kegundahan hati

Hilangkan Kegundahan Hati Anda dengan Buku!

Shares

Tidak bisa dipungkiri, masalah selalu muncul setiap hari. Entah itu masalah di kantor, di rumah, atau pun masalah lainnya. Ada kalanya, Anda dapat menyelesaikannya dengan mudah. Tetapi, tak jarang pula masalah itu begitu peliknya sehingga Anda dilanda kegundahan hati.

Bagaimana Anda menghadapinya?

Seringkali, orang berlari pada rokok, minuman keras, dan perilaku merusak lainnya ketika sedang dilanda kegundahan.

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Anda juga seperti mereka? Melampiaskan kegundahan hati pada hal-hal yang merusak tubuh dan kehidupan Anda?

Jika ya, tentu Anda tahu, bukan, risikonya? Masalah bukannya terpecahkan tetapi justru semakin runyam. Kesehatan Anda terganggu. Di samping itu, Anda juga hanya membuang-buang waktu.

Lantas, bagaimana jika begitu? Bagaimana cara menghilangkan kegundahan hati secara aman?

Dalam artikel ini, penulis akan menunjukkan kepada Anda sebuah cara yang sudah teruji ampuh, yang digunakan oleh para terapis untuk menyembuhkan pasien mereka dari depresi, kecemasan, dan kegundahan hati. Cara ini alami dan aman karena tidak menggunakan obat-obatan. Di samping itu, cara ini juga murah dan mempunyai efek positif lainnya.

Biblioterapi, Terapi lewat Buku

Cara yang penulis maksud di atas tidak lain dan tidak bukan yaitu MEMBACA BUKU!

“Baca buku? Masa, sih?” demikian tanya Anda, tidak percaya bahwa membaca buku dapat menghilangkan kegundahan hati.

Tetapi, memang demikian kenyataannya! Kenyataannya, membaca buku memang dapat menghilangkan kegundahan hati, stres, depresi, dan kecemasan. Para terapis telah menggunakan buku untuk menyembuhkan pasien depresi dan kecemasan sejak lama. Bahkan, sejak zaman filusuf Yunani Plato, buku sudah lumrah dijadikan sebagai terapi penyembuhan penyakit kejiwaan.

Dalam ranah psikologi, terapi penyembuhan depresi, kecemasan, dan kegundahan hati ini sering disebut biblioterapi.

Mengutip situs minddisorders.com, biblioterapi adalah “An adjunct to psychological treatment that incorporates appropriate books or other written materials, usually intended to be read outside of psychotherapy sessions, into the treatment regimen.” Biblioterapi adalah sebuah dukungan pada perawatan psikologis dengan memasukkan buku atau bahan tertulis lainnya, biasanya ditujukan untuk dibaca di luar sesi psikoterapi, ke dalam rangkaian perawatan.

kegundahan hati

Dari definisi di atas, kita tahu bahwa biblioterapi digunakan sebagai terapi dukungan bagi pasien penderita gangguan kejiawaan, di samping terapi utama. Pasien diberikan beberapa buah buku atau bahan bacaan lainnya yang disesuaikan dengan masalah yang mereka hadapi. Tujuannya, supaya mereka memahami masalah mereka dan bagaimana mengatasinya.

Biblioterapi membantu mengedukasi pasien agar lebih paham masalah yang dideritanya dan dengan demikian mau menerima prosedur penyembuhan yang diberikan oleh terapis. Dengan membaca buku-buku self-help dan psikologi yang diberikan oleh sang terapis kepada mereka, pasien menjadi lebih aktif berpartisipasi dalam program penyembuhan.

Cara ini terbukti dapat membantu kesembuhan pasien lebih cepat.

Hilangkan Kegundahan Hati Anda dengan Buku!

Nah, jika penderita depresi dan kecemasan yang perlu perawatan terapis saja dapat sembuh lewat buku, maka apalagi Anda? Masalah Anda, yakni kegundahan hati, tentu jaaaaauh lebih mudah disembuhkan lewat buku.

“Tapi, kan, biblioterapi hanya tambahan? Di samping biblioterapi, bukannya pasien juga menerima sesi terapi bersama sang terapis?” demikian Anda bertanya.

Yup! Pertanyaan yang cerdas!

Biblioterapi memang hanyalah terapi pendukung. Tetapi, itu bagi pasien penderita depresi dan kecemasan yang memang memerlukan perawatan seorang terapis. Masalah mereka berbeda dari masalah yang Anda hadapi. Tidak seperti masalah mereka, kegundahan hati yang melanda diri Anda masih dalam taraf yang wajar, yang belum perlu penanganan terapis/psikiater. Oleh karena itu, cukup dengan membaca buku saja, kegundahan hati Anda bisa hilang.

Jika terapis memberikan resep buku yang sesuai dengan masalah yang diderita sang pasien, maka Anda pun dapat memilih buku-buku yang sesuai dengan masalah Anda. Pilihlah buku yang dapat membantu Anda menyelesaikan masalah yang Anda hadapi sedemikian sehingga kegundahan hati Anda hilang.

Menurut pengalaman penulis, membaca buku memang powerful. Suatu ketika, penulis pernah kehilangan tujuan hidup. Hal itu membuat penulis terombang-ambing tidak tentu arah. Tetapi, beruntung sekali, penulis menemukan buku berjudul Reason in Revolt, sebuah buku filsafat yang kaya akan pembahasan mengenai hakikat kehidupan, perjuangan manusia, dan kebebasan. Buku itu menjawab pertanyaan-pertanyaan penulis tentang kehidupan ini. Ia merupakan penolong bagi penulis. Dari membaca buku itu, penulis paham apa yang harus penulis lakukan dalam hidup. Dan, sejak saat itu, penulis tidak pernah lagi kehilangan arah.

Cerita salah seorang teman penulis beda lagi. Suatu ketika dia mengalami depresi berat karena suatu hal. Sudah berbagai cara penulis tawarkan kepadanya untuk menyembuhkan depresinya itu, mulai dari berkonsultasi ke psikiater hingga hipnosis untuk menghilangkan ingatan akan masa lalunya yang membuatnya depresi. Tetapi, dia menolak semua tawaran itu. Sebaliknya, dia justru memilih menjadikan buku sebagai obat penyembuh. Menurutnya, hanya dengan membaca buku sajalah ia dapat melupakan masalahnya. Dan, benar, ia tidak menerapkan cara apa-apa kecuali membaca buku.

Berkubang dalam tumpukan buku, ia lahap buku-buku filsafat dan novel-novel sastra kegemarannya. Walhasil, depresi yang dideritanya hilang dengan sendirinya.

Nah, apabila membaca buku ampuh bagi penulis dan teman penulis, maka ia juga ampuh bagi Anda.

Sampai di sini, mungkin Anda bertanya, “Saya percaya baca buku itu powerful, bisa menghilangkan kegundahan hati saya. Tapi, kapan saya bisa baca buku? Saya sangat sibuk sekali. Ga ada waktu buat baca.”

Apabila Anda terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk membaca buku, Anda masih dapat mendengarkan audio book yang berisi materi pengembangan diri, self-help, psikologi, dan sebagainya yang banyak beredar. Putar selalu audio book Anda dalam perjalanan ke luar kota, saat menunggu pesawat, saat bepergian, atau pun saat bersantai di rumah. Jadikan aktivitas mendengarkan audio book sebagai kebiasaan Anda dan dapatkan inspirasi yang membuat hari Anda menjadi lebih tercerahkan.

 

Sumber:

minddisorders.com

 

Baca juga:

Mau Tahu Solusi Stres? Yuk, Baca Buku!

Ini Dia Alasan mengapa Membaca Buku dapat Meningkatkan Kesadaran Diri Anda!

Tips Bekerja dengan Gembira

 

 

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
>