6 Sikap Pendukung Yang Harus Anda Miliki Untuk Menguasai Skill Apapun

Shares

Di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang 5 sikap penghambat yang membuat seseorang tidak bisa menguasai skill apapun yang mereka sedang pelajari. Di artikel ini, kita akan membahas sikap pendukung yang wajib dimiliki seseorang untuk menguasai skill apapun yang mereka ingin kuasai.

Dengan memiliki sikap ini, proses belajar dan menguasai skill apapun menjadi jauh lebih mudah, cepat dan menyenangkan. Mari kita bahas satu per satu:

1. Percaya Kepada Diri Sendiri

Syarat utama yang harus dimiliki untuk menguasai skill apapun, bahkan untuk mendapatkan pencapaian besar di semua aspek kehidupan, syarat utama adalah, percaya pada diri sendiri.

Percaya kepada diri sendiri memiliki pengaruh yang sangat besar. Karena dengan percaya pada diri sendiri, seseorang bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka, begitu juga sebaliknya.

Sangatlah perlu diperhatiakan saat Anda akan belajar skill baru yang ingin dikuasai. Apakah Anda yakin bisa menguasai skill tersebut? Jika ya, itu sudah bagus.

Jika tidak atau kurang, Anda harus mengatasi ketidakyakinan ini terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan salah satu teknik mengatasi masalah emosi. Anda bisa klik di sini.

2. Bersikap Terbuka

Hanya gelas kosong yang bisa menampung banyak air daripada gelas penuh atau setengah penuh. Sikap terbuka untuk mengetahui lebih banyak akan membuat proses belajar jauh lebih mudah dan menantang.

Tanda seseorang bersikap terbuka, mereka mau menerima dan melakukan sepenuhnya apa yang disampaikan oleh trainer atau pelatih tentang materi yang diberikan di dalam kelas. Ini tidak berarti bahwa nilai-nilai yang mereka pegang juga diterima sepenuhnya begitu saja.

Terbuka dan menerima hanya dalam konteks materi tentang skill yang sedang dipelajari. Bertanyalah jika merasa ragu atau butuh penjelasan lebih tentang apa yang disampaikan trainer atau pelatih di kelas.

Dengan bertanya, pikiran Anda akan terus aktif untuk mengikuti apa yang disampaikan trainer di depan kelas. Jangan takut untuk bertanya, sekonyol apapun pertanyaan tersebut. Jika tidak, Anda akan bingung sendiri nantinya karena masih kurang jelas akan apa yang Anda pelajari.

Penasaran

3. Tingkatkan Rasa Ingin Tahu Anda

Rasa ingin tahu memiliki pengaruh yang sangat besar, bukan hanya untuk memuaskan rasa penasaran, tapi bagaimana membuat pikiran bisa terus fokus untuk waktu yang lama.

Ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan rasa ingin tahu. Salah satunya adalah mengajukan pertanyaan yang akan memberikan jawaban positif dan mendukung yang justru meningkatkan rasa ingin tahu Anda. Jangan ajukan pertanyaan yang membuat Anda berhenti bertanya atau melemahkan rasa penasaran Anda.

Misalnya saat Anda belajar menguasai skill belajar bacakilat. Berikut beberapa contoh pertanyaan mendukung, “Bagaimana bisa membaca satu halaman per detik? Apakah teknik baca ini efektif dari pada cara membaca biasa?” atau pertanyaan lainnya, “Bagaimana bacakilat benar-benar bisa membantu mengatasi masalah atau meningkatkan karier saya?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang memberi jawaban mendukung.

Contoh pertanyaan yang melemahkan seperti, “Bisakah saya membaca buku satu halam per detik?” atau pertanyaan lain, “Mengapa bacakilat ini sangat sulit dipelajari?”

Coba Anda tanyakan pertanyaan di atas dan lihat, pertanyaan mana yang lebih memicu rasa ingin tahu Anda. Untuk mengetahui cara meningaktkan rasa ingin tahu, Anda bisa membaca di artikel Mengapa Rasa Penasaran Itu Sangat Penting dan Bagaimana Cara Mengembangkannya

4. Relevansi dengan Kebutuhan dan Tujuan Hidup

Motivasi belajar akan sangat tinggi jika yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan tujuan untuk masa depan seseorang. Begitu juga sebaliknya, seseorang tidak akan termotivasi untuk mengetahui lebih banyak karena merasa tidak penting.

Jika Anda merasa sidikit terpaksa untuk menguasai skill tertentu, lihatlah manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menguasai skill tersebut. Kemudahan apa yang ia bisa berikan dan bagaimana skill itu bisa membantu Anda mencapai tujuan atau impian Anda.

Kreatiflah mencari kaitan skill yang Anda pelajari dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Libatkan sebanyak mungkin emosi Anda, terutama emosi-emosi positif. Semakin tinggi emosi positif yang Anda rasakan, dengan sendirinya motivasi Anda akan meningkat untuk menguasai skill tersebut.

5. Menjalankan Instruksi dengan Benar dan Tepat

Tidaklah bijak jika terlalu bergantung kepada trainer atau pelatih untuk hal yang sudah diajakarkan di kelas, terutama saat harus praktek sendiri di rumah. Akan “aneh” jika harus menanyakan pertanyaan yang sama beberapa kali.

Maka itu, dibutuhkan fokus untuk mengikuti semua intruksi yang disampaikan oleh trainer atau pelatih. Mulai dari tahap per tahap, hal yang perlu diperhatikan dan hal lain yang berhubungan dengan skill tersebut.

Orang yang lalai dengan poin ini, sering kali gagal menguasai skill yang mereka telah pelajari. Ini karena mereka melakukan dengan cara yang tidak diajarkan di kelas dan tidak mendapatkan menfaat seperti yang mereka harapkan. Selain itu, mereka bingung sendiri karena apa yang mereka lakukan, merasa kurang benar, terlebih manfaat yang mereka dapatkan sangat minim.

Jika skill itu memungkinkan untuk dipraktekkan langsung di kelas, praktekkanlah. Tujuannya, agar tubuh memiliki pengalaman sendiri. Tubuh akan memberikan tanda saat Anda melakukan dengan cara yang salah.

Do it

6. Terus Praktek

Skill tidak sama seperti menghafal atau memasukkan informasi ke pikiran. Menghafal tidaklah sesulit yang dibayakan kebanyakan orang. Yang dibutuhkan adalah skill menghafal agar proses menghafal jauh lebih mudah dan cepat.

Tapi untuk menguasai skill menghafal itu sendiri dibutuhkan praktek yang berkelanjutan. Ini adalah bagian penting dari menguasai skill apapun yang Anda pelajari.

Dibutuhkan perhatian, waktu dan konsistensi agar bisa menguasai skill apapun. Satu tugas penting yang harus dilakukan adalah menjadikan skill yang dipelajari menjadi satu kebiasaan baru.

Saat skill tersebut telah menjadi kebiasaan, maka dengan sendirinya seseorang bisa dengan mudah menggunakannya tanpa harus bingung dengan langkah-lagkahnya.

Seperti skill membaca bacakilat misalnya, saat seseorang telah menguasai skill ini, ia akan melakukan teknik ini dengan seketika mulai dari tahap membuat tujuan sampai aktivasi, tanpa merasa ragu akan tahap yang terlewatkan.

Kondisi seperti ini akan membuat mereka menghabiskan lebih banyak buku, memahami isi buku dengan lebih mudah, menerapkan isi buku dengan cepat dan tentunya membantu mereka meningkatkan karier dan omset bisnis mereka.

Inilah 6 sikap yang harus Anda miliki untuk menguasai skill apapun yang ingin Anda kuasai. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda.

About the Author ronalbiring

>