Aquarius Learning
Shares
membaca

Mendadak Ngantuk saat Membaca Buku? Ini Dia Fakta dan Solusinya!

Shares

Baru baca tiga paragraf, mata rasanya sudah tinggal lima Watt. Padahal, kopi di dalam gelas sudah ludes, tinggal ampasnya. Anda juga sudah menghidar jauh-jauh dari bantal. Padahal, isi buku adalah bahan-bahan yang harus Anda selesaikan untuk menunjang wawasan bisnis Anda. Jadi, bagaimana, dong??!

Mungkin Anda berpikir bahwa Anda terlalu sibuk dan capai sehingga tidak ada waktu untuk membaca buku. Anda berpikir, serajin apa pun Anda membaca, tak ada gunanya, karena ujung-ujungnya pasti ketiduran.

Mulai sekarang, buang jauh-jauh pikiran seperti itu! Mendadak ngantuk saat baca buku bukanlah 100% takdir! Mengantuk saat membaca buku mungkin dikarenakan Anda terlalu lelah seharian bekerja. Akan tetapi, ada fakta mengejutkan di balik rasa kantuk yang menyerang saat Anda membuka buku. Ini bukan masalah seberapa Anda lelah. Semua masih bisa diperbaiki. Jadi, jangan menyerah untuk belajar!

Sekarang, mari, kita bongkar fakta mengejutkan tentang mengantuk saat membaca buku. Setelah temukan faktanya, Anda dapat menerapkan solusi yang tepat berdasarkan fakta itu.

Mengapa Mengantuk saat Membaca Buku?

Jadi begini, halaman pada buku yang Anda baca terdiri dari dua bagian, yaitu latar belakang dan teks. Latar belakang biasanya diberi warna putih, sementara teks dicetak dengan warna hitam. Tujuannya, tentu saja, untuk memudahkan Anda membacanya.

Namun demikian, justru di sinilah letak masalahnya! Karena kontras warna antara hitam dan putih yang terlalu besar, mata kesulitan meresponsnya.

Iris, salah satu elemen di dalam mata, akan menciut ketika mata menerima cahaya. Sebaliknya, ia akan melebar saat tidak ada cahaya yang mengenai mata. Nah, saat membaca halaman buku, iris akan menciut ketika yang dilihatnya adalah latar belakang halaman, yang berwarna putih. Sementara itu, saat mata membaca teks, yang berwarna hitam, iris akan melebar.

Kecepatan Anda ketika membaca buku tentu saja memengaruhi kekuatan mata. Ketika Anda membaca dengan cepat, iris mata bingung memutuskan kapan harus menciut dan kapan harus melebar. Hal itu dikarenakan, iris mata menemukan perubahan yang sangat cepat antara warna putih dan warna hitam di dalam lembaran buku yang Anda baca. Ia harus memutuskan untuk melebar dan menciut dalam waktu bersamaan. Ini membuat iris depresi! Akibatnya, Anda pun mengalami kantuk.

Seperti itulah mekanisme kantuk saat membaca buku. Jadi, sekali lagi, bukan karena Anda terlalu lelah seharian bekerja. Akar masalahnya ada pada pencahayaan. Kata kuncinya adalah pencahayaan!

Kalau begitu, bagaimana cara mengatasinya?

Solusi

Karena akar penyebabnya adalah pencahayaan, maka solusinya, ya, dengan mengatur pencahayaan. Berikut ini beberapa tips mengatur pencahayaan supaya saat membaca tidak lagi mengantuk.

1. Sumber cahaya

Atur posisi duduk sedemikian rupa sehingga Anda membelakangi sumber cahaya. Dengan begitu, cahaya, baik dari lampu maupun sinar matahari, tidak mengenai mata secara langsung. Ini dilakukan untuk mengurangi kontras yang terlalu besar antara sinar lampu atau sinar matahari dengan teks yang Anda baca. Iris tidak kebingungan memutuskan kapan harus menciut dan kapan harus melebar. Dan, mata pun dalam keadaan terjaga.

Berdasarkan pengalaman penulis, mata menjadi lebih berat manakala membaca buku dengan pencahayaan yang berasal dari depan. Sebaliknya, mata lebih rileks manakala penerangan datang dari belakang, sehingga tidak mengenai mata secara langsung.

Hal yang perlu diperhatikan, saat mengatur posisi duduk, aturlah sedemikian rupa agar tubuh tidak menghalangi cahaya.

2. Atur kontras

Jika Anda membaca lewat tablet atau komputer, aturlah kontras pada layar komputer supaya nyaman bagi mata Anda.

Saat Anda membaca ebook atau halaman web, salin halaman yang sedang Anda baca, kemudian di Microsoft Word atau aplikasi sejenis, paste halaman tersebut. Setelah itu, ubah warna font/tulisan sedemikian sehingga nyaman bagi mata. Jika warna latar belakang adalah putih, maka ubahlah warna font menjadi abu-abu pekat. Dengan begitu, mata tidak cepat lelah membacanya.

Mengapa abu-abu? Karena kontras antara warna putih (pada latar belakang) dan abu-abu (pada font) tidak terlalu besar. Dengan begitu, mata tidak cepat lelah.

3. Posisi lampu

Posisikan lampu belajar sedemikian rupa sehingga cahayanya mengenai halaman yang Anda baca. Namun demikian, sinar yang terlalu terang membuat mata silau. Akibatnya, Anda susah membaca teks yang tertulis.

Supaya tidak terlalu silau, posisikan lampu agak jauh dari materi yang Anda baca. Atur agar sinarnya tetap mengenai halaman tersebut.

Jika Anda terbiasa menulis dengan tangan kanan, letakkan lampu belajar di sebelah kiri. Sebaliknya, jika Anda terbiasa menulis dengan tangan kiri, letakkan lampu di sebelah kanan.

Apabila posisi lampu salah, yaitu jika Anda meletakkannya di sebelah kanan, padahal Anda terbiasa menulis dengan tangan kanan, maka tulisan yang Anda baca terhalang oleh bayangan tangan Anda sendiri. Demikian juga jika Anda meletakkan lampu di sebelah kiri, padahal Anda terbiasa menulis dengan tangan kiri. Maka, tulisan yang Anda baca akan terhalang oleh bayangan dari tangan kiri Anda.

 4. Topi

Jika Anda membaca buku di luar ruangan, gunakan topi untuk melindungi mata dari sinar matahari. Dengan begitu, mata Anda tidak silau. Dan, Anda pun tidak mengantuk saat membaca.

5. Kacamata non polar

Memakai kacamata non polar juga dapat membantu mata terhindar dari paparan sinar yang menyilaukan mata.

6. Posisi duduk

Duduklah di atas kursi yang keras dengan sandaran yang tegak lurus. Hal itu bertujuan untuk memeberi tahu otak bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan rileks. Saat Anda dalam keadaan rileks, otak menangkap sinyal untuk mengistirahatkan mata. Nah, saat sedang tidak rileks, maka pesan yang diterima otak adalah untuk terjaga dan otak bekerja secara aktif.

7. Waktu

Waktu yang tepat untuk membaca buku adalah saat otak sedang dalam keadaan fresh dan siap untuk berpikir. Membiasakan diri membaca buku menjelang tidur merupakan ide yang buruk. Hal itu karena otak terlatih untuk tidur kapanpun Anda membaca buku. Oleh karena itu, carilah waktu yang tepat, yaitu saat otak sedang aktif berpikir.

Waktu di mana otak aktif berpikir berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang otaknya aktif berpikir pada saat bangun tidur. Ada juga yang otaknya aktif saat malam hari. Nah, kalau buat Anda, kapan otak Anda paling aktif berpikir?

8. Pohon rindang

Jika Anda membaca di luar ruangan, usahakan untuk membaca di bawah pohon yang rindang. Selain menghindarkan mata dari sinar matahari secara langsung, pohon rindang juga menyediakan oksigen yang baik untuk napas. Dengan begitu, otak Anda menjadi lebih fresh.

9. Biasakan membaca

Umumnya, kita akan merasa lelah ketika melakukan kegiatan yang jarang kita lakukan sebelumnya. Orang yang jarang berolahraga akan merasa capai  dan pegal-pegal saat ia memulai latihan. Beda halnya dengan orang yang sudah terbiasa berolahraga. Rasa lelah yang datang saat berolahraga tidak separah yang dirasakan oleh mereka yang jarang melakukan latihan.

Begitu juga dengan membaca. Bagi orang yang terbiasa membaca, kegiatan membaca tidak membuatnya lelah dan mengantuk. Beda halnya dengan orang yang jarang membaca.

Oleh karena itu, mulai sekarang, biasakan diri untuk membaca. Lakukan sedikit demi sedikit. Lama-lama, Anda akan terbiasa dengan kegiatan membaca. Dan, saat Anda terbiasa membaca, buku bukan lagi momok menakutkan yang selalu membuat Anda menguap begitu membuka halaman pertamanya.

Selain pencahayaan, yang jaaaaaauh lebih penting diperhatikan agar tidak mengantuk saat baca buku yaitu TUJUAN MEMBACA. Yup! Tujuan membaca!

Mengapa tujuan membaca sangat penting? Untuk mengetahuinya, Anda dapat mempelajarinya di video Basic Course Bacakilat 3.0 karya Agus Setiawan, penemu sekaligus Master Trainer Bacakilat.

Apa itu Bacakilat 3.0? Bacakilat 3.0 adalah tool how to learn, cara belajar yang efektif. Bacakilat berbeda dengan membaca cepat. Jika untuk membaca cepat Anda harus memeras otak untuk memahami bacaan, dengan Bacakilat, Anda tidak perlu memeras otak.

Bagaimana bisa? Karena, Bacakilat memanfaatkan potensi otak yang selama ini tidak Anda ketahui, yakni pikiran bawah sadar. Dengan Bacakilat, bacaan setebal apa pun dapat Anda selesaikan dengan cepat. Pemahaman Anda lebih mendalam dan bacaan pun mudah diingat di luar kepala.

Akhir kata, selamat membaca!

Baca juga:

Tips Belajar Efektif untuk Orang Dewasa

Kunci Sukses Membangun Kebiasaan Membaca Buku

Subvokalisasi: Bisakah Kita Menghindari “Kebiasaan Buruk” Ini saat Membaca Buku?

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
  • […] ada saja hal yang menghalangi kita menyelesaikan buku. Baru buka halaman pertama, rasanya sudah mengantuk. Atau, di tengah halaman, ada kalimat yang sulit dipahami. Belum lagi rasa malas, bosan, dan susah […]

  • >