Cara Menguatkan Kontrol Diri saat Diet

Shares

OMG!!! Naik lagi 4 kilo. Gawat, nih!!

Heheheh. Anda sedang panik berat badan naik terus? Bulan lalu, berat badan Anda 52 kilo. Sekarang jadi 56 kilo. Jika bulan depan bertambah 4 kilo lagi, jadinya 60 kilo, dong. Hiiiiih, sereeeeem!

Memang, berat badan merupakan masalah yang saaaangat mengganggu. Bagaimana tidak?? Karena gemuk, Anda rentan penyakit. Badan gemuk juga jadi sumber keminderan. Kegemukan juga membuat Anda lamban.

Untuk itulah, Anda panik ketika berat badan terus-terusan naik.

Masalahnya, program diet Anda selalu gagal! Sebabnya, Anda tidak tahan godaan. Apalagi saat ketemu es krim cokelat nan lezat. Atau, kriuk-kriuknya kripik kentang. Atau, aneka kue bertabur keju. Huaaaaah! Diet langsung berantakan!

Bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana mengatasi godaan yang menyerang bertubi-tubi?

Kata kuncinya adalah KONTROL DIRI!

Anda tidak tahan godaan karena kontrol diri Anda lemah. Dalam kata lain, Anda tidak dapat mengendalikan diri. Yup! Anda tidak dapat mengendalikan diri dari nafsu setan yang menjelma dalam bentuk es krim cokelat, kripik kentang, dan kue bertabur keju. Heheheh.

Dan, karena kata kuncinya adalah kontrol diri, maka yang harus Anda lakukan adalah MENINGKATKAN KONTROL DIRI Anda. Anda harus dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu yang sesat dan menyesatkan itu!

Gimana caranya mengendalikan diri? Susah, boo, kalo liat yang yummy-yummy.

Mau tahu caranya? Penasaran?

Emmmau tahu aja, atau mau tahu banget??

Heheh. Untuk mengetahuinya, yuk, kita bongkar dulu apa yang dimaksud kontrol diri. Selanjutnya, kita bongkar penyebab kontrol diri Anda lemah dan cara mengatasinya.

Apa Itu Kontrol Diri?

Apa itu kontrol diri? Mengapa kontrol diri sangat penting dalam program menurunkan berat badan?

Kontrol diri adalah kemampuan untuk mengendalikan diri kita sehingga kita melakukan apa yang SENGAJA ingin kita lakukan dan menjauhi apa yang SENGAJA ingin kita hindari.

Contoh:

Bayangkan Anda sedang menjalani program diet. Pantangannya, Anda tidak boleh makan makanan yang mengandung lemak, karbohidrat tinggi, dan gula.

Kebetulan, Anda sedang berulang tahun. Anak buah Anda turut merayakan hari bersejarah itu. Mereka membawakan aneka makanan lezat untuk Anda. Ada kue taart, blackforest, dan makanan favorit Anda: gorengan. Semua makanan itu spesial untuk Anda. Yup! Spesial untuk Anda.

Tetapi, karena sudah bertekad untuk tidak menyantap makanan-makanan itu, Anda pun dengan tegas menolak pemberian mereka. Dengan tegas, Anda katakan, “Tidak!” untuk kue taart lezat, blackforest, dan krenyes-krenyesnya gorengan yang masih hangat.

Nah, apa yang Anda lakukan itu (menolak mengonsumsi makanan favorit Anda demi diet) merupakan bentuk kontrol diri.

Kok bisa?

menurunkan berat badan

Karena, apa yang Anda lakukan itu sesuai dengan keinginan Anda. Anda ingin tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak, gula, dan karbohidrat tinggi. Dan, saat keinginan itu benar-benar Anda wujudkan, itu artinya, Anda berhasil mengontrol diri Anda.

Apabila Anda tidak tahan godaan, itu artinya, kontrol diri Anda lemah! Atau, dalam kata lain, Anda tidak dapat mengendalikan diri.

Jadi, kesimpulannya: Ketika Anda mampu membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan sadar Anda, ketika itu Anda disebut memiliki kontrol diri. Sebaliknya, ketika Anda gagal membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan sadar Anda, maka ketika itulah Anda disebut tidak mampu mengontrol diri.

Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Kontrol Diri?

Sekarang, siapa, sih, yang bertanggung jawab dalam kontrol diri? Mengapa kadang-kadang kontrol diri Anda lemah dan kadang-kadang kuat?

Yang bertanggung jawab dalam kontrol diri adalah otak Anda. Tepatnya, bagian otak atau pikiran yang disebut dengan pikiran sadar.

Oya, perlu diketahui, pikiran terbagi menjadi dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Kedua bagian itu bertanggung jawab dalam mengontrol perilaku Anda.

Namun demikian, ada perbedaan di antara keduanya.

Apa perbedaannya? Perbedaannya, pikiran sadar bertugas mengontrol perilaku Anda sedemikian sehingga sesuai dengan KEINGINAN SADAR Anda. Sebaliknya, pikiran bawah sadar mengontrol perilaku Anda sedemikian sehingga sesuai dengan KEINGINAN BAWAH SADAR Anda.

Jadi, pikiran sadar mengontrol perilaku agar sesuai dengan keinginan sadar, sedangkan pikiran bawah sadar mengontrol perilaku agar sesuai dengan keinginan bawah sadar.

Nah, yang menjadi masalah yaitu ketika KEINGINAN SADAR Anda BERTENTANGAN dengan KEINGINAN BAWAH SADAR Anda. Contoh, Anda memiliki keinginan sadar untuk menyetop konsumsi gula, karbohidrat tinggi, dan lemak. Tetapi, dalam tingkat bawah sadar, Anda saaaangat gemar es krim coklat, blackforest, dan gorengan. Pertentangan itu membuat pikiran sadar dan pikiran bawah sadar bertempur.

Siapa yang akan menang?

Oya, kekuatan pikiran sadar hanyalah 12%, sedangkan kekuatan pikiran bawah sadar adalah 88%.

Jika begitu, siapa yang akan menang? Pikiran sadar atau pikiran bawah sadar?

Rahasia Kemenangan Kehendak Sadar atas Kehendak Bawah Sadar

Manakala kehendak sadar bertentangan dengan kehendak bawah sadar, siapa yang akan menang? Kehendak sadar atau kehendak bawah sadar?

Terkadang, kehendak sadar menang!

Kok bisa? Apa buktinya?

Buktinya yaitu ketika Anda mampu melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan sadar Anda. Atau, ketika Anda mampu mengontrol diri Anda untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai keinginan sadar Anda.

Sementara itu, bukti kekalahan pikiran sadar yaitu ketika Anda kalah terhadap godaan, ketika Anda tidak dapat menahan godaan.

Sekarang, pertanyaannya, kok bisa pikiran sadar yang hanya berkekuatan 12% menang melawan pikiran bawah sadar yang berkekuatan 88%?

Rahasianya ada pada MOTIF alias TUJUAN. Kadangkala, kehendak sadar menang melawan keinginan bawah sadar lantaran kuatnya motif alias tujuan. Contoh menarik tentang hal ini dapat Anda saksikan pada marshmallow experiment.

Marshmallow experiment bertujuan untuk mengetahui apa yang memperkuat dan memperlemah kontrol diri anak.

Dalam eksperimen itu, sejumlah anak (berumur 4 tahun) diminta untuk memasuki sebuah ruangan satu-persatu. Di ruangan itu, terdapat meja yang di atasnya ditaruh sebuah marshmallow.

Selanjutnya, anak dipersilakan untuk memakannya saat sang eksperimenter keluar ruangan. Tetapi, sebelum pergi, eksperimenter memberitahunya bahwa apabila ia menahan diri memakan marshmallow itu hingga sang eksperimenter kembali, maka ia akan mendapatkan dua butir marshmallow. Tetapi, apabila ia memakannya saat itu juga, maka ia hanya akan mendapatkan sebutir.

menurunkan berat badan

Bagaimana hasil eksperimen itu? Dari eksperimen itu, diketahui 33% anak memakan marshmallow seketika itu juga. Sementara itu, sisanya menunggu lima belas menit hingga sang eksperimenter kembali ke ruangan. Hal itu mereka lakukan demi mendapatkan dua butir marshmallow.

Nah, keberhasilan 67% anak dalam menahan keinginan untuk memakan marshallow membuktikan bahwa mereka mampu mengontrol diri, bahwa KEINGINAN SADAR mereka mampu MENGALAHKAN keinginan BAWAH SADAR mereka.

Apa yang membuat keinginan sadar mereka menang?

Jawabannya, motif mereka, yakni mendapatkan dua butir marshmallow.

Dari eksperimen itu, dapat disimpulkan bahwa untuk MENGALAHKAN keinginan bawah sadar, Anda perlu memiliki MOTIF/TUJUAN yang kuat dan jelas. Motif itu mendasari keinginan sadar Anda.

Contoh, Anda ingin menurunkan berat badan. Pantangannya, Anda harus mengurangi makanan yang berlemak, gula, dan karbohidrat tinggi. Padahal, Anda pecinta permen, cokelat, brownies, dan es krim yang banyak mengandung 3 zat itu.

Itu artinya, Anda memiliki keinginan sadar untuk mengurangi makanan berlemak, gula, dan karbohidrat. Tetapi, pikiran bawah sadar Anda mengatakan bahwa Anda harus menyantap makanan yang mengandung 3 zat itu.

Nah, supaya keinginan sadar Anda menang melawan keinginan bawah sadar, Anda harus melandasi keinginan sadar Anda dengan motif yang jelas. Apa motif/tujuan Anda mengurangi makanan berlemak, gula, dan karbohidrat?

Jadi, Rahasia Memperkuat Kontrol Diri Adalah?

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa RAHASIA MENGENDALIKAN DIRI adalah TUJUAN alias MOTIF. Semakin kuat dan jelas motif Anda, maka kontrol diri juga semakin kuat. Sebaliknya, semakin lemah dan kabur motif, maka lemah juga kontrol diri Anda.

 Dua Jenis Motif

Dalam psikologi, dikenal adanya dua motif ekstrinsik yang mendorong kita melakukan tindakan sesuai keinginan sadar kita. Dua motif itu dikenal dengan CARROT dan STICK. CARROT berarti reward alias NILAI LEBIH yang akan diperoleh ketika kita melakukan kehendak sadar kita, sedangkan STCIK berarti KONSEKUENSI BURUK yang akan diperoleh ketika kita melakukan tindakan yang tidak sesuai kehendak sadar kita.

Sekarang, apa kira-kira nilai lebih yang memotivasi Anda untuk berdiet? Nilai lebih itu dapat berupa bertambahnya kepercayaan diri, badan yang sehat dan cekatan. Sebaliknya, konsekuensi buruk apabila Anda tidak tahan godaan dapat berupa kepercayaan diri yang merosot dan terbaring di rumah sakit.

Anda dapat memperkuat kontrol diri Anda dengan memotivasi diri sendiri baik dengan carrot maupun stick.

Bagaimana caranya?

Menahan Godaan dengan Bantuan Carrot dan Stick

Saat Anda tergoda menyantap es krim cokelat, bayangkan konsekuensi buruknya. Bayangkan Anda bertambah gempal, perut berlipat-lipat, tubuh susah bergerak. Baju Anda kesempitan. Bayangkan pula Anda terkapar di rumah sakit dengan selang infus.

Atau, Anda juga bisa membayangkan nilai lebih yang akan Anda dapatkan apabila Anda mampu menahan diri. Bayangkan tubuh Anda menjadi langsing dan gesit. Memakai baju model apa pun Anda saaaangat cocok. Dan, karena kegesitan Anda, Anda semakin produktif. Orang-orang pun kagum pada Anda.

Dengan carrot dan stick, dijamin Anda mampu melawan godaan diet yang sesat menyesatkan.

Hindari Kebiasaan Ini

Agar dapat mengontrol diri Anda, selain memiliki tujuan/motif yang kuat dan jelas, Anda juga perlu memperhatikan kebiasaan Anda.

Nasihat lama mengatakan bahwa untuk menurunkan berat badan kita perlu menghindari aktivitas yang pasif seperti menonton TV. Alasannnya sederhana, saat menonton TV, tubuh tidak melakukan gerak. Sebaliknya, sembari menonton TV, kita menghabiskan waktu untuk mengemil.

Sekarang, kebiasaan menonton TV tergeser kebiasaan… kebiasaan apa hayooo??

Kebiasaan nonton TV tergeser kebiasaan berselancar di internet!

Ayo, jujur pada diri Anda sendiri selain bekerja, apa yang Anda lakukan sehari-hari? Penulis berani taruhan, di sela-sela kesibukan Anda bekerja, Anda menghabiskan waktu untuk berselancar di internet.

Sekarang, penulis ingin bertanya, apa yang Anda dapatkan dari berselancar di internet? Berapa banyak informasi yang Anda peroleh dari internet?

Tak terhitung, bukan? Bahkan, saking tak terhitungnya, Anda sampai kewalahan mengingat informasi-informasi itu. Anda baca portal berita online, postingan orang di media sosial, tips menurunkan berat badan, resep masakan, dan maaaaasih banyak lagi. Niatnya, supaya Anda kaya informasi. Tetapi, karena saking banyaknya, Anda justru bingung. Yup! Anda bingung bagaimana menyikapi informasi-informasi itu. Anda bingung mana yang harus Anda percaya dan mana yang harus Anda abaikan. Walhasil, Anda jadi pusing sendiri.

Dalam psikologi, apa yang Anda alami itu disebut information overload atau cognitive overload.

Information overload terjadi saat otak Anda dibombardir oleh stimulus luar (contohnya informasi-informasi di internet) sehingga fokus Anda terpecah-pecah. Anda tidak dapat berfokus pada satu hal. Sebaliknya, fokus Anda terus berubah-ubah. 10 detik yang lalu, Anda membaca berita tentang kenaikan harga beras. Beberapa detik selanjutnya, Anda loncat ke informasi lain, yakni tips menurunkan berat badan. Lalu, Anda beranjak ke resep masakan. Begitu seterusnya hingga informasi yang Anda peroleh tidak utuh. Informasi yang Anda peroleh terpotong-potong.

Lalu, apa hubungan information overload dengan menahan godaan diet?

Overloading attention shrinks mental control.”

Daniel Goleman, dalam Focus: The Hidden Driver of Excellence

Sebagaimana dijelaskan Goleman di atas, membombardir diri sendiri dengan berbagai informasi (dalam satu waktu) melemahkan kontrol mental. Yang ia maksud dengan kontrol mental tak lain adalah kontrol diri.

Jadi, ketika Anda membombardir diri Anda dengan berbagai informasi (dalam waktu bersamaan), tanpa sengaja Anda telah melemahkan kontrol diri Anda sendiri.

Ketika Anda membombardir diri Anda dengan berbagai informasi (dalam waktu bersamaan), tanpa sengaja Anda telah melemahkan kontrol diri Anda!

Ketika Anda membombardir diri Anda dengan berbagai informasi (dalam waktu bersamaan), tanpa sengaja Anda telah melemahkan kontrol diri Anda!

Apa artinya? Artinya, semakin Anda sering berselancar di internet, semakin Anda mengalami cognitive overload, maka kontrol diri Anda pun semakin lemah. Apalagi jika Anda sudah kecanduan internet, hmmmm penulis berani taruhan, Anda malas ngapa-ngapain. Maunya cuma di depan komputeeeerrr saja. Atau, jika tidak, maunya main gadgeeeeet doang.

Hal itu membuktikan lemahnya kontrol diri Anda.

Nah, karena kontrol diri lemah, Anda pun bertekuk lutut pada rayuan setan yang menjelma es krim cokelat, kue taart yummy, dan gorengan hangat yang mak nyus.

menurunkan berat badan

Jadi, kebiasaan berselancar di internet bisa menggagalkan program diet Anda. Kronologinya, kebiasaan berselancar di internet membuat Anda mengalami cognitive overload. Dan, cognitive overload melemahkan kontrol diri Anda. Akhirnya, semakin kontrol diri lemah, semakin gampang Anda tergoda bujuk rayu es krim cokelat.

Ah, teori!” begitu bantah Anda.

Anda boleh tidak percaya jika berselancar di internet bisa menggagalkan program diet Anda. Tetapi, Anda perlu tahu kenyataan berikut ini:

Para pakar telah membuktikan pengaruh gadget terhadap tingkat obesitas. Mereka menemukan bahwa obesitas yang menjangkiti penduduk Amerika Serikat selama 30 tahun terakhir merupakan akibat dari penggunaan gadget dan komputer. (Focus: The Hidden Driver of Excellence, hlm. 31).

Sekarang, Anda percaya, bukan? Kan, para pakar sudah membuktikannya.

Ya, saya percaya,” jawab Anda, “Tapi, kalau gitu, apa yang harus saya lakukan?”

Yang harus Anda lakukan adalah matikan internet, simpan gadget, dan luangkan waktu untuk menghirup udara segar. Tujuannya, untuk meningkatkan kontrol diri Anda.

Kesimpulan

Salah satu hambatan terbesar saat diet adalah kontrol diri. Semakin kuat kontrol diri Anda, semakin Anda tahan terhadap godaan diet. Sebaliknya, semakin lemah kontrol diri Anda, maka semakin Anda tidak tahan godaan; Semakin Anda gampang terjerumus pada godaan es krim yang terkutuk.

Nah, untuk mengatasinya, Anda harus meningkatkan kontrol diri Anda. Caranya yaitu dengan carrot dan stick, maupun dengan menghindari gatget dan internet.

Dan, agar program diet lebih cepat dan tahan lama, Anda perlu menyelaraskan keinginan bawah sadar dengan keinginan sadar Anda. Mengapa? Karena, seringkali, pikiran bawah sadar menang melawan pikiran sadar; Kehendak bawah sadar lebih sering dominan terhadap kehendak sadar. Ingat, kekuatan pikiran bawah sadar adalah 88%, sedangkan kekuatan pikiran sadar hanya 12%. Sekuat apa pun keinginan sadar Anda untuk menurunkan berat badan, jika keinginan bawah sadar menginginkan yang sebaliknya, maka diet niscaya gagal.

That’s why, Anda perlu menyelaraskan keinginan bawah sadar dengan keinginan sadar Anda. Jika pikiran sadar Anda ingin menahan godaan diet seperti es krim cokelat, gorengan, dan permen, sedangkan pikiran bawah sadar Anda ingin es krim cokelat, maka Anda perlu menyelaraskan keinginan itu dengan keinginan sadar Anda; Anda perlu membuat pikiran bawah sadar Anda ingin berdiet.

Bagaimana cara menyelaraskan keinginan bawah sadar dengan keinginan sadar? Mind Detox Program adalah kuncinya. Apa itu Mind Detox Program? MDP adalah program diet dengan prinsip menyelaraskan keinginan bawah sadar dengan keinginan sadar Anda. Karena, yang mengontrol tindakan Anda adalah pikiran bawah sadar Anda. Dengan MDP, pikiran bawah sadar Anda yang tadinya ingin es krim bisa berubah menjadi anti es krim. Dengan MDP, pikiran bawah sadar Anda yang semula ingin gemuk, kini ingin langsing. Dengan begitu, diet pun menjadi jaaaauh lebih mudah, cepat, dan tahan lama.

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
>