Mitos-Mitos Yang Menyesatkan (2)

Benner-1.png

 

Ada berapa mitos yang Anda percayai di pembahasan kita sebelumnya. Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan tentang mitos-mitos menyesatkan yang menghambat seseorang mencapai kesuksesan mereka. Mari kita lanjutkan ke mitos selanjutnya. Apakah Anda juga mempercayai salah satu atau lebih dari mitos-mitos berikut ini:

1. Tidak Hoki atau Beruntung

Apakah Anda percaya kalau kesuksesan itu ditentukan oleh hoki atau keberuntungan? Jika Anda percaya, seberapa yakin juga Anda dengan keberuntungan Anda sendiri. Mitos ini akan sangat merugikan dan menjatuhkan mental saat tanda-tanda dari kegagalan mulai terlihat.

Mereka percaya kegagalan mereka disebabkan oleh keberuntungan itu sendiri. Saat melihat keberhasilan orang lain mereka akan berkata “ mereka sedang hoki, wajarlah mereka mendapatkan hasil yang bagus. Kalau saya sedang apes, makanya saya gagal seperti sekarang ini. Keberuntungan belum datang kepada saya”.

Inilah yang sering terlintas di pikiran dan terucap dari mulut seseorang saat mereka belum berhasil mencapai tujuan mereka. Mitos ini tidaklah benar. Keberhasilan atau kegagalan selalu diawali dengan satu sebab yang spesifik. Tidak ada akibat jika tidak ada sebab bukan? Ini disebut dengan hukum sebab ikibat atau tabur tuai.

Kesuksesan dan kegagalan Anda sangat ditentukan oleh sebab yang Anda tanam. Bagaimana kita menanam sebab ke dalam diri kita? Kita melakukannya melalui buah pikir, ucapan dan tindakan yang dilakukan sejak kita lahir sampai sekarang. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga pikiran, ucapan dan tindakan agar selaras, sesuai dengan tujuan yang kita inginkan.

Jika Anda ingin mengubah satu akibat, ubahlah sebab yang spesifik dalam diri anda. Ini dimulai dari cara berpikir, ucapan dan tindakan nyata Anda.

2. Nasib/Takdir

Banyak orang gagal percaya bahwa kesuksesan mereka ditentukan oleh nasib atau takdir. Melihat orang lain berhasil, mereka percaya dengan faktor nasib atau takdir yang baik. Mereka dilahirkan di keluarga yang cukup mapan, memiliki banyak relasi yang membantu mereka mencapai tujuan dengan lebih mudah dan masih banyak hal positif lainya. Kalau gagal, takdir mereka tidak baik.

Berbicara soal nasib atau takdir, ada dua hal penting di sini. Pertama, percaya akan nasib atau takdir mereka sudah ditentukan oleh Tuhan dan nasib atau takdir mereka ditentukan oleh diri mereka sendiri. Orang yang memegang kepercayaan pertama percaya bahwa sukses dan gagal sudah digariskan oleh Tuhan.

Jika mereka gagal, itulah yang Tuhan kehendaki terhadap hidup mereka. Begitu juga dengan kesuksesan mereka. Mereka tidak mau bertanggung jawab atas apa yang mereka alamai. Akibatnya secara tidak langsung mereka telah menyalahkan Tuhan atas hidup yang mereka jalani. Ini akan berakibat buruk untuk diri mereka sendiri.

Orang yang percaya pada kepercayaan kedua akan berusaha semampu mereka untuk meraih kesuksesan mereka. Jika mereka gagal, mereka akan mencoba lagi dengan pendekatan dan strategi yang berbeda. Mereka percaya bahwa kesuksesan mereka ditentukan oleh kesempatan dan upaya yang mereka curahkan.

Apakah mereka tidak percaya kepada Tuhan? Jelas mereka percaya, bahwa apa yang mereka lakukan atau inginkan atas ijinNya. Mereka melakukan semua hal yang perlu mereka lakukan dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Bedanya, mereka mengambil tanggung jawab atas kegagalan mereka dan tidak menyalahkan orang lain atau Tuhan.

Prison

3. Shio atau Zodiak

Banyak sekali orang yang sibuk mencari tahu ramalan bintang mereka. Apa yang akan terjadi kira-kira di masa depan. Mulai dari kehidupan cinta, karier, keuangan dan masih banyak lagi. Bagi mereka yang percaya dengan mitos ini akan memiliki kondisi emosi yang sama dengan ramalan binatangnya. Saat ramalanya bagus, mereka akan semangat atau bahagia. Jika ramalanya jelek, wah… saya rasa Anda bisa bayangkannya sendiri hehehe

Apakah mitos ini benar? Tidak, ini justru salam kaprah. Setiap shio atau zodiak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Semua tergantung dari impian,strategi, usaha dan faktor di dalam diri ada sendirilah yang menentukan kesuksesan Anda.

4. Sukses Hanya Untuk Orang Tertentu

Apakah Anda percaya akan mitos ini? Mitos ini adalah satu alasan untuk menutupi kegagal yang terjadi, yang membuat mereka tidak bisa menerima kenyataan. Mempercayai mitos ini, menunjukkan mereka adalah orang yang tidak bertanggung jawab akan kehidupan mereka sendiri. Mereka menyalahkan Tuhan. Tuhanlah yang membuat mereka tidak bisa sukses.

Berhati-hatilah dengan orang seperti ini. Ini bisa berakibat buruk untuk diri Anda sendiri. Karena mereka akan banyak mengeluh daripada melakukan usaha nyata untuk mengejar impian mereka. Jeleknya, sifat ini bisa menular kepada Anda secara tidak langsung.

5. Tidak Punya Modal

Inilah mitos yang paling banyak diadopsi oleh masyarakat kita. Mitos inilah yang membuat mereka tidak mau mencoba dan masuk ke jalur banyak orang untuk bersaing di dunia kerja. Apakah benar untuk sukses harus ada modal? Salah. Modal utama untuk memulai usaha bukan berbicara tentang uang.

Modal utama adalah diri kita sendiri. Kemampuan berpikir atau brain sofwere yang menjalankan komputer mental kita. Yang lebih spesifik, untuk memulai usaha sangat di tentukan dari konsep diri, nilai hidup dan kepercayaan Anda.

Di era informasi saat ini yang lebih penting untuk memulai usaha bukanlah uang tetapi ide. Maksudnya ide yang memiliki nilai jual. Modal uang, perlukah? Ya, tentu saja perlu. Saat Anda telah memiliki ide yang bisa dijual, Anda bisa mencari modal dengan mengandalkan keluarga dan teman-teman Anda.

6. Fisik Tidak Mendukung

Ini banyak menghampiri mereka yang merasa memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang tergangu. Mereka percaya bahwa mereka tidak akan bisa sukses dan berhasil dalam hidup karena tidak memiliki kondisi fisik yang sama dengan orang normal pada umunya. Ini membuat mereka menutup diri untuk mau belajar dan berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam dirinya.

Umumnya mereka akan mengeluh dan mencari alasan akan pembenaran kalau mereka tidak bisa sukses. Apakah mitos ini benar? Tidak. Buktinya banyak juga orang yang secara fisik memiliki kekurangan tetapi mereka bisa menikmati kesuksesan yang telah diperjuangkan dalam hidup mereka.

Contohnya Hee Ah Lee. Ia adalah seorang pianis berkebangsan Korea Selatan. Ia menjadi perhatian dunia karena keterbatasn fisik yang dimilikinya. Ia terlahir dengan kondisi fisik yang tidak menguntungkan. Ia menderita down sindrom, satu kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21. Yang terlihat jelas pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental.

Kelainan yang terlihat pada jari tanganya, yang mirip capit kepiting. Hanya memiliki empat jari pada kedua tanganya tanpa adanya telapak tangan. Kelainan ini disebut dengan lobster claw syndrome. Ia juga terlahir dengan kaki sebatas lutut sehingga tidak bisa menginjak pedal piano standar. Dengan keterbatasanya ia menunjukkan bahwa orang dengan keterbatasan fisik juga bisa sukses seperti layaknya orang normal. Kesuksesannya membuat ia mendapat banyak penghargaan.

Indonesia juga memiliki contoh orang yang sukses dengan keterbatasn fisik. Irma Suryati misalnya, yang mengalami penyakit polio pada usia empat tahun. Sekarang ia sibuk mengurusi usahanya yang berkembang dengan pesat. Bisnis keset yang mulai dirintisnya bermodalkan kain-kain sisa. Sekarang ia memiliki 2.500 pengerajin dan 150 diantaranya adalah penyandang cacat.

Jika saat ini Anda masiih memiliki tubuh yang sehat dan bebas untuk bergerak, bersyukurlah. Anda juga memiliki kesempatan sukses sama seperti orang yang sudah sukses saat sekarang ini.

Inilah beberapa mitos yang sangat menyesatkan. Mempercayai mitos ini akan menghambat Anda mencapai kesuksesan Anda sendiri di masa depan. Jika Anda adalah salah satunya, cepat-cepatlah untuk bertobat dan mencari cara untuk mengatsinya. Agar Anda bisa sukses seperti orang lainnya. Semoga bermanfaat.

 

Benner-1.png

Leave a Reply

Close Menu