Aquarius Learning
Shares

8 Penyebab Stres yang Mengancam Kehidupan Anda

Shares

stres

Apakah Anda sering mengalami kesulitan berkonsentrasi? Pusing sering menyerang Anda, susah tidur di malam hari, badan semakin kurus. Bisa jadi, Anda sedang dilanda stres! Stres bisa menjadi musibah yang mengkhawatirkan karena ia dapat mengancam kehidupan Anda.

Nah, apabila Anda merasakan gejala-gejala stres seperti di atas, ada baiknya segera mencari solusi atau pertolongan. Dan, agar solusi yang Anda terapkan tepat, kenali dulu apa itu stres dan penyebabnya.

 

 

Mekanisme Biologis Stres

Evolution

Sebagaimana dikemukakan oleh Melhuish, ahli medis yang mencurahkan perhatiannya pada berbagai penyakit karena stres, stres merupakan hasil evolusi manusia selama jutaan tahun. Menurutnya, manusia purba memiliki mekanisme pertahanan terhadap ancaman dari alam sekitar. Mekanisme pertahanan ini berupa serangan atau pengelakan dari bahaya yang mengancam. Ketika menemui bahaya, yang dapat berwujud binatang buas atau bencana alam, kelenjar pituitari yang berada di dasar otak menghasilkan hormon adrenokortikotropik. Selanjutnya, hormon ini mempersiapkan kondisi sedemikian rupa sehingga kelenjar adrenal menghasilkan hormon adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini, pada gilirannya membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat, yang mempersiapkan otot-otot untuk melakukan serangan atau berlari secara refleks. Respons tubuh terhadap ancaman inilah yang disebut stres.

Stres pada Manusia Modern

Jika mekanisme pertahanan binatang dan manusia purba berupa serangan atau pengelakan, manusia modern tidak bisa melestarikan mekanisme tersebut. Evolusi telah menggiring manusia kepada kesadaran sosial. Berbeda dengan kondisi manusia purba, kondisi kekinian menuntut masyarakat memiliki kecakapan sosial. Jika masalah yang dihadapi manusia purba mengancam segi fisik, masalah yang dihadapi oleh manusia modern lebih banyak mengancam sisi sosial dan psikologisnya.

Kecakapan sosial merupakan faktor yang membedakan manusia “normal” dari manusia yang memiliki gangguan kejiwaan. Di jaman modern ini, mekanisme pertahanan manusia bukan lagi berupa serangan fisik atau pengelakan, melainkan solusi yang berkebudayaan. Bagi masyarakat modern, stres merujuk pada ketidakmampuan seseorang untuk merespons ancaman dengan cara-cara yang berbudaya. Ketidakmampuan tersebut dapat berupa serangan fisik terhadap sumber tekanan atau pengelakan dari sumber tersebut.

Itulah mengapa, di jaman sekarang, orang yang masih menggunakan insting-insting purbanya ketika menghadapi tekanan dari luar disebut “orang stres”. Zaman sekarang, stres diidentikkan dengan kegilaan. Dalam artian ini, bisa dipastikan si penderita mengalami level stres yang berat.

Meskipun tidak selalu berupa serangan fisik, stres pada manusia modern merujuk pada respons apapun yang merugikan si penderitanya. Bisa jadi, respons tersebut berwujud ketakutan yang teramat sangat sehingga si penderita memilih menghindar jauh-jauh dari sumber stres. Atau, lebih parah lagi, si penderita menjadi pasif, bertekuk lutut di hadapannya.

 Eustres dan Distres

Menurut tingkatan dan dampaknya, stres dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, eustres. Eustres adalah stres yang masih dalam tingkatan rendah. Kemunculannya justru memberi manfaat bagi Anda. Stres ini merupakan motivasi yang baik yang mendorong Anda menghadapi sumber stres tersebut dengan cekatan. Akan tetapi, ketika cara merespons eustres salah, maka muncullah apa yang disebut distres. Distres merupakan keadaan ketika Anda tak dapat menaklukkan eustres sedemikian sehingga tubuh dan pikiran meresponsnya dengan destruktif.

Penyebab Stres

Dengan mengetahui definisi stres, yaitu respons yang muncul sebagai akibat dari ancaman atau tekanan, dapat dipahami bahwa penyebab stres tidak lain yaitu ancaman atau tekanan itu sendiri. Bentuk ancaman dapat berupa ancaman konkret maupun abstrak. Ancaman konkret dipahami sebagai ancaman fisik sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Ancaman ini lebih sering ditemui binatang atau manusia purba. Cara mengatasi ancaman fisik ini cukup dengan respons yang juga bersifat fisik. Sementara itu, ancaman abstrak dipahami sebagai ancaman psikologis. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ancaman psikologis lebih sering dijumpai pada masyarakat modern. Sebagai contoh, ketika atasan menutut Anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Tuntutan tersebut dapat menjadi ancaman yang pada ujungnya dapat membuat Anda stres.

Lalu, apa saja penyebab stres yang perlu diketahui agar Anda dapat mengelolanya dengan baik sedemikian sehingga Anda dapat menghindari dampanya? Yuk, cari tahu lebih lanjut.

1. Tekanan di tempat kerja

 Rentang waktu deadline yang mencekik, tuntutan kesempurnaan hasil kerja dari atasan, dan kesulitan mengimplementasikan rencana kerja dapat menjadi pemicu munuculnya stres di diri Anda. Terlambatnya hasil dari divisi lain yang membuat Anda ikut terlambat dalam memrosesnya akan menambah tingkat stres. Stres di tempat kerja juga dapat muncul lantaran Anda harus mempresentasikan rencana kerja Anda di depan atasan dan rekan kerja. Anda juga harus memperhatikan hubungan dan persaingan dengan rekan Anda.

Penyebab stres di tempat kerja juga dapat berupa rasa bosan karena tugas yang monoton, kompetensi yang diragukan, baik oleh diri sendiri atau oleh rekan dan atasan, lingkungan kerja yang tidak nyaman dan kondusif, tanggung jawab yang tinggi yang tidak sepadan dengan pangkat atau gaji, dan masih banyak lagi.

 2. Problem finansial

Pernahkah Anda mendengar, seseorang memilih mengakhiri hidupnya lantaran kesusahan ekonomi? Atau, jangan-jangan Anda sendiri pernah mengalaminya? Saya yakin, tak jarang juga Anda menyaksikan di televisi betapa isu finansial memengaruhi kehidupan manusia. Tidak hanya menjadi penyebab bunuh diri, masalah ekonomi bahkan menyebabkan seseorang berperilaku kriminal. Banyak kasus di mana seorang pencuri terdorong melakukan aksinya karena kesulitan ekonomi. Ada juga yang nekad merampok, menjambret, dan menipu juga gara-gara masalah uang. Sungguh faktor ekonomi telah membuat banyak orang tertekan, yang selanjutnya membuat mereka stres. Stres inilah yang pada akhirnya melahirkan perilaku-perilaku yang destruktif seperti tersebut di atas.

 3. Hubungan personal

 Hubungan personal dengan seseorang, yang rumit, sulit, atau pun menemui kegagalan juga dapat menjadi tekanan yang bahaya bagi psikologis Anda. Stres dapat mucul karenanya. Dampak yang timbul dari stres karena hubungan personal biasanya berupa lemahnya kejiwaan, mudah berprasangka buruk, mudah tersinggung, merasa tertindas, dan merasa tersaingi.

 4. Hubungan sosial

 Berinteraksi dengan lingkungan, bertemu macam-macam orang seringkali membuat Anda tertekan. Anda harus menghadapi orang yang menuntut Anda untuk melakukan A, sementara hati Anda menginginkan B. Lingkungan menuntut Anda menjadi apa yang bukan diri Anda. Akhirnya, Anda pun berontak.

Kesiapan Anda menghadapi kemungkinan yang bakal terjadi manakala Anda berontak memengaruhi kadar stres yang Anda alami. Semakin siap, kadar stres semakin berkurang. Sebaliknya, semakin tidak siap, kadar stres akan semakin tinggi.

 5. Penyakit

 Hati-hati! Stres bisa memperparah penyakit yang Anda derita. Karena penyakit yang tak kunjung sembuh, Anda pun mulai tertekan, entah karena penyakit itu sendiri, biaya pengobatan yang mahal, atau pikiran bahwa semakin hari sakit yang Anda derita semakin merepotkan diri dan keluarga Anda. Stres pun muncul. Akibatnya, penyakit Anda semakin parah. Stres bisa menjadi penyebab sekaligus akibat bagi penyakit Anda. Stres merupakan lingkaran setan yang dapat membunuh Anda secara perlahan!

 6. Kegagalan

 Terobsesi dengan keinginan merupakan hal yang baik. Keinginan dan impian adalah bukti kegairahan hidup Anda. Keinginan dan impian adalah sumber kehidupan Anda. Namun demikian, tidak mungkin Anda meraih impian secara instan. Hasil tidak jatuh dari langit. Orang Jawa bilang, hasil tidak diperoleh secara mak bedunduk alias cuma-cuma. Butuh waktu dan proses untuk mencapainya. Selain itu, diperlukan juga usaha yang sungguh-sungguh.

Tidak menyadari kenyataan ini akan membuat Anda tertekan dan stres manakala impian Anda tidak terwujud.

 7. Kondisi fisik dan mental

 Waspadai kondisi kejiwaan Anda karena ia dapat menjadi pemicu stres. Apabila Anda merupakan tipe pemalu atau tidak memiliki kepercayaan diri, maka Anda akan rentan mendapatkan stres. Hal tersebut dikarenakan ketika Anda bertemu dengan orang lain, ada saja sesuatu di diri Anda yang melemahkan kepercayaan diri Anda. Padahal, kehidupan menuntut Anda untuk selalu berinteraksi dengan orang lain.

Selain mental, kondisi fisik juga dapat menjadi tekanan tak tertahankan bagi Anda. kegemukan, tinggi badan yang tidak proporsional, wajah yang tidak menarik dapat menjadi teror yang mengerikan bagi Anda. Hal tersebut mungkin karena Anda menilai kondisi fisik Anda sebagai kekurangan. Penilaian seperti itu, pada ujungnya membuat Anda tidak berskyukur. Anda akan berkutat pada masalah tersebut dan menyalahkan diri sendiri karenanya.

 8. Kematian orang-orang tersayang

 Apabila Anda memiliki ikatan emosional yang kuat dengan teman dekat, pasangan, atau keluarga, Anda akan merasa sangat kehilangan manakala salah satu di antara mereka meninggal dunia. Banyak di antara kita yang bahkan kesulitan untuk get over it, mengikhlaskan kepergian orang-orang tercinta dan melanjutkan hidup. Kesulitan tersebut merupakan gejala stres karena tidak dapat menerima kenyataan bahwa salah satu orang terkasih telah tiada.

Menghilangkan atau Mengelola Stres?

Sebagai insting yang lumrah dan musti dialami oleh setiap manusia, stres tidak dapat dihilangkan secara permanen. Menghilangkan stres secara permanen sama artinya berupaya untuk menghilangkan satu sisi kemusiaan kita. Tentu saja hal itu mustahil dilakukan.

Mungkin Anda akan bertanya, “Jika demikian, bagaimana saya mengatasi masalah yang timbul akibat stres?” Meskipun stres tidak dapat dihilangkan secara permanen, bukan berarti Anda tidak dapat mengatasi masalah-masalah yang diakibatkan olehnya. Anda masih dapat menghindari dampak-dampak stres dengan cara mengelola stres dengan baik.

Kehidupan merupakan ujian tanpa akhir. Sukses dan gagal tergantung bagaimana Anda merespons ujian tersebut. Terkadang Anda meresponsnya secara positif, tapi tak jarang pula reaksi Anda negatif sehingga Anda pun terjangkiti stres. Wajar, karena kemampuan Anda merespons ujian tergantung pada kondisi Anda.

Satu yang wajib disyukuri, sebagai manusia, Anda dibekali kehendak bebas yang memungkinkan Anda untuk merubah nasib dan perjalanan hidup. Stres adalah bakat alami Anda, demikian juga kehendak bebas. Maksimalkan kehendak bebas Anda agar dapat mengontrol dan mengelola stres sedemikian sehingga menjadikannya motivasi untuk meningkatkan produktifitas.

Nah, menurut Anda apa penyebab stres yang Anda alami? Jangan ragu untuk menuliskan komentar.

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
  • susan says:

    saya masih pelajar ka.. saya dibingungkan oleh kegiatan kegiatan yang saya ikuti. dan kaka kaka senior saya dari beberapa organisasi untuk mengikuti kegiatan di organisasi tersebut pada waktu yang sama untuk setiap pertemuan…. dan saya juga kadang stress memikirkan hal tersebut ditambah lagi ada beberapa senior saya yang tidak menyukai saya.. dan hal tersebutlah yang membuat saya tertekan. tolong bisa bantu saya agar saya tidak stres? terimakasih

  • dewi says:

    boleh minta sumber dari artikel yang ditullis ? terimakasih

    • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

      Maaf, artikel ini bukan hasil terjemahan dari artikel asing atau saduran dari artikel lainnya. Untuk sumber-sumber ilmiah tentang mekanisme stres sudah disebutkan di dalam artikel. Thanks.

  • chika says:

    halo ka, sy gatau knp sya sll mrasa takut. saya sering mrsa prasaan tdk enak apalagi saat akan mlm. ini trjadi awal bln sept tahunlalu. dan saya ingin menangis setiap saat. tapi ktika sya sedng brsma tmn” sya akan lupa soal ini. apkah ini dsebabkan krna kbosanan dlm hdp say? soalnya sya sdh nganggur drumah trus sdh setahun hehe. tpi apabner bosan akibatnya bsa sprti ini? atau ada pnyebab lain? nah krna ketakutan sya ini jga sya suka jantung sy suka degdegan dan sesaknpas. saya mulai ska mnyangkutpautkan dgn pnyakit dlm spt jantung paruparu dll. tolong brikan saran ka :’)thanksbefore

  • destyo says:

    Saya seorang Branch Manager di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam dunia penerbangan, saya sering mengalami stress dan depresi karena tekanan dalam pekerjaan. Sebenarnya saya sadari semua pekerjaan jika dilakukan sesuai dengan SOP pasti dapat berjalan dengan lancar.
    Saya sendiri memiliki bawahan / karyawan lebih kurang 100 orang dengan berbagai sifat yang tentu saja berbeda-beda, terus terang yang sangat membuat saya stress justru bawahan saya yang sangat sangat sulit di atur dan terkesan mau seenaknya saja, padahal saya sendiri sering terjun kelapangan untuk membackup semua permasalahan yang sering terjadi, karena permasalahannya adalah kami bekerja bertarung dengan waktu dan setiap permasalahan harus segera di selesaikan saat itu juga.

  • ross says:

    ya saya juga hampir sama dg masalah ayu, mudah bosan dengan keadaan dan kondisi saya, apalagi kalau saya sendirian d suatu tempat karna teman yg lain juga ada kesibukan, saya merasa pikiran saya kacau, masalah personal saya juga memang membuat saya semakin setres,
    saya tipe orang yang kalau udah sayang dengan seseorang susah untuk melupakannya, apalagi kebiasaan seseorang yang tiba-tiba saja menghilang dari hidup kita,

    • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

      kebosanan muncul lantaran tidak ada hal yang menyenangkan atau menantang. untuk itu, untuk mengatasinya, saudara Ross bisa melakukan hal-hal yang menurut saudara menyenangkan atau menantang. jika teman sedang sibuk, saudara bisa melakukannya sendirian. kadang kala, kesendirian bisa sangat menyenangkan. saudara tak perlu berkompromi dengan orang lain. saudara bisa melakukan apa pun yang saudara sukai.

  • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

    Sebelumnya, bisa diperjelas maksud Saudara, aturan yang seperti apa?

  • Nita Yulistiani says:

    Selamat pagi, salam kenal. Saya ingin mengajukan pertanyaan berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi, belum lama ini saya mengalami penipuan, serta masalah kesulitan unruk mendapatkan pekerjaan, saya sering menangis tiba-tiba jika kembali teringat peristiwa itu, sehingga membuat saya merasa tidak memiliki motivasi dan kemampuan apapun. Apakah gejala tersebut termasuk stress? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    PS. Artikelnya informatif dan bermanfaat.

    • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

      Selamat pagi juga,..:D

      Mengapa teringat kejadian yang menyedihkan bisa membuat Ibu Nita menangis? Karena, kejadian itu begitu traumatis sehingga masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi memori di sana. Ketika ada sesuatu/kejadian yang mirip dengan kejadian menyedihkan yang Ibu alami, pikiran bawah sadar Ibu mengidentikkan hal/peristiwa itu dengan memori yang tadi tersimpan di dalamnya. Pikiran bawah sadar menganggap hal/peristiwa itu sama dengan memori itu. Karena memori itu memuat perasaan sedih, maka Ibu pun menjadi sedih lagi. pikiran bawah sadar Ibu membangitkan memori menyedihkan itu ketika melihat sesuatu/kejadian yang mirip atau memiliki asosiasi dengannya.

      Apakah itu merupakan tanda Ibu terkena stres? Tidak. Ini mekanisme yang alami, yang juga biasa dialami oleh banyak orang.

      Contoh, seseorang tiba-tiba teringat mantan kekasihnya ketika mencium parfum orang yang baru lewat. Atau, tiba-tiba perasaannya sedih ketika hujan turun. Ini karena, bau parfum atau hujan membangkitkan memori bawah sadarnya tentang sesuatu/peristiwa yang dulu pernah ia alami. Pikiran bawah sadarnya mengasosiasikan/mengidentikkan bau parfum itu sebagai bau parfum mantan kekasih. Sama halnya, pikiran bawah sadar mengidentikkan hujan dengan peristiwa menyedihkan yang pernah dialaminya.

      Jika hal di atas terjadi pada Ibu Nita, itu artinya Ibu belum bisa melupakan peristiwa tersebut. Ini bisa dipahami, yakni karena seperti sudah penulis jelaskan di atas, memori tentang peristiwa itu (penipuan) sudah terlanjur masuk ke pikiran bawah sadar Ibu.

      Untuk meringankannya, Ibu dapat mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Maafkan diri Ibu sendiri. Mengapa memori itu masih saja mengganggu diri Ibu karena jauh dalam lubuk hati Ibu, Ibu menyalahkan diri Ibu sendiri atas kejadian tersebut, juga atas kesulitan mendapatkan pekerjaan. Yang perlu Ibu sadari, bukan salah Ibu jika Ibu kesulitan mencari pekerjaan, tetapi memang begitulah kondisinya di jaman sekarang, mencari pekerjaan susah karena dunia memang sedang dalam kondisi yang lesu. Bukan salah Ibu juga apabila Ibu terkena penipuan.

      Demikian jawaban yang dapat penulis sampaikan. Semoga dapat membantu membangkitkan kembali motivasi dan kemampuan Ibu Nita. Tetap semangat!

  • mahathir says:

    Saya sering pusing,binggung,tidak bisa tidur kalau malam dan main game terus + nonton tv
    Keingginan saya tidak terpenuhi…. Cara menghilang kan nya bagaimana ya

    • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

      sebelumnya, terima kasih atas komentarnya.

      Mohon maaf sebelumnya, mungkin bisa diperjelas apa yang membuat Anda pusing dan bingung?

  • Anonymous says:

    ini bahasa indonesia ke??

  • ayuu says:

    Sepertinya saya mengalami stress setiap hari. Saya stress karena saya bosan dengan kehidupan saya. Bosan dengan rutinitas yang tidak membangun perkembangan hidup saya..Saya hidup dengan kekosongan seperti tidak ada tujuan . Ya, saya juga tidak pernah percaya diri. Saya seperti org yg bukan penting dan tidak ada yang membutuhkan saya. Saya masih kuliah . Dalam kuliah saya pun biasa saja. Untuk bergaul dengan teman teman saja saya tidak tertarik. Belajar juga tidak semangat. Mengenal lawan jenis juga tidak berhasrat. Hidup saya sangat monoton dan hampa. Belakangan saya suka murung , gampang terpancing amarah. Dan tempramental. Mgkin disini Saya butuh solusi agar saya bergairah dalam menjalani hidup. terimakasih

    • Rina Ulwia Rina Ulwia says:

      Salam… 🙂

      Jika seperti itu kondisinya, ini saatnya Saudara merenungkan apa sebenarnya yang Saudara inginkan dalam hidup.

      Yup, seringkali seseorang kehilngan motivasi, bosan, dan stres lantaran tidak tahu apa tujuan hidupnya. Oleh karena itu, cari dan rumuskan tujuan hidup Saudara dan kejar tujuan itu hingga tercapai.

      Tetapi, jika Saudara merasa hidup ini tidak penting dan tujuan akhirnya adalah kematian, dan pemikiran itulah yang membuat Saudara terus dilanda kebosanan, kehampaan, dan stres, maka Saudara bisa merenungkan hal berikut ini:

      Mungkin, tujuan akhir hidup memanglah kematian dan karenanya tidak ada artinya capai-capai melakukan sesuatu selama hidup karena toh akhirnya ditinggal mati juga. Tetapi, daripada capai-capai, tidak ada salahnya untuk membuat hidup lebih berarti dengan membuat tujuan hidup kita sendiri, di mana kita bertekad untuk mencapainya sebelum meninggal.

      Coba Saudara bandingkan dua hal berikut ini, mana yang lebih baik dan bermakna:

      kita meninggal dalam keadaan di mana kita belum mencapai tujuan hidup kita karena memang kita menjalani hidup tanpa tujuan

      atau

      kita meninggal dalam keadaan di mana kita sudah mencapai tujuan hidup kita.

      bagi banyak orang, yang kedua jauh lebih baik dan bermakna dibanding yang pertama. dalam kondisi yang pertama, kita meninggal sia-sia. sementara itu, dalam kondisi kedua, kita meninggal dalam kondisi puas dan bahagia karena telah mencapai tujuan kita.

      Nah, nama kira-kira yang Saudara pilih dari dua kondisi di atas? Jika Saudara memilih kondisi yang kedua, artinya, Saudara ingin meninggal dalam kondisi puas, bahagia, dan tidak merasa hidup dalam kesia-siaan, maka mulai sekarang tentukan tujuan hidup Saudara. Apapun tujuan itu, mungkin pergi keliling dunia, atau membantu orang-orang yang membutuhkan, menulis, atau apapun, yang terpenting Saudara kembali bersemangat menjalani hidup. Nikmati hidup ini sepuasnya sebelum meninggal agar Saudara tidak meninggal dalam kondisi menyesal.

      Semoga jawaban di atas bisa membantu Saudara menghilangkan stres akibat merasa kosong dalam hidup 😀

  • >