Sendirian? Siapa Takut?

Benner-1.png

Apa yang Anda rasakan ketika harus sendirian? Pergi ke kantor sendirian, makan sendirian, jalan-jalan ke mal sendirian, mengurus urusan Anda sendirian tanpa ditemani pasangan. Apakah Anda merasa ada yang kurang? Anda merasa tidak nyaman karena tidak ada teman mengobrol? Atau, sebaliknya: Anda menikmatinya?

Seringkali, kesendirian dipandang sebelah mata. Orang yang ke mana-mana selalu sendirian seringkali dicap sebagai seorang yang anti sosial, egois, tidak punya teman, atau pun dikucilkan.

Dengan stigma negatif seperti itu, tidak jarang orang merasa tersiksa saat harus berada dalam kesendirian, entah pada saat-saat tertentu atau pada kehidupan kesehariannya. Kita sering menjumpai orang yang batal mengurus urusannya hanya karena tidak ada yang menemaninya mengurus urusan itu. Kita juga sering menjumpai orang yang merasa hidupnya penuh penderitaan lantaran harus menanggung hidup sendirian, tanpa pasangan atau pun teman.

Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga demikian?

Sebenarnya, kesendirian tidaklah seburuk stigma yang disematkan kepadanya. Orang yang ke mana-mana selalu sendirian belum tentu orang yang anti sosial, tidak punya teman, atau dikucilkan. Tidak! Beberapa orang memilih untuk sendiri karena berbagai alasan.

Pada saat-saat tertentu, kita membutuhkan ruang untuk diri kita sendiri. Kita butuh untuk mendengarkan diri kita sendiri, memahami perasaan dan emosi kita, juga untuk menelusuri jalan pikiran kita. Kita butuh untuk menjadi diri kita sendiri dan berhenti menjadi apa yang orang lain harapkan tentang diri kita.

Nah, kesendirian memberikan kita ruang dan kesempatan untuk memenuhi semua kebutuhan di atas. Kesendirian bak waktu untuk beristirahat dari interaksi dengan dunia luar yang penuh dengan lika-liku, yang mendorong kita untuk terus bertarung dan berkompromi dengan eksistensi dan ego orang lain.

Berikut ini, penulis akan paparkan kepada Anda beberapa sisi positif dari kesendirian. Semoga, paparan ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.

Sekarang, yuk, langsung saja kita simak selengkapnya berikut ini.

1. Mandiri

Kesendirian mendorong seseorang untuk lebih aktif berpikir. Mengapa? Karena, tidak ada orang lain yang dapat dijadikan sandaran baginya. Tidak ada orang yang dapat mewakilinya untuk membuat keputusan. Ia harus menyandarkan keputusannya pada pemikiran dan pertimbangannya sendiri.

Kesendirian melatih kita untuk lebih cekatan dalam menanggapi suatu hal. Intinya, kesendirian melatih kita untuk lebih mandiri.

Bayangkan saat Anda hendak bepergian keluar kota sendirian. Apa yang akan terjadi? Yang akan terjadi yaitu, Anda tidak perlu meminta pertimbangan orang lain untuk memilih antara bepergian dengan pesawat atau dengan kereta. Anda dapat memutuskan mana yang terbaik untuk Anda sendiri. Anda tidak perlu mendengar pendapat orang lain dan menunggu persetujuan darinya mengenai keputusan Anda.

2. Meningkatkan kepekaan dan daya nalar

Sebagaimana penulis sebutkan di atas, satu nilai lebih dari kesendirian yaitu kita menjadi lebih mandiri. Mandiri berarti tidak bergantung pada orang lain dalam membuat keputusan.

Nah, terkait dengan keputusan, kita hanya dapat membuat keputusan yang TEPAT manakala kita memiliki KEPEKAAN yang tinggi (terhadap kejadian di sekitar). Mengapa? Karena, dengan kepekaan yang tinggi, kita mampu menyerap informasi yang berguna bagi diri kita (untuk memecahkan masalah/membuat keputusan) dan menyisihkan informasi yang tidak relevan (dengan masalah yang sedang kita hadapi).

Selain itu, membuat KEPUTUSAN yang TEPAT hanya dapat dilakukan manakala kita memiliki DAYA NALAR.

Dengan kesendirian, tidak ada yang dapat kita jadikan sebagai sandaran untuk berpikir. Kita harus memikirkan/ memutuskan semuanya sendirian, berdasarkan pikiran dan pertimbangan kita.

Terus-menerus berada dalam keadaan seperti di atas (sendirian), pada akhirnya, menumbuhkan tradisi berpikir dalam diri kita. Selain itu, kondisi di atas juga meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar. Kita terdorong untuk menyerap informasi mengenai lingkungan sekitar karena tidak ada yang mewakilkan diri kita untuk melakukannya (menyerap informasi itu). Kita terdorong untuk memaksimalkan fungsi otak kita karena tidak ada yang mewakilkan kita untuk berpikir, memikirkan solusi yang harus kita tempuh dalam menghadapi suatu masalah.

Contoh yang dapat penulis berikan kepada Anda mengenai hal di atas yaitu saat penulis bepergian dengan orang lain dibanding saat penulis bepergian sendiri. Saat bepergian dengan orang lain, dengan menggunakan kendaraan, misalnya, di mana penulis hanya membonceng, tidak mengemudikan kendaraan, maka tidak timbul dorongan dalam diri penulis untuk menyerap informasi mengenai rute yang harus ditempuh, rute yang salah, patokan yang benar, serta mengenai jalan alternatif yang dapat ditempuh kalau-kalau terjadi kemacetan.

Yang penulis perhatikan saat hanya membonceng orang lain yaitu orang yang berlalu lalang (menyerap informasi yang tidak relevan dengan masalah yang sedang dihadapi). Dengan kondisi seperti itu, penulis tidak mampu menghapal rute itu. Penulis bergantung sepenuhnya pada sang pengemudi kendaraan.

Sebaliknya, saat penulis bepergian sendirian, dengan kendaraan penulis sendiri, di mana penulis yang mengemudikan kendaraan itu, maka penulis wajib mengetahui rute yang penulis tempuh. Jika tidak, penulis dapat tersasar atau salah jalan. Penulis tidak dapat meminta orang lain untuk mencari rute yang tepat. Penulis harus bersandar pada nalar dan kepekaan penulis sendiri.

3. Waktu untuk merenung

Saat Anda bersama orang lain, maka sedikit banyak, Anda akan terpengaruh oleh pola pikir, kebiasaan, tradisi, dan pandangan hidupnya.

Bahkan, yang lebih parah, orisinalitas Anda bisa lenyap karena Anda terlalu bergantung pada orang tersebut.

Oleh karena itu, kesendirian sangat penting bagi Anda yang terlalu sering terpapar oleh pemikiran orang lain. Kesendirian merupakan saat untuk merenung, saat untuk menjernihkan pikiran Anda dari berbagai macam pengaruh.

Dengan kesendirian, Anda dapat menggali pemikiran Anda sendiri. Anda dapat menggali sudut pandang Anda sendiri. Anda tidak perlu terus menerus mendengarkan orang lain. Kini, Anda dapat mendengarkan diri Anda sendiri, apa kemauan, pandangan, dan aspirasi Anda.

4. Bebas

Sebagaimana penulis sebutkan di atas, kesendirian memberikan ruang kepada kita untuk berhenti mendengarkan orang lain dan memulai mendengarkan diri kita sendiri. Kesendirian memberikan kita kesempatan untuk menjadi diri kita sendiri.

Dengan begitu, kita menjadi lebih bebas/independen. Mengapa? Karena pemikiran kita tidak bergantung pada pemikiran orang lain. Kita melihat dunia dari sudut pandang kita sendiri, bukan sudut pandang orang lain. Dan, tentu, ini jauh lebih memuaskan dan penuh arti. Kita merasa memiliki eksistensi, bukan bersembunyi pada eksistensi orang lain.

5. Lebih produktif

Saat kita sendirian, tidak ada yang perlu kita perbincangkan dengan orang lain. Tidak perlu meluangkan waktu untuk memberi ruang kepada orang lain untuk mengunggulkan eksistensinya.

Waktu yang ada dapat kita gunakan untuk melakukan aktivitas yang kita senangi. Kita dapat melakukan apa pun yang kita inginkan sekehendak kita tanpa pengawasan orang lain. Dengan begitu, kita dapat menjadi jauh lebih produktif ketimbang saat kita berada bersama orang lain.

Keberasaan dengan orang lain dapat menjadi faktor yang mengganggu konsentrasi kita dalam bekerja.

6. Berani dan powerful

Jika saat ini Anda merasa Anda tidak memiliki keberanian, maka kesendirian merupakan resep yang mujarab untuk menumbuhkan keberanian dalam diri Anda.

Kesendirian mendorong Anda untuk bersandar pada diri Anda sendiri. Anda, yang tadinya selalu menunggu keputusan orang lain, kini percaya terhadap kemampuan Anda sendiri (untuk membuat keputusan).

Kepercayaan ini, pada gilirannya membuat Anda jauh lebih berani. Anda berani membuat keputusan Anda sendiri mengenai masalah yang Anda hadapi, tanpa menyandarkannya kepada orang lain.

Dan, saat Anda percaya pada kemampuan Anda, saat Anda memiliki keberanian, maka tidak ada orang yang berani mendikte atau mengontrol diri Anda.

Demikian beberapa sisi positif kesendirian. Kesendirian bukan berarti kita menghindari pergaulan sosial. Kesendirian merupakan salah satu momen yang kita butuhkan pada saat-saat tertentu, untuk memberikan ruang kepada kita untuk menjadi diri kita sendiri dan mengaktualisasikan eksistensi kita.

Semoga, paparan di atas bermanfaat bagi Anda.

Benner-1.png

Rina Ulwia
 

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

>