Hati-Hati, Metode Membaca Ini Membuat Anda mudah Lupa Isi Bacaan!

Membaca buku langsung lupa isinya? Sudah jadi rahasia umum. Hehehehe.

Dan jangan-jangan, Anda sendiri juga mengalaminya? Sering membaca buku, tapi begitu sampai halaman terakhir, tak sepatah kata pun yang nempel di kepala. Saat ditanya orang apa inti dari buku yang dibaca, Anda menjawab, “Apa, ya? Lupa saya.”

Sound familiar? 

Bukankah itu sia-sia? Bayangkan, banyak pengorbanan yang harus kita lakukan untuk membaca buku sampai tuntas, dari pengorbanan waktu sampai pengorbanan energi (aktivitas membaca butuh energi mental yang besar, untuk memahami dan berkonsentrasi pada bacaan). Sayang sekali, bukan, jika tidak mendapatkan apa-apa?

Pertanyaannya, mengapa mengingat isi buku yang baru saja kita baca itu susah?
Salah satu penyebabnya yaitu metode membaca yang kita terpakan.

Metode membaca yang bagaimana?

Metode Membaca yang Membuat Kita mudah Lupa Isi Bacaan

Selama ini, metode membaca buku yang lumrah diterapkan adalah metode conscious processing. Dengan metode ini, buku dibaca dan dipahami HANYA oleh pikiran sadar.

Tanpa sadar, dari kecil hingga dewasa, kita membaca buku dengan metode ini. Ketika Anda membaca buku dengan metode ini, Anda membaca buku seperti biasa: membaca paragraf demi paragraf dan mengulangi bacaan jika ada yang terlewat atau terlupa dan untuk memahaminya lebih mendalam.

Lalu, apa masalahnya?

Keterbatasan Pikiran Sadar Manusia

metode membaca

Menurut George A. Miller, dalam waktu 15-30 detik, pikiran sadar hanya mampu memproses 7 +- 2 hal (5 sampai 9 hal). Dan, parahnya, setelah lewat 30 detik, hal-hal yang kita proses itu lenyap dari ingatan sadar kita!

Butuh mengulangnya berkali-kali untuk bisa menyimpan apa yang sudah kita proses itu ke pikiran bawah sadar, ke memori jangka panjang. Bahkan, menurut para pakar, butuh 6 kali pengulangan agar hal-hal yang diproses pikiran sadar tersimpan di pikiran bawah sadar.

Bagaimana jika tidak tersimpan di pikiran bawah sadar?

Jika tidak tersimpan di pikiran bawah sadar, maka apa yang sudah diproses pikiran sadar itu lenyap dari otak setelah lewat 30 detik.

Itulah mengapa kita sulit memahami dan mengingat instruksi panjang di luar kepala. Itu juga yang membuat kita kewalahan menghitung perkalian lebih dari 2 angka di luar kepala.

Tidak percaya?

Coba hitung perkalian ini: 327 X 129 tanpa bantuan kertas atau kalkulator. Hitung perkalian itu di luar kepala.

Bisakah?

Tidak, bukan? Heheheh…. (Kecuali, Anda memiliki kemampuan sempoa)

Ini karena, pikiran sadar Anda hanya mampu memproses 5-9 hal dalam 15-30 detik. Menghitung perkalian di atas lebih dari 30 detik di luar kepala membuat Anda lupa angka-angka sebelumnya (ingat, setelah lewat 30 detik, hal-hal yang sudah Anda proses lenyap dari ingatan sadar Anda). Tetapi, jika Anda menghitung perkalian di atas dengan sangat cepat (di luar kepala), yakni kurang dari 30 detik, maka otak Anda overload alias kelebihan beban dan kebingungan. Mengapa? Karena, ada lebih dari 9 hal yang Anda proses dalam waktu kurang dari 30 detik.

Apa yang Terjadi saat Anda Membaca Buku hanya dengan Pikiran Sadar Anda?

metode membaca

Membaca buku pun sama dengan menghitung perkalian di atas. Sekalipun disampaikan dalam bentuk tertulis, Anda tetap butuh banyak waktu untuk memahami dan mengingat isinya.

Contoh, ada 5 pargraf di halaman pertama buku yang Anda baca. Setiap paragraf, rata-rata terdiri dari 6 kalimat. Setiap kalimat, rata-rata terdiri dari 10 kata/hal.

Apa yang terjadi ketika Anda membaca paragraf-paragraf itu hanya dengan pikiran sadar Anda?
Baru memproses satu kalimat, eh 30 detik sudah terlewatkan. Jika Anda melanjutkan membaca kalimat berikutnya, maka kalimat yang sudah Anda proses sebelumnya itu lenyap dari ingatan sadar Anda.

Begitu juga kalimat kedua. Misal, Anda memproses kalimat kedua dalam waktu 30 detik. Setelah lewat 30 detik, Anda tetap lanjut membaca kalimat berikutnya, kalimat ketiga. Maka, kalimat kedua yang baru saja Anda proses lenyap dari ingatan sadar Anda. Begitu seterusnya.

Maka tak heran, setelah selesai membaca buku, Anda tidak ingat sama sekali isi buku yang baru Anda baca.

Untuk bisa mengingatnya, Anda perlu mengulang bacaan hingga 6 kali, atau bahkan lebih. Barulah isi buku yang Anda baca bisa tersimpan di pikiran bawah sadar Anda, di memori jangka panjang Anda.

Tetapi, mengulang 6 kali?!! Hellow…!!!

Bagi orang yang super sibuk, mengulang bacaan hingga 6 kali tentu hanya membuang-buang waktu.

Kalau begitu, adakah solusinya?

Tentu ada, dong. Heheheh. Anda tetap dapat memahami dan mengingat isi bacaan dengan cepat. Caranya, LIBATKAN PIKIRAN BAWAH SADAR ANDA!

Penasaran?

Penulis akan menjelaskannya kepada Anda pada artikel selanjutnya.

Sekarang, jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk men-share-nya kepada teman-teman Anda 😀

 

Baca juga:

Hati-Hati! Penyebab Anda sulit Konsentrasi saat Membaca Buku Berasal dari dalam Diri Anda!

Ingin Tahu Cara Membaca Cepat? Ini Dia Rahasianya!

Tingkatkan Konsentrasi Belajar Anda dengan yang Manis-Manis!

Bagaimana Cara Belajar Efektif? Ini Dia Rahasianya! (Cocok untuk Pembelajar Usia Dewasa)

Gaya Belajar (Learning Style): Mitos atau Fakta?

Rina Ulwia
 

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

  • […] dapat menggunakan metode atau strategi membaca yang tersedia. Dalam dunia pembelajaran, ada banyak sekali metode, strategi, […]

  • >