Tips Belajar Efektif untuk Orang Dewasa

Rahasia sukses adalah belajar seumur hidup! Alasannya sederhana. Dunia terus berubah. Dulu, orang memintal benang dengan keduanya tangannya sendiri. Sekarang, kita menggunakan alat canggih untuk memproduksinya. Dulu, orang mengangkut barang dengan gerobak. Sekarang, gerobak tergilas truk canggih. Apabila Anda masih menggunakan gerobak, maka Anda tertinggal di belakang.

Dulu, untuk memasarkan produk, Anda hanya perlu membuat iklan di media massa. Sekarang, Anda perlu memperhitungkan internet, media sosial, dan blog.

See? Betapa dunia terus berubah! Apabila Anda tidak ikut berubah, maka Anda akan tertinggal di belakang, kalah dalam persaingan!

Satu-satunya jalan untuk berubah adalah TERUS BELAJAR. Yup! Terus belajar hingga akhir hayat. Dengan terus belajar, Anda memperbarui pengetahuan Anda. Banyak pengetahuan di masa lalu tidak berlaku lagi di masa sekarang. Banyak skill di masa lalu sudah tidak terpakai di zaman sekarang. Demikian juga, suatu saat, pengetahuan dan skill yang Anda kuasai sekarang akan ketinggalan zaman.

Nah, sesuai janji penulis tempo hari, penulis akan sajikan artikel yang berisi tips belajar untuk orang dewasa. Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda.

Sekarang, apa saja tips itu? Ini dia uraiannya.

1. Ubah Mindset Anda

Untuk menjadi pembelajar seumur hidup, yang harus Anda lakukan pertama kali yaitu meyakinkan diri Anda bahwa Anda, di usia yang tidak muda lagi, masih mampu untuk berpikir. Anda harus yakin bahwa usia bukanlah halangan untuk terus belajar.

Bagaimana supaya saya yakin bahwa usia bukanlah penghalang? Bukankah usia memengaruhi kemampuan otak? Lagipula, di usia saya sekarang ini, saya semakin sibuk dan tidak ada waktu untuk belajar.”

Berdasarkan temuan pakar neurosains, RAHASIA OTAK AWET MUDA adalah TERUS BELAJAR dan BERPIKIR. Berpikir dapat mencegah orang dari kepikunan. Demikian juga mempelajari hal baru.

Neuroplasticity may explain why certain experiences can protect against cognitive dicline late in life. These factors include: childhood and adult education, aerobic exercise, diet and nutrition, cognitive training and learning.

Pamela Greenwood, pakar neurosains dan penulis buku Nurturing the Older Brain and Mind.

Neuroplastititas (perubahan struktur dan fungsi otak sebagai hasil dari berpikir, belajar, penyembuhan luka pada otak, dsb) mengungkap mengapa faktor tertentu dapat mencegah penurunan fungsi berpikir di usia senja. Faktor-faktor itu meliputi: pendidikan kanak-kanak dan dewasa, latihan aerobik, diet dan nutrisi, pelatihan kognitif dan belajar.

Dari temuan di atas, dapat disimpulkan, Anda harus terus belajar agar terhindar dari kepikunan. Selain itu, Anda juga harus terus belajar agar dapat survive dalam persaingan hidup. Semakin Anda rajin belajar, semakin Anda mampu berpikir tajam, semakin Anda mudah mempelajari hal-hal baru di usia yang sudah tidak muda lagi.

“Ah, masa sih?” bantah Anda, tidak percaya.

Hmm, pernahkah Anda mendengar kisah seorang kakek 99 tahun yang berhasil merampungkan studinya di perguruan tinggi? Bukan hanya satu dua orang yang dapat melakukannya, melainkan banyak! Sebut saja Clarence Nicodemus, Leo Plass, Willadene Zedane, Nola Ochs, dan maaaaasih banyak lagi. Anda dapat mengeceknya lewat Google.

Prestasi kakek-nenek itu membuktikan bahwa umur bukanlah halangan untuk belajar. Umur bukanlah halangan untuk membaca dan memahami buku.

Nah, apabila awalnya Anda yakin bahwa usia membuat Anda semakin sulit belajar, sekarang saatnya untuk merubah keyakinan itu.

Mengapa Anda perlu merubah keyakinan Anda? Karena, perilaku Anda ditentukan oleh keyakinan Anda. Apabila Anda yakin umur membuat Anda sulit belajar, maka Anda pun niscaya malas belajar. Sebaliknya, apabila Anda yakin umur bukan penghalang, maka Anda pun niscaya semangat untuk terus belajar.

2. Presentasi

Dua tahun terakhir, penulis bergabung dengan sebuah kelompok belajar. Setiap dua minggu sekali, kelompok itu mengadakan diskusi. Fokusnya membedah berbagai buku. Masing-masing anggota bertugas mempresentasikan buku yang sudah dibacanya.

Selama mengikuti diskusi itu, penulis memperoleh banyak manfaat. Salah satunya, memahami buku jadi semakin mudah. Selain itu, bacaan juga jadi gampang diingat.

Nah, tahukah Anda apa rahasianya? Rahasianya adalah PRESENTASI! Yup! Presentasi memang saaaangat powerful!

Tetapi, apa yang membuat presentasi powerful?

Presentasi mendorong kita untuk lebih serius mempelajari materi. Tanpa sadar, kita terdorong untuk mempelajari materi secara detail dan komprehensif. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kalau-kalau audiens bertanya macam-macam. Kita khawatir tidak dapat menjawabnya. Dan, karena itu, kita mempelajari materi yang akan dipresentasikan secara detail dan komprehensif.

tips belajar

Pada gilirannya, pemahaman yang komprehensif memudahkan kita untuk mengingat materi itu. Itulah mengapa, biasanya guru di sekolah menganjurkan muridnya untuk memahami rumus, alih-alih menghapalnya. Karena, murid akan hapal rumus-rumus itu dengan sendirinya apabila mereka memahaminya.

Jadi, presentasi memudahkan kita mengingat dan memahami materi karena presentasi mendorong kita untuk mempelajari materi itu secara komprehensif. Mempelajari materi dengan komprehensif memudahkan kita memahaminya. Dan, pemahaman yang komprehensif memudahkan kita mengingatnya.

Oya, selain memudahkan kita mengingat dan memahami materi, presentasi juga membantu mengoreksi pemahaman kita.

“By testing yourself, making mistakes and being corrected, you sharpen what you know about the concept.”

Roddy Roediger, Pakar Psikologi kognitif dari Yale University.

Sebagaimana dijelaskan Roediger di atas, dengan tes (presentasi, misalnya), orang lain menilai pemahaman Anda. Mereka dapat membantu mengetahui letak kekeliruan Anda dan mengoreksi/membetulkannya. Dengan begitu, pemahaman Anda pun semakin mendalam.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, bagaimana tanggapan Anda? Anda setuju, bukan presentasi dapat membantu Anda dalam belajar? Maka dari itu, Anda dapat memanfaatkan presentasi sebagai metode belajar Anda.

Bagaimana mempresentasikan buku yang saya baca kepada orang lain? Saya tidak punya kelompok belajar,” begitu tanya Anda.

Tidak perlu berkecil hati, Bapak. Anda dapat mempresentasikan buku yang Anda baca di depan keluarga. Di sela-sela waktu kumpul bersama keluarga, Anda dapat menyampaikan apa yang Anda pelajari kepada mereka. Bangun diskusi dengan keluarga Anda mengenai buku yang baru Anda baca.

3. Menulis

Untuk memahami materi, Anda dapat menuliskannya dalam bentuk ringkasan. Dengan menuliskannya kembali, Anda menuangkan pemahaman Anda secara sistematis. Dengan begitu, pemahaman Anda yang tadinya abstrak menjadi jelas dan konkret. Apa yang tadinya kabur di otak Anda menjadi jelas lewat tulisan.

Oya, ketika membaca buku, terkadang Anda menemukan bagian yang susah dipahami. Bagian itu menjadi teka-teki yang membingungkan. Nah, menulis ringkasan membantu Anda menemukan jawaban dari teka-teki itu.

Tahukah Anda mengapa dosen dan guru gemar meminta siswa membuat makalah? Tujuannya tidak lain agar siswa benar-benar memahami apa yang dipelajarinya.

4. Tips Belajar Terakhir: Perkaya Wawasan

Seberapa luas wawasan Anda?

Untuk menjawabnya, cobalah membaca beberapa buku dengan tema acak. Apabila Anda menemukan banyak istilah dan konsep yang tidak familiar, maka itu artinya Anda perlu lebih memperluas lagi wawasan Anda.

Bagaimana caranya? Ya dengan membaca buku. Heheheh.

Semakin luas wawasan Anda, semakin banyak konsep yang Anda kenal, maka semakin singkat waktu yang Anda butuhkan untuk membaca buku.

Kok bisa? Penjelasannya begini:

Andaikanlah Anda ingin membaca buku berbahasa Jerman. Padahal, Anda belum begitu menguasai bahasa itu. Anda hanya sedikit menguasai kosakata Jerman, meskipun tata bahasanya sudah Anda kuasai di luar kepala.

Kira-kira, apa yang terjadi ketika Anda membaca buku itu? Apa pun itu, yang pasti butuh waktu lama, bukan, untuk menyelesaikannya? Mengapa? Karena, Anda perlu menerjemahkan kata-kata yang masih asing bagi Anda. Semakin sedikit kosakata yang Anda kuasai, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membacanya. Sebaliknya, semakin banyak kosakata yang Anda kuasai, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk membacanya.

Bagaimana agar waktu membaca lebih singkat? Ya Anda harus memperkaya kosakata Jerman Anda. Caranya, sering membuka kamus dan MEMBACA tulisan berbahasa Jerman.

Membaca buku berbahasa Indonesia pun demikian. Semakin banyak konsep yang Anda kenal, semakin luas wawasan Anda, maka semakin singkat waktu yang Anda butuhkan untuk membaca buku. Sebaliknya, semakin sedikit konsep yang Anda kenal, semakin sempit wawasan Anda, maka semakin lama waktu yang Anda butuhkan untuk membaca.

Apabila Anda seorang manajer marketing, niscaya Anda butuh waktu yang lama saat membaca buku kedokteran. Mengapa? Karena, wawasan Anda tentang konsep-konsep kedokteran saaaangat minim. Demikian sebaliknya, teman Anda yang seorang dokter membutuhkan waktu yang lama untuk membaca buku-buku marketing. Karena, wawasannya tentang marketing juga minim.

Nah, dari penjelasan di atas, apa kesimpulan Anda?

Agar dapat belajar di sela-sela kesibukan, Anda perlu mempersingkat waktu belajar Anda. Dan, cara mempersingkat waktu belajar yaitu dengan memperkaya wawasan. Cara memperkaya wawasan tidak lain dengan belajar, membaca buku, membaca artikel, dan mendengar audio book.

Jadi, agar dapat belajar di sela-sela kesibukan, Anda perlu rutin belajar!

Dengan rutin belajar dan rutin membaca buku, wawasan Anda semakin luas. Pada gilirannya, semakin luas wawasan Anda, semakin singkat waktu yang Anda butuhkan untuk belajar. Akhirnya, kesibukan tidak lagi menjadi penghalang untuk terus belajar.

Oya, Anda juga perlu menguasai bacakilat.

Apa itu bacakilat? Bacakilat merupakan sistem membaca yang sangat efektif dengan memanfaatkan kekuatan otak kita. Dengan bacakilat, Anda mampu membaca buku satu halaman dalam 1 detik. Dengan bacakilat, Anda dapat belajar dan membaca buku di tengah-tengah kesibukan Anda.

Pada prinsipnya, bacakilat membuat Anda familiar dengan apa yang baru Anda baca. Dengan begitu, Anda lebih mudah memahami dan mengingatnya.

Selain itu, Anda juga dapat mendownload ebook 7 Langkah Membaca Efektif di samping kanan artikel ini. Ebook itu menjelaskan 7 langkah yang harus Anda lakukan ketika membaca buku agar Anda memperoleh manfaat membaca secara penuh.

Demikian tips belajar yang dapat penulis sajikan untuk Anda. Semoga bermanfaat. Akhir kata, selamat belajar 😀

 

 

 

 

Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

Leave a Reply

Close Menu