membuat rencana

5 Langkah Membuat Rencana yang Efektif

Shares

Kata orang, hidup itu harus punya rencana. Rumah tangga, pekerjaan, dan pendidikan, semuanya harus direncanakan. Hidup tanpa rencana pangkal kegagalan! Demikian istilahnya.

Anda setuju, bukan?

Memang, dalam hidup, kita harus memiliki rencana; bagaimana kehidupan kita ke depan; apa yang kita inginkan; kehidupan macam apa yang ingin kita jalani.

Pertanyaannya, apakah dengan cukup berbekal rencana saja lantas kita meraih sukses? Apakah dengan cukup berbekal rencana saja lantas kita mencapai tujuan kita?

Kalau begitu, semua orang pasti sudah meraih tujuan mereka. Benar, bukan? Rencana saja tidaklah cukup. Anda harus melengkapinya dengan aksi nyata. Anda harus bertindak untuk mencapai tujuan Anda.

Nah, berikut ini penulis sajikan kepada Anda beberapa langkah membuat rencana yang efektif yang sedemikian sehingga mendorong Anda untuk segera bertindak.

Langkah-Langkah Membuat Rencana yang Efektif

Berikut ini beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat rencana yang efektif.

1. Sederhana saja, yang penting fokus

Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti ini: memiliki banyak rencana? Anda ingin menguruskan badan, memiliki kebiasaan membaca buku, membangun bisnis, dan melanjutkan studi dalam satu waktu.

Jika ya, apa jadinya?

Jadinya, Anda malah kebingungan, bukan, keinginan mana yang akan Anda realisasikan dulu?

Untuk itulah, dalam membuat rencana, hindari membuat banyak rencana sekaligus. Jauh lebih baik Anda memiliki sedikit rencana. Apa yang penting, Anda dapat berfokus pada rencana itu satu persatu.

Hukum yang berlaku adalah banyak rencana membuat Anda tidak fokus. Sebaliknya, sedikit rencana membantu Anda berfokus. Tentukan rencana/tujuan Anda. Dan, kerjakan rencana-rencana itu satu persatu. Dalam satu waktu, fokuslah hanya pada satu rencana.

2. Jelaskan detailnya

Setelah menentukan rencana Anda, sekarang saatnya membuatnya lebih jelas.

Awalnya, rencana Anda masihlah abstrak. Sebagai contoh, rencana Anda: ingin menulis.

Rencana itu masihlah saaaangat abstrak. Dengan rencana itu, Anda tidak akan tergerak untuk bertindak.

Mengapa? karena, rencana itu tidak menjelaskan jenis tulisan apa yang ingin Anda tulis, seberapa banyak? 100 halaman? 1000 halaman? Dan, bidang apa yang ingin Anda tuliskan?

Untuk itu, Anda harus memperjelasnya. Caranya, buatlah rencana Anda lebih spesifik. Buatlah detail rencana Anda.

Jika Anda berencana untuk menulis, tentukan jenis tulisan apa yang Anda inginkan, apa judulnya.

Dalam website michaelhyatt.com, dijelaskan, rencana yang detail mencakup 5 hal, yaitu spesifik, dapat diukur, dapat direalisasikan, realistis, dan mencakup batas waktu realisasinya.

Spesifik

Apa yang dimaksud spesifik? Spesifik artinya menjelaskan yang sejelas-jelasnya apa yang hendak Anda capai, apa rencana yang ingin Anda raih.

Contoh, apabila Anda berencana menulis, maka rencana spesifik Anda harus menjelaskan tulisan yang bagaimana yang Anda inginkan. Apakah Anda ingin menulis novel? Karya ilmiah? Artikel? Atau apa?

Berikut ini contoh rencana yang buruk dan contoh rencana yang baik.

Buruk: menulis

Baik: menulis sebuah novel tentang seorang detektif yang mengungkap misteri pembunuhan seorang petani.

Measurable

Measurable/ bisa diukur artinya, rencana Anda bisa diukur secara kuantitatif, berapa jumlah halaman yang Anda inginkan (jika rencana Anda adalah menulis buku), berapa kg yang Anda inginkan (jika rencana Anda adalah menguruskan badan), atau berapa banyak halaman yang ingin Anda baca (jika rencana Anda adalah membaca buku).

Bagaimana contohnya?

Buruk: menulis buku yang tebal

Baik: menulis novel tentang detektif yang mengungkap misteri kematian seorang petani. Tebal 500 halaman.

Actionable

Actionable/dapat dilakukan artinya rencana Anda harus ditulis dalam bentuk kata kerja sedemikian sehingga dapat mendorong pikiran bawah sadar Anda untuk bertindak.

Contohnya?

Buruk: semangat menulis

Baik: menulis novel tentang seorang detektif yang mengusut misteri pembunuhan seorang petani.

Realistis

Sebuah rencana juga harus realistis. tetapi, apa maksud realistis?

Realistis berarti Anda, dengan segala kekuatan, usaha, dan modal Anda mampu melakukannya.

Bagaimana contohnya?

Buruk: menulis buku fisika. Padahal, Anda tidak memiliki pengetahuan fisika apa pun. Anda awam sama sekali dalam bidang fisika.

Tentu, Anda bisa menulisnya meskipun Anda awam sama sekali, tetapi entah kapan buku itu selesai karena Anda harus terlebih dulu menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari fisika.

membuat rencana

Nah, dalam contoh itu, mengapa rencana Anda tidak realistis? Karena, Anda tidak memiliki kekuatan dan modal (berupa pengetahuan fisika) untuk melakuannya.

Baik: menulis buku pelajaran matematika kelas XII. (di mana Anda memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang matematika).

Time-bound

Time-bound alias memenuhi batas waktu tertentu artinya Anda merumuskan kapan realisasi rencana itu harus selesai.

Contoh?

Buruk: menulis novel dalam waktu yang singkat.

Baik: menulis novel tentang detektif yang mengungkap pembunuhan seorang petani. Tebal 500 halaman. Waktu 5 bulan.

3. Tuliskan

Ketika Anda menuliskan rencana Anda di atas kertas, otak Anda memberikan perintah kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakan rencana itu. untuk itu, tuliskan rencana Anda.

Selain alasan di atas, menuliskan rencana juga membantu Anda mengingatnya. Seringkali, kita abai terhadap rencana yang sudah kita susun lantaran kita lupa poin-poinnya.

4. Koreksi secara berkala

periksalah progres Anda secara berkala. Sampai mana pencapaian Anda?

Contoh, Anda berencana untuk menulis novel setebal 500 halaman dalam waktu 1 tahun. Periksalah seminggu sekali, misalnya, seberapa jauh progres Anda. Berapa halaman yang Anda capai tiap minggunya. Bagaimana penulisannya, apakah semakin hari semakin melebar ataukah tetap pada jalur.

5. Bagikan kepada orang yang mendukung

Terakhir, kabarkan rencana Anda hanya kepada orang yang mendukung. Orang itu bisa mentor Anda, penasihat, atau kawan yang bekerjasama dengan Anda. hindari mengabarkannya ke khalayak ramai, ke media sosial, misalnya. mengapa? Orang yang tidak mendukung Anda niscaya menertawakan Anda jika Anda gagal merealisasikan rencana tersebut. hal itu justru akan membuat Anda down.

Sumber: michaelhyatt.com

Baca juga:

Atur Energi, bukan Waktu agar Kerja Lebih Efisien

5 Langkah yang Harus Diambil dan Dilalui untuk Mencapai Tujuan

Bagaimana Membuat Perencanaan Kerja yang Efektif dan 100% Berhasil?

 

 

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
>