penyebab minder

4 Faktor Penyebab Minder

Shares

Menjadi orang yang minderan memang tidak menyenangkan. Rasa minder menghambat  kemajuan Anda. Ia membuat Anda malu, menarik diri dari pergaulan, dan merasa tidak layak. Bahkan, yang terparah, ia mendorong Anda membuang kesempatan untuk sukses, mengungguli yang lain.

Maka dari itu, Anda harus membuangnya jauh-jauh. Tetapi, bagaimana caranya?

Untuk membuang rasa minder, Anda perlu tahu sebab-sebab mengapa muncul rasa minder dalam diri Anda.

Nah, dalam artikel ini, penulis akan mengajak Anda untuk mengurai 4 faktor penyebab minder. Anda dapat membuang rasa minder Anda dengan menghidari 4 faktor tersebut.

Lantas, apa saja 4 faktor itu? Ini dia uraiannya.

4 Faktor Penyebab Minder

Pakar psikologi Melanie Greenberg dalam artikelnya yang termuat di situs psychologytoday.com menjelaskan ada beberapa faktor penyebab minder. Dengan menghindari faktor-faktor itu, kita dapat membuang rasa minder dalam diri kita.

Nah, berikut ini uraian singkat mengenai keempat faktor tersebut.

1. Perfeksionisme

Orang yang perfeksionis menetapkan target yang tinggi. Bagi mereka, standar kesuksesan adalah kesempurnaan. Selama belum meraih targetnya secara sempurna, mereka tidak akan puas.

Sebenarnya, sikap itu sikap yang konstruktif. Dengan target yang tinggi, mereka terdorong untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai target itu. Tetapi, jika kesempurnaan menjadi obsesi, maka ia tidak membawa kebaikan bagi dirinya, melainkan justru menjadi bumerang.

Obsesi terhadap kesempurnaan seringkali membuat kita frustrasi manakala kita tidak mampu mencapai target yang sempurna. Pengalaman kegagalan mencapai target yang sempurna membuat kita berkesimpulan bahwa kita tidaklah kompeten. Hal itu, pada ujungnya, membuat kita minder dan merasa kerdil.

Oleh karena itu, untuk membuang rasa minder, hindari sikap perfeksionis. Tetapkan target yang tinggi. Tetapi, tidak perlu terobsesi pada kesempurnaan. Toh, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sampai kapan pun, kita selalu memiliki kekurangan. Justru kekurangan itu menjadi daya pendorong diri kita untuk selalu berubah lebih baik.

2. Hidup dalam penyesalan

Menyesal merupakan hal yang lumrah. Setiap kekeliruan menimbulkan penyesalan. Dengan penyesalan, kita belajar untuk tidak mengulangi kekeliruan yang kita buat.

Tetapi, penyesalan yang berlarut-larut juga tidak baik. Alih-alih menjadi pelajaran, ia justru menjadi krikil yang menghambat kemajuan Anda.

Penyesalan yang berlarut-larut membuat Anda tenggelam dalam rasa bersalah. Anda dapat menyumpahserapahi diri Anda sebagai orang yang bodoh dan ceroboh.

Kalau sudah begitu, maka rasa minder niscaya muncul dalam diri Anda.

Karena itu, tidak perlu Anda berlarut-larut dalam penyesalan. Jadikan kekeliruan sebagai pelajaran. Tataplah ke depan, bukan ke belakang.

3. Menganggap diri sebagai masalah

Seringkali, ada orang yang minder dengan penampilan fisiknya. Ada juga yang minder lantaran prestasinya tidak secemerlang yang lain. Dan, ada juga yang merasa minder gara-gara status sosial.

Nah, sebenarnya, apa yang membuat mereka minder dengan penampilan mereka?

penyebab minder

Dalam artikel yang berjudul Jika Malu Menghambat Diri Anda Meraih Sukses, Bagaimana Cara menghilangkan Rasa Malu?, penulis jelaskan bahwa rasa malu dan minder seperti itu muncul lantaran kita menganggap diri kita bertanggung jawab atas perasaan orang lain. Apabila ada yang tidak suka dengan penampilan kita, kita merasa perlu merubah penampilan untuk menyenangkannya. Apabila prestasi kita tidak sesuai harapan orang lain, kita merasa bersalah dan berpikir bahwa kita telah mengecewakannya. Intinya, apabila orang lain tidak menyukai diri kita, kita merasa perlu berubah demi menyenangkannya. Kita merasa ada yang salah dalam diri kita yang membuat orang lain tidak suka. Kita merasa diri sebagai AIB dan MASALAH bagi orang lain.

Anggapan itu tentu saja tidak benar. Orang lain tidak berhak menuntut kita bertanggung jawab atas perasaannya. Apabila ia merasa tidak suka dengan penampilan kita, misalnya, maka bukan kewajiban kita untuk membuatnya menyukai kita. Itu adalah masalahnya.

Jadi, untuk menghilangkan rasa minder itu, buang jauh-jauh pemikiran bahwa kita adalah aib dan masalah bagi orang lain.

4. Membandingkan diri Anda dengan orang lain

Penyebab minder yang terkahir yaitu membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Mengapa memandingkan diri sendiri dengan orang lain membuat Anda minder?

Ketika Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda menemukan diri Anda lebih kecil dan kerdil di banding orang tersebut. Ini karena, sebenarnya Anda tidak membandingkan diri Anda yang sebenarnya dengan dirinya yang sebenarnya, melaikan Anda membandingkan diri Anda yang sebenarnya dengan dirinya yang Anda bayangkan sebagai sosok yang sempurna.

Jadi, ketika Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain, Anda membuat perbandingan yang tidak adil. Anda tidak adil terhadap diri Anda sendiri. Anda membandingkan diri Anda yang memiliki kekuarangan dan kelebihan dengan orang lain yang Anda bayangkan tidak memiliki kekurangan sama sekali. Inilah yang membuat Anda merasa kerdil. Dan, perasaan kerdil itu membuat Anda minder.

Maka dari itu, Anda perlu berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain agar tidak merasa minder.

 

Nah, demikianlah 4 faktor penyebab minder yang dapat penulis sampaikan kepada Anda. Dengan menghindari 4 faktor itu, niscaya Anda lebih percaya diri dibanding sebelumnya.

 

 

About the Author Rina Ulwia

Rina Ulwia mulai terjun ke dunia penulisan semenjak lulus pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi Islam di Jawa Tengah. Ketertarikannya dengan dunia tulis-menulis bermula ketika ia menjadi editor di salah satu penerbit buku pendidikan terkemuka di Indonesia. Semenjak itu, ia aktif menuangkan ide ke dalam tulisan. Perempuan yang hobi membaca buku ini menaruh minat pada semua bidang. Ia suka berdikusi mengenai berbagai topik. Dari filsafat hingga musik, dari ekonomi hingga sastra, semua ia diskusikan di sela-sela kesibukan kerja. Memiliki banyak pengalaman yang menguji aspek psikis dan psikologisnya membuat perempuan kelahiran 1985 ini menaruh perhatian besar pada dunia pengembangan diri. Ia bergabung dengan Aquarius Resources, event organizer yang bergerak di bidang reedukasi pengembangan diri sebagai creative writer. Baginya, berkecimpung di dunia pengembangan diri memberikan banyak manfaat. Selain dapat mengembangkan diri, ia juga dapat membantu orang lain lewat tulisan-tulisannya.

follow me on:
>