalah menjadikannya sebagai sarana introspeksi atau pendorong Anda untuk lebih maju.

Dengan menjadikannya sebagai sarana introspeksi, pikiran negatif mendorong Anda untuk melakukan tindakan, memecahkan masalah, dan berinovasi.

Sementara itu, cara paling destruktif dalam menyikapi pikiran negatif yaitu mempercayainya tanpa bertindak. Mengapa sikap ini destruktif? Karena, dengan sikap ini, kita hanya berkutat pada pikiran negatif kita. Hal itu, pada ujungnya hanya membuat kita berkecil hati dan pesimis.

Lantas, bagaimana dengan sikap memusuhi atau tidak mempercayai pikiran negatif? Jawabannya tergantung pada benar-salahnya pikiran negatif itu. Apabila pikiran negatif itu salah dan tidak sesuai kenyataan, maka Anda tidak perlu mempercayainya. Anda perlu mengabaikan pikiran itu. Tetapi, apabila pikiran negatif itu sesuai kenyataan, maka Anda harus mempercayainya. Apabila Anda mengabaikannya, justru Anda kehilangan kesempatan untuk mengembangkan dan memajukan diri Anda.

Setelah menyimak uraian di atas, bagaimana tanggapan Anda? Penulis tunggu komentarnya.

Oya, ingin mendapatkan informasi lainnya tentang pengembangan diri dan kesuksesan? Ikuti Tantangan 30 Hari Membaca di Aquariusnote dan rasakan manfaatnya yang fantastis!

 

 

Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

This Post Has 2 Comments

  1. Pikiran negatif membuat kita lebih waspada dalam bertindak. terimakasih

    1. Salam… 🙂

      Betul sekali, pikiran negatif bisa membuat kita lebih waspada dan berhati-hati.

Leave a Reply

Close Menu