Pertanyaan Negatif: Penyebab Kegagalan dalam Hidup Anda!

Pertanyaan Negatif: Penyebab Kegagalan dalam Hidup Anda!

Sudahkah Anda meraih kesuksesan?

Jika sudah, berapa kali Anda merasa Anda pernah sukses?

“Sedikit. Bisa dihitung pakai jari.”

Hmm, sekarang, berapa kali Anda mengalami kegagalan dalam hidup Anda?

“Sering. Saking seringnya sampai tak terhitung.”

Tak perlu berkecil hati. Kegagalan merupakan fase yang diperlukan untuk meraih sukses. Ia dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi Anda.

Tetapi, jika kegagalan terus berulang, tentu bukan pelajaran lagi yang Anda dapatkan, melainkan tragedi! Kegagalan yang berulang merupakan tanda ada yang salah. Dan, Anda harus segera mencari tahu apa kesalahan itu, lalu memperbaikinya.

“Kalau begitu, apa kesalahan yang membuat saya terus mengulang kegagalan? Apa yang membuat saya gagal terus?”

Berikut ini jawabannya!

Pertanyaan Negatif, Penyebab Kegagalan dalam Hidup Anda!

Seringkali, orang bertanya “Mengapa saya gagal?”,Mengapa saya bisa sebodoh ini?”,Mengapa saya begitu ceroboh?” ketika mereka mengalami kegagalan.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang Anda lakukan pertama-tama ketika Anda mengalami kegagalan? Apakah Anda sama seperti mereka, bertanya-tanya kepada diri Anda sendiri, “Mengapa saya gagal?”,Mengapa saya bisa sebodoh ini?”

Jika ya, itulah kesalahan yang membuat Anda terus mengulang kegagalan Anda!

Kok bisa? Bagaimana penjelasannya?

Pikiran Bawah Sadar yang Terus Menjawab Pertanyaan

Semua berawal dari pikiran bawah sadar Anda! Salah satu sifat pikiran bawah sadar yaitu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya. Ketika Anda bertanya “Sanggupkah saya?” pikiran bawah sadar memberikan jawaban kepada Anda. Ketika Anda bertanya, “Pentingkah apa yang saya lakukan?”, pikiran bawah sadar mencarikan jawabannya untuk Anda.

Bagaimana jadinya apabila Anda bertanya, “Mengapa saya bisa sebodoh ini?” ketika Anda mengalami kegagalan?

Pikiran bawah sadar pun tak luput menjawab pertanyaan itu. Ia akan mencari jawaban atas pertanyaan itu sebanyak-banyaknya. Jawabannya bisa berbagai macam. Akan tetapi, yang pasti, jawaban-jawaban itu memberikan alasan mengapa Anda bodoh.

penyebab kegagalan

Contoh, ketika Anda bertanya, “Mengapa saya bisa sebodoh ini?”, pikiran bawah sadar Anda menjawab, “Karena, saya malas belajar”. Ketika Anda bertanya, “Mengapa saya gagal terus?”, pikiran bawah sadar Anda memberikan jawaban, “Karena, saya bodoh,” atau “Karena, saya pantas gagal.”

Celakanya, jawaban-jawaban itu menjadi mindset yang mengontrol tindakan Anda. Jawaban-jawaban itu membuat pikiran bawah sadar Anda percaya bahwa Anda memang bodoh, Anda memang pantas gagal. Singkatnya, jawaban-jawaban itu menguatkan program diri yang negatif di dalam pikiran bawah sadar Anda.

“Apa pengaruh mindset/program diri yang negatif bagi diri saya? Bagaimana program diri itu menjadi penyebab kegagalan saya yang berulang kali?”

Seperti yang penulis sampaikan di atas, mindset alias program diri yang negatif itu mengontrol tindakan Anda. Apabila pikiran bawah sadar Anda percaya Anda bodoh, maka dia pun memerintahkan diri Anda untuk bertindak seperti orang bodoh. Apabila pikiran bawah sadar Anda percaya Anda pantas untuk gagal, maka dia memerintahkan diri Anda untuk bertindak menjauhi kesuksesan. Apabila pikiran bawah sadar Anda percaya Anda orang yang malas, maka dia pun memerintahkan tubuh Anda untuk bertindak malas. Intinya, apa yang pikiran bawah sadar Anda percayai, itulah yang mengontrol tindakan Anda.

Kira-kira, demikianlah bagaimana pertanyaan negatif menjadi penyebab kegagalan Anda yang berulang kali. Pertanyaan negatif menjadi penyebab kegagalan Anda karena pertanyaan itu memancing jawaban negatif dari pikiran bawah sadar Anda. Selanjutnya, jawaban negatif dari pikiran bawah sadar menjadi mindset alias program diri yang negatif. Akhirnya, program diri-program diri yang negatif itu mengontrol tindakan Anda, memerintahkan Anda untuk melakukan tindakan-tindakan negatif yang menjauhkan Anda dari kesuksesan.

Walhasil, sekuat apa pun Anda ingin sukses, Anda tetap terjebak pada kegagalan.

Naaaah, setelah Anda tahu penyebab kegagalan Anda, sekarang, apa yang harus Anda lakukan? Apa yang harus Anda lakukan untuk mengakhiri kegagalan yang berulang? Apa yang harus Anda lakukan untuk meraih sukses?

Ini dia jawabannya!

Cara Mengakhiri Kegagalan yang Berulang dan Meraih Sukses yang Anda Impikan

Bagaimana cara mengakhiri kegagalan yang berulang?

Jawabannya, mulai sekarang, berhentilah mengajukan pertanyaan negatif setiap kali Anda mengalami kegagalan. Berhentilah bertanya, “Mengapa saya gagal?”,Mengapa saya bisa sebodoh ini?”, “Mengapa saya begitu ceroboh?”.

Sebaliknya, ajukan pertanyaan-pertanyaan positif yang memancing jawaban positif dari pikiran bawah sadar Anda.

Tetapi, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang positif yang mampu memancing jawaban positif dari pikiran bawah sadar?

Untuk mengetahuinya, simak artikel yang berjudul Cara Memprogram Diri 6 Kali Lebih Cepat.

 

Baca juga:

Atur Energi, Bukan Waktu agar Kerja Lebih Efisien!

Meraih Sukses lewat Kebiasaan yang Produktif

5 Hal yang Perlu Dipahami saat Semua Hal Terlihat Semakin Buruk

Bagaimana Cara Sukses saat Mengalami Kegagalan?

5 Langkah Membuat Rencana yang Efektif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

This Post Has 1 Comment

Leave a Reply

Close Menu